Minggu, 17 Januari 2016

Tahajjud Mahar Bagi Bidadari

Tahajjud Mahar Bagi Bidadari

Azhar bin Mughits adalah seorang yang ahli ibadah. Dalam ceritanya ia bermimpi bertemu dengan seorang perempuan yang tak sama dengan perempuan-perempuan yang pernah ia temui. Azhar bertanya pada perempuan itu, “Siapa kamu?”
“Bidadari.” Jawabnya.

Azhar pun menawarkan diri untuk menikah dengan perempuan itu. Kemudian bidadari itu menjawab, “Pinanglah aku pada Tuhanmu, serta berilah aku mas kawin.”

“Apa maskawin untukmu?” Tanya Azhar penasaran.

Si bidadari itupun menjawab, “Istiqamah salat tahajjud.”

Diambil dari kitab: Ihyâ’ Ulûmiddîn (al-Ghazali)

Riyaa' yang Kreatif

Riyaa' yang Kreatif

Syaitan tidak berhenti berusaha menjadikan amalan anak Adam tidak bernilai di sisi Allah. Diantara cara jitu syaitan adalah menjerumuskan anak Adam dalam berbagai model riyaa’. Sehingga sebagian orang “KREATIF” dalam melakukan riyaa’, yaitu riyaa’ yang sangat halus dan terselubung. Diantara contoh kreatif riyaa’ tersebut adalah :

Pertama : Seseorang menceritakan keburukan orang lain, seperti pelitnya orang lain, atau malas sholat malamnya, tidak rajin menuntut ilmu, dengan maksud agar para pendengar paham bahwasanya ia tidaklah demikian. Ia adalah seorang yang dermawan, rajin sholat malam, dan rajin menuntut ilmu. Secara tersirat ia ingin para pendengar mengetahui akan amal ibadahnya.
Model yang pertama ini adalah model riya’ terselubung yang terburuk, dimana ia telah terjerumus dalam dua dosa, yaitu mengghibahi saudaranya dan riyaa’, dan keduanya merupakan dosa besar. Selain itu ia telah menjadikan saudaranya yang ia ghibahi menjadi korban demi memamerkan amalan sholehnya

Kedua : Seseorang menceritakan nikmat dan karunia yang banyak yang telah Allah berikan kepadanya, akan tetapi dengan maksud agar para pendengar paham bahwa ia adalah seorang yang sholeh, karenanya ia berhak untuk dimuliakan oleh Allah dengan memberikan banyak karunia kepadanya.

Ketiga : Memuji gurunya dengan pujian setinggi langit agar ia juga terkena imbas pujian tersebut, karena ia adalah murid sang guru yang ia puji setinggi langit tersebut. Pada hakikatnya ia sedang berusaha untuk memuji dirinya sendiri, bahkan terkadang ia memuji secara langsung tanpa ia sadari. Seperti ia mengatakan, “Syaikh Fulan / Ustadz Fulan…luar biasa ilmunya…, sangat tinggi ilmunya mengalahkan syaikh-syaikh/ustadz-ustadz yang lain. Alhamdulillah saya telah menimba ilmunya tersebut selama sekian tahun…”

Keempat : Merendahkan diri tapi dalam rangka untuk riyaa’, agar dipuji bahwasanya ia adalah seorang yang low profile. Inilah yang disebut dengan “Merendahkan diri demi meninggikan mutu”

Kelima : Menyatakan kegembiraan akan keberhasilan dakwah, seperti banyaknya orang yang menghadiri pengajian, atau banyaknya orang yang mendapatkan hidayah dan sadar, akan tetapi dengan niat untuk menunjukkan bahwasanya keberhasilan tersebut karena kepintaran dia dalam berdakwah

Keenam : Ia menyebutkan bahwasanya orang-orang yang menyelisihinya mendapatkan musibah. Ia ingin menjelaskan bahwasanya ia adalah seorang wali Allah yang barang siapa yang mengganggunya akan disiksa atau diadzab oleh Allah.
Ini adalah bentuk tazkiyah (merekomendasi) diri sendiri yang terselubung.

