Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juni 2015

Wanita Malam Dulu .dan Sekarang



WANITA MALAM DULU DAN SEKARANG




Pergeseran moral telah mempengaruhi istilah, sekarang wanita yang menjual kehormatan dibilang wanita malam. Ya… wanita malam yang menjual diri.
Tapi beda dulu dengan sekarang, dahulu wanita malam adalah gelaran yang sangat terpuji karena khusyuknya ibadah dimalam hari. Lihatlah seperti kisah Istri Hubaib Abu Muhammad Al-Farasy seorang nisaul lailyang biasa begadang dimalam hari.
Al-Husain bin ‘Abdirrahman berkata: “Sebagian Sahabat kami bercerita kepadaku, ia mengatakan: ‘Isteri Hubaib, yakni Ummu Muhammad mengatakan bahwa ia terjaga pada suatu malam sedangkan suaminya tidur, lalu ia membangunkannya pada waktu sahur seraya mengatakan, ‘Bangunlah wahai Hubaib suamiku, sebab malam telah berlalu dan siang pun tiba, sedangkan di hadapanmu ada jalan yang panjang dan perbekalan yang sedikit. Para kafilah orang-orang shalih di depan kita, sedangkan kita di belakang.’”Shifatush Shafwah (IV/23).
https://www.facebook.com/profile.php?id=100004675667868&_

Senin, 22 Juni 2015

Kontradisi

KONTRADIKSI PEMANDANGAN ANTARA KAUM PRIA DAN WANITA





Oleh

Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr


Belakangan ini, telah terjadi kerancuan timbangan antara pria dan wanita. Kaum pria menyerupai wanita, dan sebaliknya, kaum wanita menyerupai kaum pria.

Disebutkan dalam Shahîh al-Bukhâri, dari Ibnu 'Abbâs Radhiyallahu 'anhuma, ia berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan kaum wanita yang menyerupai laki-laki".

Adapun pada masa sekarang ini, telah terjadi peristiwa yang tidak pernah terjadi pada jaman Jahiliyah sekalipun. Yaitu, munculnya gejala tabarruj (pamer kecantikan) kaum wanita yang sangat memprihatinkan. Bahkan di banyak negara Islam, kaum wanita di pasar-pasar dan jalanan umum menampakkan kepala, leher, tangan, lengan, betis, dan bahkan paha mereka. Sebaliknya, kaum lelaki menjulurkan pakaiannya sampai menutup mata kaki. Padahal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:

مَا أَسْفَلُ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الْإِزَارِ فَفِيْ النَّارِ

"Apa yang di bawah mata kaki dari pakaian (tempatnya) di neraka". [HR al-Bukhâri, 5787].

Dalam hadits lain, Abu Dzarr Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ قَالَ فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ ثَلَاثَ مِرَارًا قَالَ أَبُو ذَرٍّ خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ

"Ada tiga golongan yang Allah tidak mengajak bicara mereka pada hari Kiamat, Dia tidak melihat mereka dan tidak mensucikan mereka serta bagi mereka adzab yang pedih". Abu Dzarr berkata: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkannya sebanyak tiga kali," kemudian Abu Dzarr berkata, "Sungguh, mereka telah mengalami kegagalan dan kerugian! Siapa mereka itu, wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Seorang (lelaki) yang menjulurkan pakaiannya melebihi mata kaki, orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya, dan orang yang ingin melariskan barangnya dengan sumpah palsu". [HR Muslim, 106].

Kaum laki-laki dilarang menjulurkan pakaiannya di bawah mata kaki, namun, ternyata mereka menjulurkan pakaiannya melebihi mata kakinya. Sedangkan di sisi lain, para wanita, mereka diperintahkan untuk menutup aurat secara keseluruhan (berhijab); akan tetapi, ternyata mereka justru memamerkan aurat dan keindahan fisiknya.

Dalam hal ini, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: Tiga golongan yang tidak akan masuk surga: "Seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dayyuts (seorang lelaki yang tidak gusar atas kemungkaran yang ada pada keluarganya), dan wanita yang menyerupai lelaki". [Diriwayatkan oleh al-Hâkim (1/72), sekaligus menshahîhkannya, dan disepakati oleh adz-Dzahabi].

Wallahul Musta'an.

(Diadaptasi dari kitab Rasaail, Syaikh 'Abdul-Muhsin al-'Abbâd, hlm. 425, dengan terjemahan bebas)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun X/1429H/2008M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

Minggu, 21 Juni 2015

Istri Bangun Pagi dan Tidur Larut Malam

Istri Bangun Pagi, dan Tidur Larut Malam




Pernahkah kita menyadari, bahwa istrilah yang bangun lebih pagi, karena harus menyiapkan sarapan untuk keluarga. Sehingga pada saat suami bangun pagi, makanan sudah tersedia. Bahkan istri cukup repot mengurus anak-anak yang harus berangkat ke sekolah. Setelah suami berangkat kerja, anak-anak sudah berangkat ke sekolah, istri harus mencuci pakaian, belanja, dan memasak untuk makan siang. Lewat tengah hari memberi makan anak-anak, membimbingnya untuk tidur siang, lalu bersih-bersih, dn menyiapkan anak-anak berangkat mengaji, kemudian menyiapkan makan malam, bersih-bersih diri karena sebentar lagi suami pulang dari kantor. Malam menemani anak-anak belajar, lalu ketika anak-anak mulai berangkat tidur, melayani suami sebagai tugas mulia. Sampai suami tertidur pulas dan mendengkur, barulah istri merebahkan badannya perlahan-lahan dan memejamkan mata. Untuk kemudian bangun pagi-pagi sekali sebelum suami dan anak-anak terbangun. Begitulah rutinitas kehidupan seorang istri dalam rumah tangga. Apakah istri tidak layak mendapat penghormatan besar sari suami, terhadap jasanya yang tidak merasa lelah mengurus anak-anak dan keluarga?