Ketujuh : Ia menunjukkan dan memamerkan kedekatannya terhadap para dai/ustadz, seakan-akan bahwa dengan dekatnya dia dengan para ustadz menunjukkan ia adalah orang yang sholeh dan disenangi para ustadz.

Padahal kemuliaan di sisi Allah bukan diukur dari dekatnya seseorang terhadap ustadz atau syaikh, akan tetapi dari ketakwaan. Ternyata kedekatan terhadap ustadz juga bisa menjadi ajang pamer dan persaingan.

Kedelapan : Seseorang yang berpoligami lalu ia memamerkan poligaminya tersebut. Jika ia berkenalan dengan orang lain, serta merta ia sebutkan bahwasanya istrinya ada 2 atau 3 atau 4. Ia berdalih ingin menyiarkan sunnah, akan tetapi ternyata dalam hatinya ingin pamer. Poligami merupakan ibadah, maka memamerkan ibadah juga termasuk dalam riyaa’.

Para pembaca yang budiman, ini sebagian bentuk riyaa’ terselubung, semoga Allah melindungi kita dari terjerumus dalam bentuk-bentuk riyaa’ terselubung tersebut. Tidak perlu kita menuduh orang terjerumus dalam riyaa’ akan tetapi tujuan kita adalah untuk mengoreksi diri sendiri.
Hanya kepada Allahlah tempat meminta hidayah dan taufiiq.

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

Jangan Takut Miskin Setelah Menikah Karena Allah Sudah Menjanjikan RizkiNya

Jangan Takut Miskin Setelah Menikah Karena Allah Sudah Menjanjikan RizkiNya

“Dan kawinkanlah orang orang yang sendirian di antara kamu, dan orang orang yang layak (berkawin) dari hamba hamba sahayamu yang lelaki dan hamba hamba sahayamu yang perempuan.

Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas pemberianNya lagi Maha Mengetahui” Begitulah janji Allah dalam QS An Nuur :32) , Masih takut menikah !

Imam Al Qurtubi, mengatakan , ayat tersebut mengandung makna, bahwa jangan biarkan kemiskinan seorang laki laki dan seorang wanita menjadi sebuah alasan untuk tidak menikah semata semata meperoleh ridha Allah dan mencari tempat perlindungan dari ketidak patuhan padaNya, Allah akan memampukannya dan Allah akan mengkayakannya. Ayat itu merupakan bukti bahwa menikah itu tidak pandang bulu. Anda diperbolehkan menikahi orang miskin.

Karena itulah, tidak seharusnya anda berkata, “ Bagaimana aku akan menikah jika aku tidak punya uang?” atau berkata, “ Susah sekali jika aku menikahi orang miskin, jangan jangan aku akan menjadi semakin miskin?’ jangan pernah berkata dan berfikiran seperti itu. Mengapa? Sebab rizki telah dijanjikan oleh Allah, dan makanan pun telah dijamin oleh Allah.

Merujuk pada pemaparan pemaparan tersebut, tidak sepatutnyalah kita takut menikah hanya karena kita miskin, justru saat miskin itulah kita harus berani menikah. Bismillah !!!

Menikah karena Allah , niscaya Allah menjamin kehidupan kita. Lihatlah betapa Rasulullah menunjukan kepada kita bahwa kemiskinan bukanlah penghalang buat menikah.

Buktinya ? beliau berani menikahkan seorang perempuan yang datang kepada beliau dengan seorang lelaki miskin yang tidak mempunyai apa apa selain pakaian yang melekat di tubuhnya.

Hal ini penting saya tekankan, lantaran kebanyakan faktor orang takut menikah karena mereka miskin, sehingga dengan menikah, mereka mengira akan semakin miskin dan susah hidupnya. Padahal, Allah berkata lain, justru dengan menikah  Dia akan mengayakan dan memampukan kita.

Coba pahami dan resapi perkataan sahabat Nabi di bawah ini, kalau kalian masih takut miskin karena menikah, maka pertanyakan keimananmu !!!

“ Patuhilah Allah dalam apa apa yang Dia telah perintahkan padamu untuk menikah. Dia akan memenuhi janjiNya untuk membuatmu kaya.” (Abu Bakar Ash Shiddiq)

“ Carilah kekayaan lewat pernikahan ! aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih aneh daripada seorang laki laki yang tidak mencari kekayaan lewat pernikahan. Padahal Allah telah menjanjikan “…Jika mereka miskin, maka Allah akan mengumpulkan mereka dengan karuniaNya “(Umar bin Khattab)

“Temukanlah kekayaan dengan menikah.” (Abdullah bin Mas’ud)

Untuk Kita yg Menunggu Jodoh

Untuk Kita yang Sedang Menunggu Jodoh

SAUDARAKU

Janji Allah adalah benar, rencana-Nya adalah yang terbaik. Allah berkuasa penuh untuk menjaga manusia dalam kebaikan. Allah juga yang memilihkan jodoh bagi setiap insan. Dan, pilihan Allah pasti yang terbaik. Begitu sejak dulu, dan akan begitu seterusnya.
Jika kita sudah merindukan pertemuan dengan jodoh kita, namun kita masih merasa galau, bimbang dan merasa diri penuh kekurangan, penampilan tidak menarik, harta tidak banyak dan kedudukan rendah, segeralah memperbaiki prasangka kepada Allah. Sesungguhnya Allah sesuai dengan prasangka kita. Ingat, Dia adalah yang paling menginginkan kebaikan dan kebahagiaan bagi kita.

Saudaraku,

Doa kita kepada Allah adalah senjata terbaik untuk menjemput jodoh kita. kita mungkin pernah berada dalam suatu keadaan ketika kita merasa kecil, tak berdaya, sudah mengusahakan banyak hal tapi hanya jalan buntu yang kita dapatkan. Dalam kondisi seperti ini, kita harus ingat pula bahwa sesungguhnya Allah Mahabesar.

Allah yang menciptakan langit dan bumi yang hingga saat kita tidak pernah tahu batasnya. Allah yang menciptakan bintang-bintang dan planet-planet di semesta raya yang hingga kini tidak kita ketahui jumlahnya. Allah pula yang membuat air mengambang di angkasa dalam bentuk awan, lalu dari awan itu Dia turunkan hujan, dan dari hujan itu Dia ciptakan kehidupan. Dan hebatnya Allah, semua itu Allah lakukan dalam waktu yang sama.

Saudaraku,

Lalu, apa kita mengira bahwa mempertemukan kita dengan pasangan hidup kita lebih sulit bagi Allah dibandingkan itu semua?

Perbanyaklah berdoa, meski tampak masih belum dibukakan jalan juga. Salah satu nikmat terbesar dan sering diterima dari Allah adalah pengabulan doa-doa kita. kita mungkin selama ini tidak sadar. Tapi coba perhatikan, berapa kali kita berada dalam kesulitan kemudian kita berdoa pada Allah dan Allah mengabulkan?

Perbanyaklah berdoa. Takinlah Allah akan mengabulkannya, tak terkecuali dalam urusan jodoh kita.

“Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.” (QS. Maryam: 4).