Jika anggota keluarga sakit, roda kehidupan rumah tangga harus tetap berjalan, sehingga istri harus pontang panting menghadapi semuanya. Kalau suami sakit, segala kehidupan rumah tangga juga harus tetap berjalan. Bila istri yang sakit, bisa dipastikan aktivitas rumah tangga akan tersendat. Begitu besarnya peranan istri dalam rumah tangga, sehingga seakan-akan tidak boleh sakit. Selain itu, diantara tugas-tugas rutin menyita waktu yang penuh, istri juga harus tampil tetap cantik, kelihatan segar di mata suaminya.

Apabila kesibukan rumah tangga mmebuat penampilan jadi kedodoran, tidak bergairah, kuyu dan keletihan, banyak mengeluh, akan membuat pandangan suami menjadi negatif. Kehidupan rumah tangga yang dihadapi seorang istri, akan jauh berbeda dengan ketika pertama kali memasuki kamar pengantin, penuh kemesraaan, dan segalanya hanya untuk berdua, Semakin hari, perubahan bulan dan tahun, setelah hadir anak-anak, aktivitas istri semakin terus bertambah. Namun, banyak suami tidak sedikitpun melirik, dan menyadari peranan istri yang begitu besar dalam rumah tangga, ketika menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga. Malah ada suami yang menggerutu ketika melihat istrinya tidak dapt tampil cantik dan segar, hanya karena tuntutan kesibukan sehari-hari yang mendera hidupnya. Sebenarnya sebagai seorang suami dapat merasakan keberadaan seorang istri dalam rumah tangga dengan rasa kemanusiaan. Betapa besar dan repotnya tugas istri dalam rumah tangga, ini yang sebaiknya disadari suami, lalu menjalin saling pengertian dan penuh perhatian dengan usaha dan cara-cara yang tepat, agar beban rumah tangga itu tidak terasa berat. Perhatian suami terhadap istrinya yang sudah bekerja keras untuk keluarganya itu dapat merupakan cermin memiliki kehendak yang searah, sama-sama menginginkan kebaikan dan keindahan rumah tangga, menginginkan kemuliaan dan keselamatan dunia akhirat.

Kalau diawal pernikahan, pandangan suami terhadap istrinya adalah kecantikannnya, pada perjalanan berikutnya ialah, pandangan suami terhadap penghargaan kerja keras istri, ketulusannya mengurus keluarga, keramahtamahan, dan kehangatan yang di tengah kesibukannya mengurus keluarga tetap senatiasa terpancar untuk kenikmatan dirinya. Hati suami sesungguhnya juga cermin, apakah ia memiliki rasa terima kasih terhadap kerja keras istrinya, atau mengabaikannnya, bahkan mencelanya setelah kondisinya yang keletihan dan tidak bersemangat. Keadaan lesu sang istri yang keletihan karena kerja keras setiap harinya itu, terkadang malah dijadikan alasan-alasan suami untuk berniat melirik wanita lain yang lebih muda, bergairah, dan cantik. Dari sinilah sering awal keindahan rumah tangga mulai memudar.

Artinya, pengertian suami sangat diperlukan, kapan saat membutuhkan penampilan istri cantik, segar dan prima. Apabila istri tidak dapat bersikap seperti yang dikehendaki, karena dalam kesibukan mengurus anak yang rewel, dan rumah senantiasa berantakan oleh tingkah laku anak, kata Ruqayyah Warsi Magsood; “Akuilah kerja keras dan pengorbanan mereka, nyatakan kebutuhan Anda dengan kehormatan.”

Perlu diingat, seorang wanita yang mau dilamar menjadi seorang istri dari seorang laki-laki dan bersedia meninggalkan rumah orang tuanya, karena menginginkan suami dapat melindunginya, menghormatinya, yang mencumbuinya, suami memberi waktu untuknya, sehingga waktu tidak hanya untuk pekerjaan rumah dan mengurus anak-anak saja. Suami harus mencontoh kehidupan Rasulullah SAW sebagai pemimpin pertempuran dimana-mana, tetapi ketika bersama istri-istrinya senantiasa memberikan kasih sayang dan kedamaian, tidak membebani istri, berusaha meringankan tugas-tugas istri, dan selalu menghindari kata-kata kasar dan menyakitkan. Sabda Rasulullah Saw : ”Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya, dan aku adalah yang paling baik kepada istriku”.