Referensi: Dream anda Pray/Karya: @Doaindah/Penerbit:QultumMedia

Ini Kenapa Islam Merangan Memuji Seseorang di Hadapannya

Ini Kenapa Islam Merangan Memuji Seseorang di Hadapannya

semua tentang agama islam
"Jika kalian melihat orang-orang yang suka memuji, maka tumpahkanlah debu ke mukanya"

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallāhu ‘anhu, dia berkata, “Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallampernah mendengar seorang lelaki sedang menyanjung lelaki lainnya dan melampaui batas dalam memujinya, lalu beliau bersabda,
أَهْلَكْتُمْ  أَوْ قَطَعْتُمْ ظَهْرَ الرَّجُلِ
“Kalian telah menghancurkan atau mematahkan punggung orang tersebut.”[1]

Dari Abu Bakrah radhiyallāhu ‘anhu, bahwasanya seseorang pernah disebut di depan NabiShallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu seseorang memuji baik kepadanya, maka Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وَيَحْكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ
“Celaka kamu! Kamu telah memotong leher temanmu.”
Beliau mengucapkannya berulang-ulang kali,
إِنْ كَانَ أَحَدُكُمْ مَادِحًا لَا مُحَالَةَ فَلْيَقُلْ أَحْسِبُ كَذَا وَ كَذَا إِنْ كَانَ يَرَى أَنَّهُ كَذلِكَ وَ اللهُ حَسِيْبُهُ وَلَا يُزَكِّيْ عَلَى اللهِ أَحَدًا
“Jika seorang dari kalian mau tidak mau harus memuji, maka sebaiknya dia berkata, ‘Saya kira begini dan begini.’ Jika terlihat bahwasanya dia demikian, cukuplah Allah yang menghisabnya, dan tidaklah dia mengakui seseorang suci di hadapan Allah’”[2]

Dari Hamman bin Harits, bahwasanya seorang lelaki pernah memuji Utsman radhiyallāhu ‘anhu, lalu Miqdad menghampiri dan duduk berlutut di atasnya, padahal dia lelaki yang berbadan besar, lalu dia menumpahkan kerikil ke mukanya. Maka Utsman pun berkata kepadanya, “Ada apa denganmu?” Dia menjawab, “Sesungguh-nya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda,
إِذَا رَأَيْتُمْ المَدَّاحِيْنَ فَاحْثَوْا فِيْ وُجُوْهِهِمُ التُّرَابَ
“Jika kalian melihat orang-orang yang suka memuji, maka tumpahkanlah debu ke mukanya” [3]

Dari Mu’awiyah radhiyallāhu ‘anhu, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam  bersabda,
إِيَّاكُمْ وَالتَّمَادِحَ فَإِنَّهُ الذَّبْحُ
“Jauhilah olehmu saling memuji, karena itu berarti penyembelihan”[4]

Catatan Kaki:
[1] HR. Al-Bukhari (8/22), dan Muslim (3001) dalam pembahasan zuhud dan belas kasihan.

[2] HR. Al-Bukhari (8/22), dan Muslim (3001) dalam pembahasan zuhud dan belas kasihan, dan juga diriwayatkan oleh yang lainnya.

[3] Diambil dari Shahih Muslim (3002) dalam pembahasan zuhud dan belas kasih.

[4] HR. Ibnu Majah dan yang lainnya, sebagaimana terdapat dalam ash-Shahihah hadits no. 1284

Diketik ulang dari buku “Manajemen Lisan Saat Diam Saat Bicara” , Judul Asli: Hasha’id al-Alsun karya Husain al-Awayisyah

Artikel:Muslimah.or.id

Hadis Hadis

MEMELIHARA AKAL DENGAN ILMU

Ya..Allah, tambahkanlah ilmu bagiku dan jangan Engkau memalingkan hatiku.(HR.Abu Dawud)

Tak ada melarat yang lebih parah dari kebodohan dan tak ada harta yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal.(HR.Ibnu Majah)

Ya...Allah aku berlindung kepadaMu dari kelemahan, rasa malas, sifat pengeut, menyia-nyiakan usia, dan sifat kikir.(HR.Musim)

Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (Ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup,”(HR.Bukhari dan Muslim)

Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti memudahkan baginya jalan menuju surga.(HR.Muslim)

PENGENDALIAN DIRI PANGKAL KEBAHAGIAAN

Bahagia sekali orang-orang yang menahan lidahnya, dari pada berkata-kata secara berlebih-lebihan.(Al-Hadist)
Berbahagialah orang-orang yang dapat mengendalikan dirinya sendiri sebelum menyalahkan orang lain.(Al-Hadist)