Suatu hal yang harus diketahui suami, bahwa hadiah termahal yang diberikan suami kepada istrinya dan anak-anaknya adalah berdialog, berkomunikasi, menyediakan kesempatan dan waktu untuk dapat bercanda. Apabila kita lihat kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW bersama para istrinya, maka kehidupannya merupakan contoh bagaimana canda tawa, cumbu rayu, kemesraan, sanjungan, keakraban selalu menghiasi dengan pujian-pujian. Jika suami telah menutup mata dengan hal-hal yang baik seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW itu, berarti hatinya sudah terhimpit batu keras, sehingga perilaku seperti batu. Sementara kita hidup dengan ruh, bukan jasad saja, bagaikan batu. Kita bukan seperti batu yang tidak punya ruh. Kita memiliki kehangatan yang selalu diiringi senyuman, sapaan manis yang dapat menghilangkan beban kelelahan fisik sitri yang telah bekerja keras dari pagi buta hingga larut malam, sehingga hatinya menjdai berbunga dengan pujian. Mengapa tidak bercermin pada rumah tangga Rasulullah SAW, yang pantas dijadikan teladan? Firman Allah SWT :
“Sesunggunya telah ada pada Rasulullah (Muhammad SAW) teladan yang baik bagi siapa yang mengharap (anugrah) Allah dan (ganjaran di) Hari Kemudian, serta banyak menyebut nama Allah” (Q.S AL-Ahzab :21)

Pujian memang sangat disenangi wanita dan dapat membesarkan hatinya sesuai dengan fitrahnya menyenangi hiasan dan pujian. Bagi seorang istri, pujian adalah dasar yang kuat menjadi pondasi hubungan rasa cinta, kasih sayang, produktivitas dan pembinaan. Pujian akan menciptakan suasana yang kondusif untuk menguatkan hubungan-hubungan itu agar menghasilkan sesuatu yang diharapkan, yaitu kebaikan rumah tangga.

Pujian bagi istri adalah hal yang paling berharga lebih dari perhiasan yang mahal dan baju baru yang indah, karena perasaan dicintai akan muncul dari pujian itu, dan merupakan semangat bagi jiwa, tak ubahnya makanan vitamin bagi tubuh yang lelah. Berterima kasihlah kepada istri yang dengan tangannya, kesungguhannya, ketulusannnya telah menyediakan waktunya untuk menyiapkan segala kebutuhan rumah tangga.

Ucapkanlah selamat dan terima kasih atas pelayanan dan kebersamaannya dengan kita, kesanggupannya menjaga rumah dan anak-anak dengan baik. Katakan semua itu dengan jujur dan penuh mesra, itu sudah membuatnya bahagia dan menanamkan kasih sayang di hati istri kita. Bila hati istri senang, ia akan lebih hangat melayani suami dan hidup menjadi tentram dan tenang. Rasulullah AW bersabda :”Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik ahlaknya, dan manusia terbaik diantara kalian adalah yang tebaik kepada istri-istrinya”.

Kebersamaan suami istri dalam rumah tangga adalah diwarnai saling menghormati. Terutama suami memberi penghormatan yang tinggi terhadap kerja keras istri shalelah, yang dirangkum dalam kecintaan yang suci dan setia kepada pasangannya, yang telah menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik. Kehidupan suami istri yang baik saling pengertian, dan mau berterima kasih, sehingga akan menjadikan rumah tangga kompak dan istimewa. Masing-masing suami istri menjalankan kewajiban, tugas dan haknya, menuju kea rah membangun rumah tangga bahagia. Dan bagi suami tidak akan mendatangkan bahaya jika berterima kasih kepada istrinya yang telah bangun lebih pagi, dan tidur larut malam saat semua keluarga sudah terlelap, lalu sehari-hari waktunya penuh mengabdi kepada kepentingan rumah tangga.

Disadari atau tidak, pekerjaan para istri lebih banyak daripada suami. Dari pagi sampai malam hari, pekerjaan mereka seolah tidak ada hentinya. Mulai dari mengurus anak-anak, melayani keperluan dan kebutuhan suami, hingga mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Itulah sebabnya, seorang suami harus menghargai jerih payah istrinya. Diantaranya :
1.    Memberikan pujian atas semua pekerjaanya dan tidak melecehkan kelemahannya
2.    Memberi dukungan moral dan bantuan tenaga untuk meringankan beban tugas dan perannya
3.    Jika memungkinkan, penuhi segala keperluan yang dapat memudahkan tugas-tugasnya itu
4. Memberikan hadiah tertentu yang dapat menyenangkan hatninya. Tentu bukan mahalnya yang jadi prioritas, tetapi bentuk kesungguhan perhatian yang lebih utama.

Sumber : “Wanita.. di wajahmu kulihat surga” oleh Buya H.M. Alfis Chaniago

NASEHAT UNTUK PARA ISTRI

NASIHAT UNTUK PARA ISTRI


Saat kau sudah menjadi istri, sesekali pandanglah wajah suamimu ketika ia terlelap.
Itulah orang yang tiada hubungan darah dengan mu namun tetap terus berusaha mencintaimu.
Sesekali saat suami pulang bekerja atau dari tempat usahanya, pandang wajahnya, cium tangannya.
Itulah tangan yang bekerja keras mencari rizki untuk menafkahi dirimu dan anak-
anakmu.
Padahal, sebelum akad nikah ia tak punya hutang budi terhadapmu.
Bahkan ia mempunyai hutang budi terhadap Ibu bapaknya.
Ia memilihmu sebelum ia sempat membalas seluruh hutang budi kedua orang tuanya.
Sesekali saat kau berdua dengannya, lihatlah suamimu, pandanglah wajahnya dengan penuh sayang.
Itulah peribadi yang boleh jadi selalu menutupi masalah-masalah nya diluar rumah,
agar kau tak turut sedih karenanya.
Ia berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri
agar kau tidak ikut terbebani.
Sementara kau sering mengadukan masalahmu kepadanya,
berharap ia mau mengerti dan memberi solusi.
Padahal bisa jadi saat itu masalahnya lebih besar
daripada masalahmu.
Namun kau tetap yang
diutamakannya.
Semoga Allah jadikan keluarga kita sebagai keluarga yang Sakinah M
awaddah Warahmah... Aamiin..Allahuma Aamiin

Sabtu, 20 Juni 2015

Wanita yg mencarikan Istri Buat Duaminya

Wanita yang Mencarikan Istri untuk Suaminya



Kisah ini nyata terjadi di daerah Belgam, Arab Saudi baru-baru ini. Kisah yang sangat mengharukan dan menggetarkan sanubari. Bagaimana kecintaan seorang istri terhadap suaminya telah menghilangkan semua sisi egois dalam dirinya. Bagaimana ia merasa bertanggung jawab terhadap kebahagiaan suaminya ketika vonis dokter menyebutkan bahwa umurnya tidak mampu bertahan lebih lama lagi. Salim, suaminya menceritakan semuanya dan kisah ini dikutip oleh harian Arab Sabq, Selasa (11/2/2015).
Wanita itu gamang. Tapi ia meyakinkan dirinya bahwa ia harus melakukan hal itu. Ia akan berusaha bahwa apa yang ia lakukan benar-benar berhasil sebelum vonis dokter itu terbukti secara sempurna.
Sore tadi, ia dan suaminya mendatangi dokter dan dokter itu menjalankan kemoteraphy yang kedua belas. Kemotherapy batas maksimum. Anehnya, kanker itu sangatlah kuat untuk hilang atau sekedar layu dan mengecil. Justru dokter mengatakan bahwa kanker yang bersemayam di tubuhnya itu menyebar ke mana-mana. Wanita itu tak sanggup mendengarkan apa yang dikatakan dokter mengenai dirinya. Ia menangis di pelukan suaminya. Ia hanya bisa membayangkan bahwa semua itu hanyalah mimpi. Tapi ia tahu, bahwa ini nyata dan benar-banr terjadi dalam hidupnya. Ia harus kuat dan menerima kenyataan itu. Ia harus menerima  takdir yang sudah disuratkan Tuhan dalam kehidupannya. Bagaimana pun juga, ketawakalan dan kepasrahan itu selalu ia hadirkan dalam hatinya.
Terakhir dokter itu mengatakan bahwa umur wanita itu tak akan lebih dari sebulan.  Akhirnya wanita itu melanjutkan sisa kehidupannya di bangsal rumah sakit. Ia hanya menunggu keajaiban dan mukjizat tuhan atas apa yang telah menimpanya.
Wanita itu selalu membayangkan semua kemungkinan yang bakal terjadi. Kemungkinan-kemungkinan jika ia benar-benar meninggalkan dunia fana. Dengan siapa suaminya hidup? Ia tahu suaminya akan menjadi seorang duda. Ia juga tahu putrinya masih kecil dan masih memerlukan sosok ibu sebagai muara kasih dan cinta. Sepanjang malam wanita itu terus menangis memikirkan hal itu.
Pagi terus berlalu bersama hari-hari yang terasa jemu. Wanita itu telah mengambil keputusan yang sudah ia rencanakan. Dan siang itu seperti biasa, suaminya datang menjenguknya. Biasanya suaminya pulang dari kantor jam lima sore. Tapi semenjak kanker itu menghuni tubuhnya, suaminya selalu mengusahakan untuk pulang setelah dzuhur tiba.
Wanita itu mengatakan bahwa ia akan mencarikan calon istri untuk suaminya. Jelas suaminya merasa terkejut dan menolak pernyataan istrinya. Dia mengatakan kepada istrinya bahwa jangan sekali pun memikirkan hal itu.”Kamu harus memikirkan dirimu sendiri. Kita di sini selalu mendoakan mengusahakan kesembuhanmu.”
Wanita itu hanya berkata parau. ”Ya, kita tak pernah tahu dengan takdir yang menghampiri kita. Apa salahnya kita menjaga-jaga dengan kemungkinan yang bisa saja terjadi. Aku hanya ingin kau dan putri kita hidup bahagia.”
Akhirnya wanita itu mencari wanita shalihah untuk suaminya. Ia hanya ingin suami dan putrinya jatuh pada wanita yang tepat, yang akan selalu berbakti kepada suami dan bisa mengayomi putriya.

Jumat, 19 Juni 2015

KUNCI SUKSES WANITA






HUTANG, BERHATI-HATILAH!