MEMULIAKAN WAKTU
Satu hari bagi orang berilmu lebih baik daripada setahun bagi orang dungu.(Al-Hadist)
Hai...Anak Adam luangkanlah waktu untuk beribadah kepadaKu, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan.(HR.Tirmidzi)

Apabila engkau berada pada sore hari, janganlah menunggu waktu pagi. Apabila engkau berada diwaktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Ambillah masa sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum datang kematianmu.(HR.Bukhari)

Ambillah 5 perkara sebelum 5 perkara :
1.       Waktu mudamu sebelum waktu tuamu
2.       Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu
3.       Masa kayamu sebelum datang msa kefakiranmu
4.       Masa luangmu sebelum masa sibukmu
5.       Hidupmu sebelum datang kematianmu.(HR.Al-Hakim)
MENDIDIK ANAK SHOLEH
Setiap anak yang lahir terpelihara dengan aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ke-7 (dari kelahirannya, dicukur, dan diberi nama.(HR.Abu Dawud)
Peliharalah anak-anakmu dan perbaikilah budi pekertinya, sesungguhnya anak-anak itu adalah hadiah Allah kepadamu.(Al-Hadist)
Apabila seorang anak Adam telah mati, terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara; sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang selalu mendoakannya.(Al-Hadist)

Rujukan dari buku : 1001 Ayat Motivasi penuntun Hidup Dunia dan Akhirat (By. Firmansyah Adilah)

Hadis Sabar Dan Syukur

BERSYUKUR, SABAR DAN BERUSAHA

Rasulullah Mengagumi seorang mukmin yang bila ia memperoleh kebaikan, ia memuji Allah dan bersyukur. Bila ia ditimpa musibah, ia memuji Allah dan ia bersabar. ( HR.Ahmad)

Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan, dia bersabar. (HR.Ahmad)

Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah berdoa. (HR.Ath-Thabrani)

Iman terbagi dua separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur.(HR.Al-Baikaqi)
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan pada seorang hamba yang lebih luas baginya dari pada sabar. (HR.Al-Hakim)

“Ya Nabi, berilah aku wasiat” Rasullalah bersabda,”Jangan marah!” ditanya berulang kali dan tetap dijawab, “Jangan marah!” HR.Bukhari)

Sesungguhnya yang berkecukupan adalah orang yang hatinya selalu merasa cukup, dan orang fakir adalah orang yang hatinya selalu rakus. (HR. Ibnu Hibban)

Allah sangat enyukai orang-orang mukmin yang mempuyai pekerjaan.(Al-Hadist)

Sebaik-baik pekerjaan ialah usaha seseorang dengn tangannya sendiri.(Al-Hadist)

Memperoleh sesuatu dengan tangan sendiri adalah lebih baik dan lebih disukai dari pada meminta-minta.(Al-Hadist)

Hendaklah selalu berbuat baik dan jauhkanlah selalu dari perbuatan maksiat.(Al-Hadist)

Ya Allah Berkahilah Umatku( Muhmmad) yang pada waktu pagi hari mereka bangun (Bangun fajar).(HR.Ahmad)

Sesungguhnya rezeki mencari seorang hamba sebagaimana ajal mencarinya.(HR.Ath-Thabrani)

Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardu.(HR.Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Seungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah/lelah dalam mencari rezeki yang halal.(HR.Ad-Dailami)

Berbaik sangka kepada Allah adalah termasuk ibadah yang baik.(HR. Abu Dawud)
Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tetapi kaya itu adalah kaya hati.(HR.Muslim)
Turunkanlah rezekimu(dari Allah)dengan mengeluarkan sedekah.(HR.Baihaqi)

Tangan yang diatas lebih baik daripada tangan yang dibawah. (Al-Hadist)
Allah berfirman( didalam hadist Qudsi).” Hai Anak adam, infaklah (Nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR.Muslim)

Sesungguhnya sedekah itu dapat menghilangkan murka Allah dan dpat mencegah dari kematian yang buruk. (HR.At-Tirmidzi)

Rasulullah bersabda : “Pintu-pintu sedekah itu adalah bertakbir, bertasbih, bertahmid, beristighfar, memerintahkan kepada kebaikan, dan mencegah dari pada yang munkar, menyingkirkan duri, tulang dan batu dijalan yang dilalui orang, menuntun orang buta, membantu orang tuli untuk mendengar sesuatu perkataan. Semua itu dalah pinu sedekah bagimu terhadap dirimu. “(HR. Ahmad)

Barang siapa menanam suatu tanaman, kemudan ada burung atau siapapun mencari rezeki, dan makan dari tanaman itu, maka bagi penanam tersebut adalah sebagai sedekah. (HR.Imam Ahmad dr Ibnu Khuzaimah)

Orang dermawan dekat kepada Allah, dekat kepada rahmatNya, serta selamat dari siksaNya, sedangkan orang yang kikir, jauh dari Allah, jauh dr rahmatNya, dan dekat sekali kepada siksanya.(Rasullulah SAW)
Rasulullah SAW memerintahkan agar dzakat itrah diberikan sebelum manusia berangkat shalat ied.(HR.MUSLIM)
Niat Seorang mukmin lebh baik dari amalnya.(HR.Al-Baihaqi dan Ar-Rabii’)

Tiada seorang muslim trtusuk duri atau lebih dari itu,kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa(HR.Bukhari)

Yang menyebabkan agama cacat adalah hawa nafsu(HR.Asy-Syihaab)

Permudahlah, jangan mempersulit, dan jadikan suasana yang tenteram. Jangan menakut nakuti.(HR.Muslim)

“Amal apakah yang disukai Allah?” Rasulullah berkata, “yang dikerjakan secara tetap (Istiqomah) walaupun sedikit.”(HR.Bukhari)

Barang siapa dikehendaki Allah kebaikan baginya, maka dia diuji (dicoba dengan satu musibah), Barang siapa yang memelihara kesopanan dirinya, Allah akan memeliara kesopanannya. Siapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupinya, dan siapa yang melatih kesabaran, maka  Allah akn menyabarkannya. Dan tiada seorangpun mendapat karuni pemberian) Allah yang lebih baik dari kesabaran. (HR.Bukhari)

Tiada sesuatupun yang lebih berat dalam timbangan (pda hari kiamat) dari ahlak yang baik.(HR.Dawud)

Sesungguhnya orang yang termasuk orang yang baik-baik ialah orang yang paling baik ahlak dan adab sopannya. (Al-Hadist)

Barang siapa  diantara kalian yg melihat kemunkaran hendaknya ia mengubah dengan tangannya. Jika tidak bisa melakukan dengan tangannya, hendaklah ia mengubah  dengan lisannya.Jika tidak bisa melakukan dengan lisannya, hendaklah ia melakukan dengan hatinya. Itulah iman yang paling lemah.”(HR.Bukhrari)

Dari Aisyah ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ memegang janji dengan baik adalah bagian dari iman,”(HR.Bukhari)

Rasulullah SA bersabda,” Orang yang pandai membaca alquran akan bersama para rasul yang mulia dan dan para waliullah, adpun orang yang membaca alqur’an dengan tersendat-sendat karena sulit baginya membaca alqur’an,maka ia mendapat dua pahala.”(Aisyah ra)

Wahai Abu Hurairah, potonglah kuku-kukumu, sesungguhnya setan mengikat ( melalui) kuku yang panjang.(HR.Ahmad)
Hiduplah  didunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.(HR.Bukhari)