Hidup adalah perjuangan untuk memperoleh kesuksesan, sukses secara vertikal dalam hubungannya dengan ketaatan dan kedekatan pada yang Maha Mencipta, sehingga dalam setiap detik dan langkah di kehidupannya selalu bersandar pada aturan-aturan yang sudah digariskan dalam Alquran dan sunah Rasulnya, pun sukses secara horizontal, seperti dalam hubungannya dengan sesama manusia didunia, sukses dalam karier, dalam study, dalam hubungan sosial serta dalam membina rumah tangga. Menjadi sukses adalah impian semua insan, karena sukses dipandang sebagai suatu bentuk keberhasilan dari suatu kerja keras yang diusahakannya, sukses seolah menjadi puncak dalam kehidupan untuk kemudian dapat dengan mudah memperoleh apa-apa yang diinginkan, kemudahan dalam hal apa saja, tentu dengan catatan mendapatkannya dengan jalan yang benar. Namun sukses tidak bisa dipandang hanya dari satu sisi saja, ada beragam penilaian atau sudut pandang sosial secara umum, dilihat dari banyak hal.

Sehat secara fisik dan mental, kaya dan berkecukupan, sholeh atau sholehah, 
berpendidikan, memiliki keluarga yang harmonis, anak-anak yang baik Ahlaqnya, dermawan, demikianlah kira-kira kriteria sukses yang ideal. Sebagai seorang wanita, ia mempunyai banyak sekali hal yang istimewa,  mempunyai nilai tambah dalam fungsi dan perannya, apalagI bila ia seorang ibu rumah tangga yang berkarier diluar rumah.Sebagai seorang istri dan ibu, tentunya kita harus memiliki pengetahuan yang cukup luas sehingga dapat menjadi teman yang sejalan dalam beribadah dan teman diskusi yang selalu up to date, nyambung dan nyaman untuk diajak berdiskusi oleh suami atau anak-anak tentang banyak hal, oleh karenanya sebagai seorang wanita selain mengatur kesibukan dalam rumah tangga dirinyapun harus mampu membagi waktunya untuk secara dinamis memperluas perkembangan diri sendiri. Adapun point-point yang perlu digali didalam diri kita sebagai wanita untuk bisa memperoleh sukses adalah sebagai berikut :

1.     Menggali potensi diri.
Kenali bidang apa saja yang kita senangi dalam kehidupan sehari-hari, dalam arti dimana kita bisa melakukan sesuatu dengan sangat senang, mengerjakannya tanpa perintah dan tanpa pamrih, justru kita merasa bahagia saat sedang menggelutinya, misalnya seorang yang senang memasak, membuat berbagai macam makanan kecil, cake atau masakan berat lainnya, sehingga ia tidak merasa lelah meski harus berjam-jam berada didapur tapi justru ia merasa puas dan bahagia bila hasil masakannya diminati oleh banyak orang, misalnya dengan menawarkannya pada jejaring sosial yang terkadang jangkauannya cukup luas dan menjadi ajang promosi yag sangat bagus, atau seorang penulis yang tidak mengenal waktu bila sedang menuangkan ide-idenya dalam tulisan. Seorang yang rajin bercocok tanam pun misalnya dapat menjadikan hobbynya itu sebagai pekerjaan sambilan yang bisa memberi penghasilan. Semua hal tersebut diatas adalah suatu potensi yang tidak jarang dimiliki oleh banyak ibu rumah tangga yang terkadang kemampuan itu tidak ia sadari, dan semua hal itu bisa mendatangkan kesuksesan bila kita serius mendalaminya,  bisa mendatangkan penghasilan ektra, menambah income keluarga sekaligus menggali dan mengeksplore potensi diri agar lebih trampil lagi sehingga bisa  menciptakan bisnis pribadi.

2.     Membuat target secara bertahap.
Kalau pada mulanya seorang yang ahli memasak hanya menyajikan masakan hasil karyanya pada anggota keluarga terdekat saja, maka mulailah melangkah ke luar anggota rumah seperti mengenalkannya pada tetangga saat sedang ada suatu acara kumpul bersama, saat ada kesempatan untuk menjamu mereka, atau dapat pula menginformasikan pada teman teman terdekat bahwa anda bersedia untuk menerima pesanan makanan, jangan lupa untuk menawarkannya dengan harga yang relatif terjangkau pada awal promosi anda. Juga seorang yang pandai menulis tadi bisa mulai mengirimkan hasil-hasil tulisannya pada beberapa majalah lokal atau manfaatkan bila ada kesempatan untuk mengapresiasikannya saat sedang share atau bercerita di dunia maya seperti yang sedang marak saat ini, membacakan hasil karyanya pada suatu kesempatan forum kecil dalam hubungan sosial. Bila banyak orang menjadi tertarik dengan hasil karya anda maka perdalamlah ilmu tersebut, dan maksimalkan kemampuan anda.

3. Berlatih untuk terus mengembangkannya.
Kembangkan terus kemampuan anda dengan jalan selalu produktif dalam menghasilkan suatu karya tadi, lakukan berbagai kreasi dan percobaan dan evaluasi hasilnya, jangan takut gagal, dan jangan berhenti bila gagal. Ketakutan dan keraguan sesungguhnya hanya akin menjadi penghambat nomor satu dalam perjalanan karier sukses anda. Perbanyak dan perdalam lagi ilmunya bila anda merasa belum berhasil.  Perbanyak lagi membaca, melihat dan mempraktekkan, sehingga pengetahuan anda akin terus bertambah, sebuah kesuksesan harus melalui proses, selalu berani menerima tantangan dan menaklukannya, inilah awal pintu sukses anda, jangan takut untuk bercita-cita tinggi, karena mimpi atau angan -angan yang positif akan melahirkan energi positif dalam tindak dan prilaku anda sehari-hari.

4. Cari lingkungan yang mendukung potensi tersebut.
Seorang penulis, untuk bisa menjadi profesional tentu ia membutuhkan banyak pelatihan-pelatihan, baik itu dengan melatih kemampuannya menulis untuk pribadi maupun untuk dipublikasikan, menghadiri seminar-seminar yang menunjang. Juga seorang yang hobby memasak, dia dapat terus meningkatkan kreasinya dengan mengikuti kursus-kursus membuat kue atau makanan dari ahlinya, berteman dengan teman-teman yang seide sehingga dapat saling mengisi dan berbagi ilmu. Lingkungan ini memiliki peran yang cukup berpengaruh dalam menentukan kualitas sukses anda, berada ditengah-tengah orang yang mendukung, menyemangati dan terus memacu anda untuk berkarya.

5. Evaluasi lagi pengaturan waktu anda dalam berkarya.
Kriteria yang bisa menjadi tolak ukur bahwa karya yang anda hasilkan memang membawa dampak baik bagi keluarga dan keuangan anda, coba perhatikan apakah penggunaan waktu untuk melakukan hobby atau kesenangan itu semua begitu menyita kewajiban pribadi anda didalam rumah misalnya? Setidaknya ada dua hal yang bisa kita pantau:

Pertama buatlah daftar tugas itu secara penuh dalam seminggu, lalu beri tanda pekerjaan apa yang dapat diselesaikan dengan hasil yang kemajuannya sukses sesuai harapan.

Kedua kaji kembali hal-hal apa yang membutuhkan waktu ekstra dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Hindari juga moody dalam bekerja, dalam arti bila anda senang anda akan mengerjakannya tetapi bila hati sedang keruh andapun malas mengerjakannya, hal demikian dapat mengganggu keteraturan kerja, karena sebenarnya bila ingin sukses maka andapun harus disiplin dalam mengatur waktu.

Dengan evaluasi yang demikian anda akan mengetahui apakah tugas utama anda didalam rumah terselesaikan dengan baik, terbengkalai atau justru memaksa anda untuk bekerja tanpa jam istirahat atau lembur, mengurangi waktu kebersamaan anda bersama keluarga, dan bila hal ini sudah terjadi tentu anda harus perbaiki dan pikirkan lagi semua tugas-tugas ekstra tersebut berdasarkan skala prioritas. Karena berhasil tidaknya kita menyelesaikan pekerjaan pada waktu yang tepat dan cepat dapat meningkatkan kualitas diri kita, dan ini merupakan modal untuk mencapai karier yang cemerlang, sukses berbisnis dan sukses dalam rumah tangga. (ummu Rafi)

Kamis, 18 Juni 2015

Bolehkah Wanita Memakai Pakaian Berwarna-Warni?








dakwatuna.com – Sebagian orang menganggap bahwa wanita muslimah hanya boleh memakai pakaian hitam atau gelap saja. Kadang mereka merendahkan para muslimah yang memakai pakaian berwarna selain gelap, betapa pun jilbabnya dan baju kurungnya begitu lebar dan panjang sempurna, dan mereka tetap menjaga diri dan kehormatannya. Seolah wanita-wanita ini kurang shalihah dan ‘iffah hanya karena masalah warna pakaiannya. Sikap tersebut adalah ghuluw (berlebihan) dan tidak benar, serta bertentangan dengan fakta sejarah yang dilalui wanita-wanita terbaik umat ini pada masa awal Islam. Muslimah berpakaian warna hitam dan gelap, memang umum dipakai oleh wanita pada masa dulu, dan masa kini disebagian negara, tentunya ini memiliki keutamaan, tetapi mereka tidak terlarang memakai pakaian berwarna selain hitam dan gelap, seperti hijau, kuning, dan bermotif.
Sebelum kami sampaikan dalil-dalil, akan kami sampaikan sebuah ulasan bagus dari seorang ulama, yakni Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah, katanya:
“Sesungguhnya pembuat syariat tidaklah membatasi warna tertentu bagi pakaian laki-laki dan pakaian wanita. Kadar perhiasan yang serasi pada pakaian tunduk pada tradisi kaum muslimin pada setiap negara. Dapat dimaklumi dan disaksikan pasa sekarang ini, dan di semua masa, bahwa hiasan atau warna yang berlaku di antara wanita mukmin pada umumnya dapat diterima oleh ulama mereka di suatu tempat, mungkin terasa aneh bagi kaum muslimin di tempat lain, dan mungkin mereka malah mengingkarinya. Sebagaimana warna dan model berbeda dari satu masa ke masa lain di satu daerah. Benarlah kata Imam Ath Thabari yang mengatakan, “… Sesungguhnya menjaga model zaman termasuk muru’ah (harga diri) selama tidak mengandung dosa dan menyelisihi model serupa dalam rangka mencari ketenaran.” (Fathul Bari, 12/424)
Berikut ini akan kami sampaikan beberapa atsar yang tsaabit (kuat) tentang para shahabiyah yang memakai pakaian dengan beragam warna.