Hidup didunia hanya sebagai tempat tinggal sementara untuk melanjutkan perjalanan nan jauh menuju keabadian.(Rasulullah)
Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu bisa membersihkan dosa dan menyebabkan zuhud atau tidak cinta kepada dunia.Hari ini (didunia) adlah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (diakherat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal.(HR.Bukhari)

Hadis Pilihan

INDAHNYA SILATURRAHIM
Ada dua kaki yang sangat disukai Allah, yaitu kaki yang dilangkahkan untuk menunaikan shalat fardhu dan kaki yang dilangkahkan untuk silaturrahim.(Al-Hadist)
Barang siapa yang dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menghubungkan tali kekerabatan.(HR.Bukhari)
Tak beriman kepadaku orang yang hidup sangat kenyang, sedangkan tetangganya kelaparan disampingnya dan ia tahu. (HR. Ath-Thabrani)
Barang siapa memberi dan menolak karena  Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya.(HR. ABU DAWUD)
Jauhilah hasud/ Dengki, krn hasud itu kan memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. (HR. Abu Dawud)
Allah SWT tidak akan memandang / memperhatikan seorang wanita yang tidak bersyukur terhadap suaminya. HR. Al-Hakim)
Barang siapa mengutamakan kecintaan kepada Allah atas kecintaan manusia, maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia.(HR. Ad-Dailami)
Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya didunia dan kelak diakherat. ( Al-Hadist)
Siapa yang memudhkan seseorang dalam kesulitan, niscaya Allah akan memudahkannya didunia dan akherat.(Al-Hadist)
Mencaci maki seorang mukmin adalah suatu kejahatan,dan memeranginya adlah suatu kekufuran.(HR. Muslim)
Muslim sejati adalah yang tidak pernah menggunkan lisan dan tangannya untuk menyakiti sesama muslim.(HR. Bukhari dan Muslim)
  Hasut itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu.(Al-Hadist)
Tidaklah halal bagi seseorang islam untuk menjauhi saudaranya selama tiga hari.(Al-Hadist)
Siapapun wanita yang meninggal dan suaminya ridho kepadanya, maka ia akan masuk surga.(HR.Ibnu Majah-Ath Tirmidzi)
Sambunglah tali silaturrahim kalian, sesungguhnya tiada sebuah pahala pun yang akan disegerakan ( pemberiannya) dibanding dengan pahala menyambung tali silaturrahiim(Shahih at-Targhib)
  Seorang mukmin dengan mukmin yang lain laksana rumah batu, yang satu menguatkan yang lain.(Al-Hadist)
Rasulullah SAW bersabda: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita solehah.”(Hr. Muslim)
Rasullulah bersabda: “Siapapun yang bisa menjaga lidah dan kemaluannya, aku jamin ia akan masuk surga.”(HR. Sahl Ibn Sa’d)
Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pd hari kiamat nanti(HR.Tirmidzi)
Jika Allah hendak menghancurkn suatu kaum(negeri), maka terlebih dahulu dilepaskannya rasa malu dari kaum itu.(HR.Bukhari-Muslim)
Sayangilah yang diatas muka bumi, niscaya yang diatas langitpun akan menyayangi kita. (HR.Tirmidzi)
Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh Ar-Rahman(Allah). HR.Tirmidzi)
Talak/ perceraian adalah suatu yang halal yang paling dibenci Allah(HR.Abu dawud dan Akhmad)
Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudara sesama muslim. (HR.Muslim)
Alangkah baiknya orang yang sibuk meneliti aib sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain. (HR.Muslim)
Barang siapa memaafkan saat ia mampu membalas, maka Allah akan memberinya maaf pada hari kesulitan. (HR.Ath-Thabrani)
Jangan sekali-kali kamu menganggap remeh kebajikan meski kelihatnnya tidak berharga, yaitu seperti ketika kamu menyambut temanmu dengan menampakkan wajah yang berseri –seri. (Nabi Muhammad.SAW)
Cintailah dan sayangilah para fakir miskin, maka Allah akan menyayangimu.(Rasulullah SAW