Riwayat pertama: Warna merah

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، أَنَّهُ كَانَ يَدْخُلُ مَعَ عَلْقَمَةَ، وَالْأَسْوَدِ عَلَى أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَيَرَاهُنَّ فِي اللُّحُفِ الْحُمْرِ»، قَالَ: وَكَانَ إِبْرَاهِيمُ لَا يَرَى بِالْمُعَصْفَرِ بَأْسًا
Berkata kepada kami Abu Bakar, katanya: berkata kepada kami ‘Abbad bin Al ‘Awwam, dari Sa’id, dari Abu Ma’syar, dari Ibrahim (An Nakha’i, pen), bahwa dia bersama ‘Alqamah dan Al Aswad menemui istri-istri Nabi ﷺ: mereka berdua melihat istri-istri nabi memakai mantel berwarna merah. Ibrahim An Nakha’i berpendapat tidak apa-apa pula memakai celupan ‘ushfur (warnanya merah, pen). (Imam Ibnu Abi Syaibah, Al Mushannaf No. 24739)
Mujahid berkata:
أَنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرَوْنَ بَأْسًا بِالْحُمْرَةِ لِلنِّسَاءِ
Mereka (para sahabat nabi) tidak mempermasalahkan wanita memakai warna merah. (Ibid, No. 24740)
Ibnu Abi Malikah berkata:
رَأَيْتُ عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ دِرْعًا، وَمِلْحَفَةً مُصَبَّغَتَيْنِ بِالْعُصْفُرِ
Aku melihat Ummu Salamah (Istri nabi) memakai baju pelindung dan mantel yang keduanya dicelup dengan ‘ushfur (warnanya merah). (Ibid No. 24741)
Al Qasim (cucu Abu Bakar Ash Shiddiq) berkata:
أَنَّ عَائِشَةَ، كَانَتْ تَلْبَسُ الثِّيَابَ الْمُعَصْفَرَةَ، وَهِيَ مُحْرِمَةٌ
Bahwasanya, Aisyah dahulu memakai pakaian hasil celupan ‘ushfur dan saat itu dia sedang ihram. (Ibid, No. 24742. Juga oleh Imam Al Bukhari dalam Shahihnya secara mu’allaq, 2/137. Al Hafizh mengatakan: sanadnya shahih. Fathul Bari, 3/405. Juga Al Qasthalani dalam Irsyad As Sari, 3/111)
Fathimah binti Mundzir berkata:
أَنَّ أَسْمَاءَ كَانَتْ تَلْبَسُ الْمُعَصْفَرَ، وَهِيَ مُحْرِمَةٌ
Bahwa Asma dahulu memakai pakaian yang tercelup ‘ushfur dan dia sedang ihram. (Ibid, No. 24745)
Sa’id bin Jubair bercerita:
أَنَّهُ رَأَى بَعْضَ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، تَطُوفُ بِالْبَيْتِ وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ مُعَصْفَرَةٌ
Dia melihat sebagian istri Nabiﷺ thawaf di ka’bah sambil memakai pakaian yang tercelup ‘ushfur. (Ibid, No. 24748)
Perlu diketahui, bahwa pakaian jika dicelup oleh pewarna ‘ushfur (sejenis tanaman) maka biasanya dominannya adalah merah. Berkata Al Hafizh Ibnu hajar:
فَإِنَّ غَالِب مَا يُصْبَغ بِالْعُصْفُرِ يَكُون أَحْمَر
Sesungguhnya apa saja yang dicelupkan ke dalam ‘ushfur maka dominasi warnanya adalah menjadi merah. (Fathul Bari, 10/305. Darul Ma’rifah, Beirut). Seperti ini juga dikatakan oleh Imam Asy Syaukani. (Nailul Authar, 2/110)
Riwayat-riwayat di atas menunjukkan kebolehan memakai warna merah bagi wanita muslimah. Bahkan itu dipakai juga oleh istri-istri Nabi ﷺ seperti Ummu Salamah dan ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anhuma, dan ketahui oleh laki-laki yang bukan mahram mereka, bahkan ‘Aisyah dan Asma Radhiallahu ‘Anhuma memakainya ketika di luar rumah yakni ketika ihram.

Riwayat kedua: Warna hijau

Dari ‘Ikrimah:
أَنَّ رِفَاعَةَ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ، فَتَزَوَّجَهَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الزَّبِيرِ القُرَظِيُّ، قَالَتْ عَائِشَةُ: وَعَلَيْهَا خِمَارٌ أَخْضَرُ، فَشَكَتْ إِلَيْهَا وَأَرَتْهَا خُضْرَةً بِجِلْدِهَا، فَلَمَّا جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَالنِّسَاءُ يَنْصُرُ بَعْضُهُنَّ بَعْضًا، قَالَتْ عَائِشَةُ: مَا رَأَيْتُ مِثْلَ مَا يَلْقَى المُؤْمِنَاتُ؟ لَجِلْدُهَا أَشَدُّ خُضْرَةً مِنْ ثَوْبِهَا.
Sesungguhnya Rifa’ah menceraikan istrinya, lalu mantan istrinya itu dinikahi oleh Abdurrahman bin Az Zubair Al Qurazhi. ‘Aisyah berkata: “Dia memakai kerudung berwarna hijau,” dia mengadu kepada ‘Aisyah dan terlihat warna hijau pada kulitnya. Ketika datang Rasulullah ﷺ saat itu kaum wanita sedang saling membantu di antara mereka. ‘Aisyah berkata: “Aku tidak pernah melihat seperti apa yang dialami para kaum mu’minah, sungguh kulitnya lebih hijau (karena luntur, pen) dibanding pakaian yang dipakainya.” (HR. Bukhari No. 5825)
Kisah shahih ini menunjukkan kebolehan memakai warna hijau, dan ini pun juga diketahui oleh Nabi ﷺ.

Riwayat ketiga: kombinasi hitam dan merah

Sakinah berkata:
دَخَلْتُ مَعَ أَبِي عَلَى عَائِشَةَ فَرَأَيْتُ عَلَيْهَا دِرْعًا أَحْمَرَ، وَخِمَارًا أَسْوَدَ
Aku dan ayahku menjumpai ‘Aisyah, aku melihat ‘Aisyah memakai baju pelindung berwarna merah, dan kerudungnya berwarna hitam. (Ibnu Abi Syaibah, Al Mushannaf , No. 24748)

Riwayat keempat: motif warna warni

عَنْ أُمِّ خَالِدٍ بِنْتِ خَالِدٍ: أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثِيَابٍ فِيهَا خَمِيصَةٌ سَوْدَاءُ صَغِيرَةٌ، فَقَالَ: «مَنْ تَرَوْنَ أَنْ نَكْسُوَ هَذِهِ» فَسَكَتَ القَوْمُ، قَالَ: «ائْتُونِي بِأُمِّ خَالِدٍ» فَأُتِيَ بِهَا تُحْمَلُ، فَأَخَذَ الخَمِيصَةَ بِيَدِهِ فَأَلْبَسَهَا، وَقَالَ: «أَبْلِي وَأَخْلِقِي» وَكَانَ فِيهَا عَلَمٌ أَخْضَرُ أَوْ أَصْفَرُ
Dari Ummu Khalid binti Khalid: didatangkan ke Nabi ﷺ pakaian yang terdapat motif berwarna hitam kecil-kecil. Nabi bersabda: “Menurut kalian siapa yang pantas memakai pakaian ini?” Mereka terdiam. Beliau bersabda: “Panggilkan kepadaku Ummu Khalid.” Lalu didatangkan Ummu Khalid dan dia dibopong. Lalu Nabi ﷺ mengambil pakaian itu dengan tangannya sendiri dan memakaikan ke Ummu Khalid, lalu bersabda: “Pakailah ini sampai rusak.” Dan, pakaian tesebut juga terdapat corak berwarna hijau dan kuning. (HR. Bukhari No. 5823)
Kisah ini begitu jelas bolehnya muslimah memakai pakaian kombinasi beberapa warna atau bermotif warna warni, di sebutkan beragam warna motif, hitam, hijau, dan kuning. Bahkan Nabi ﷺ sendiri yang memakaikannya kepada Ummu Khalid. Jika ini terlarang pastilah Nabi ﷺ akan mencegahnya tapi justru Beliau yang memakaikannya sendiri. Wallahu A’lam
Berkata Syaikh Abdul Halim Abu Syuqqah Rahimahullah:
Sesungguhnya keserasian dalam perhiasan yang menghiasi pakaian, tidaklah menarik perhatian laki-laki, dan tidak disifati dengan tabarruj, karena tabarruj adalah apabila wanita mempertontonkan kecantikan dan keindahan dirinya sehingga dapat membangkitkan syahwat laki-laki. Ada pun jika pakaian memiliki pakaian yang indah tetapi tidak mencolok, dan dalam model yang indah tapi tidak menarik perhatian, maka model dan warna seperti ini dikenal dan dominan di kalangan muslimah. Semua itu tidak membangkitkan syahwat laki-laki, baik dari niat si wanita maupun dari pengaruh yang disebabkan oleh warna dan model pakaian-pakaian yang beraneka ragam. Ini merupakan perkara yang dapat disaksikan di beberapa negara Islam. Satu model dengan banyak warna tampak pada mala’ah Sudan dan pada pakaian wanita di perkampungan Siria. Sedangkan macam-macam warna dengan beragam model, tampak pada pakaian para mahasiswi yang sopan di kampus-kampus Mesir dan Kuwait. Kebanyakan mereka memakai pakaian dengan bermacam warna dan model, tetapi tetap terjaga oleh kesucian dan pemeliharaan diri, sehingga mereka dihormati dan dihargai. (Syaikh Abdul Halim Abu Syuqqah,Kebebasan Wanita, Jilid 4, Hal. 352. GIP, Jakarta) Wallahu a’lam. (dakwatuna/usb)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2015/06/16/70131/bolehkah-wanita-memakai-pakaian-berwarna-warni/#ixzz3dPyhRIDf 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook