Selasa, 23 Februari 2016

Teori Meminta

Siapa yang pernah merasa kalau meminta sesuatu tapi lama dikabulkannya ?

Siapa juga yang pernah melihat orang lain dengan mudah dikabulkan doa dan permintaannya ?

Hmmm mari kita bahas...

Pernah dengar teori pengamenkah ?

Atau teori penyanyi jalanan ?

Ibarat kalau kita bertemu dengan pengamen yang suaranya sumbang, kurang bagus, atau sejenis itu pasti kita buru2 memberi seribu atau dua ribuan agar si mas2 pengamen segera menyetop acara menyanyinya.

Coba kalau kita bertemu dengan pengamen yang suaranya bagus dan merdu sekelas penyanyi terkenal ?
Pasti kita akan membiarkan si mas2 menyanyi sampai selesai, lebih lama juga tidak apa.

Jangankan 10ribuan, bahkan 50ribupun kita akan ikhlas memberi si mas2 pengamen yang bersuara bagus tersebut.

Sudah paham maksud teori di atas ?

Yup.
Allah sayang dengan umatnya yang rajin berdoa dan meminta.

Allah ingin melihat tahajut kita lebih ikhlas lagi.

Bukan berarti jika Allah cepat memberi apa yang kita minta itu artinya tidak sayang.

Tapi apabila kita sudah mendapatkan apa yang kita minta, masih rajinkah kita untuk berdoa ?

Bersusah-payah bangun di sepertiga malam ?

Allah tahu kapan waktu terbaik untuk mengabulkan doa kita, bisa jadi Allah juga akan memberi lebih dari apa yang kita minta.

Contoh kecil :
(bukan sombong atau apa ini cerita pribadi untuk jadi pelajaran diri)
Awal tahun lalu (2014) semua sudah ramai memakai samsung android saat itu hp sy hanya BB.

Menabung dan menabung, yah saya pikir tabungan hanya cukup untuk membeli Galaxy Mega.

Semakin hari saya merasa Allah semakin lama mengabulkan doa saya, karena uang lama terkumpul.

Alhasil dgn tetap berusaha dan berdoa.

Bulan September 2014 saya bisa membeli hp samsung dgn uang pribadi.

Coba tebak hp apa yang Allah berikan ?

Galaxy Note 3, harganya beda jauh dari pada Galaxy Mega awal perkiraan saya.

See ?
Jangan pernah berputus asa.

Tetap berdoa, berusaha, dan bersyukur.

Karena Allah tau kapan waktu terbaik untuk mengabulkan doa kita.

Jangan juga terkejut ketika Allah memberi LEBIH dari apa yang kita minta.

Usaha tanpa doa sama dengan sombong.

Doa tanpa usaha sama dengan bohong.

Semoga bermanfaat ya.
Wassalamualaikum

Senin, 22 Februari 2016

I B U

PENGORBANAN HEBAT SEORANG IBU DEMI SANG ANAK

“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga.

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya dipelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak sambil berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,”Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia.” kata sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku, ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.” Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.

“Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?” Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati.

Catatan :
Cerita diatas mungkin aja cuma fiktif, tapi kita ambil aja hikmah bahwa pengorbanan seorang ibu kepada anaknya sangatlah besar.

10 Pintu Masuk Iblis

SEPULUH PINTU MASUK IBLIS KE DALAM HATI MANUSIA

Bismillaah....

Fitrah hati adalah menerima hidayah dan menerima nafsu syahwat. Kedua kecenderungan ini bergumul di dalah hati secara terus-menerus, laksana dua tentara yang saling bertikai, tentara malaikat dan tentara syetan, hingga akhirnya hati menerima salah satu di antara keduanya, yang satu bersemayam, yang satunya lagi menyingkir karena kalah.

Ini yang seperti digambarkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam firmanNya:

“Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.” [Qs. An-Nas: 4]

Hati ibarat sebuah benteng, dan syetan adalah musuh yang ingin masuk memasuki benteng untuk menguasai dan merebutnya. Benteng tidak mungkin terlindungi, kecuali terjaga pintu-pintunya. Seseorang tidak dapat menyingkirkan syetan bila ia tidak mengetahui pintu-pintu masuknya.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah (segumpal daging) itu ialah hati.” [HR. Imam al-Bukhari No. 52,  2051 & Muslim No. 1599]

Berapa banyak jumlah pintunya? Sangat banyak pintunya,diantaranya pintu besar yang menjadi jalan utama yang tidak pernah sempit karena banyaknya tentara syetan.Yaitu antara lain:

Pertama,kedengkian dan sifat tamak (rakus).

Jika seseorang tamak akan sesuatu,maka akan membuatnya tuli dan buta. Namun tetap saja cahaya bashirah (mata hati/hati nurani) akan memberitahukan pintu-pintu masuk mana saja yang dilalui syetan. Apabila cahaya ini sudah tertutup kedengkian dan ketamakan, maka dia tidak dapat melihatnya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: _“Anak Adam menjadi tua, namun dua perkara menjadi besar bersamanya, cinta harta dan panjang umur”._ [HR. Imam al-Bukhari No. 6421]

Kedua,yakni amarah,syahwat dan keras hati.

Amarah merupakan bius bagi akal. Bila tentara akal melemah,maka tentara syetan maju melakukan penyerangan dan mempermainkan manusia.Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menasihati seseorang dengan berulang-ulang supaya tidak marah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: Sesungguhnya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: _“Berilah wasiat kepadaku,”_ Nabi menjawab, ”Janganlah engkau marah,” laki-laki tadi mengulangi berulang kali, beliau shallallahu 'alaihi wasallam (tetap) bersabda: “Janganlah engkau marah.” [HR. Imam al-Bukhari No. 6116]

Ketiga,suka menghias isi rumah,pakaian dan perkakas.

Orang seperti ini ingin senantiasa mempercantik rumahnya, merubah atapnya, temboknya, memperluas bangunannya, membaguskan pakaiannya dan perkakas rumah tangganya, sehingga ia pun merasa rugi karena sepanjang usia hanya memikirkan hal tersebut. Padahal umur merupakan salah satu nikmat Allah subhanahu wa ta'ala yang akan ditanyakan penggunaannya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu , Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Telapak kaki anak Adam tidak akan bergeser dari sisi Rabbnya pada hari kiamat  sampai  dia ditanya tentang lima (perkara): Tentang umurnya, untuk apa dia telah menghabiskannya; tentang masa mudanya, untuk apa dia telah menggunakannya; tentang hartanya, dari mana dia memperolehnya, dan untuk apa dia membelanjakannya; dan apa yang telah dia amalkan dari ilmu yang telah dia ketahui.” [HR. at-Tirmidzi No. 2416]

Keempat,kenyang dengan makanan juga pintu masuknya syetan ke hati manusia karena jika kenyang,maka gejolak syahwat seseorang akan menguat sehingga mengabaikan ketaatan.

Nabi shallallahu 'alaihimwasallam mengatakan bahwa seburuk-buruk wadah yang dipenuhi oleh manusia adalah perut.

Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah manusia memenuhi wadah yang lebih buruk dari pada perut. Manusia mencukupi beberapa suap yang menegakkan tulang punggungnya. Jika keinginannya mengalahkannya (untuk menambah makan), maka sepertiga (perutnya) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafas.” [HR. Ibnu Majah No. 3349 & at-Tirmidzi No. 2380]

Kelima,tamak (rakus) terhadap orang lain.

Siapa yang tamak terhadap orang lain, maka ia sedang memuji orang tersebut dengan pujian yang tidak selayaknya,mencari muka, tidak menyuruhnya kepada yang ma’ruf dan tidak mencegahnya dari yang munkar.

Keenam,terburu-buru dan tidak memiliki keteguhan hati.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

“Terburu-buru itu dari syetan dan berhati-hati itu dari Allah.” [HR At-Tirmizi No. 2012]

Ketujuh,cinta terhadap harta.

Selama cinta terhadap harta bersemayam di dalam hati, maka ia akan merusaknya, sehingga mendorong kepada pencarian harta dengan cara yang tidak benar, membawanya kepada sifat kikir, takut miskin dan mencegahnya mengeluarkan hak yang diwajibkan.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia dan Allah Mahaluas (karuniaNya) lagi Mahamengatahui.” [QS. al-Baqarah: 268]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu , Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mengingatkan akhir perjalanan harta manusia dengan sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam:

“Seorang hamba berkata: “Hartaku, hartaku,” padahal harta yang dia miliki hanyalah tiga. (Yaitu): yang telah ia makan, lalu dia membinasakannya; yang telah ia pakai, lalu dia menjadikannya usang; yang telah dia berikan (shadaqah karena Allah Ta’ala), lalu ia pasti akan memilikinya. Adapun selain itu, maka ia akan pergi dan meninggalkannya untuk manusia (yaitu ahli warisnya).” [HR. Imam Muslim No. 2959]

Kedelapan,mengajak orang-orang awam kepada fanatisme mazhab,tanpa melaksanakan amalan sesuai esensinya (kepentingannya).

Kesembilan,mengajak orang-orang awam untuk berfikir mengenai Dzat Allah subahanahu wa ta'ala,sifat-sifatNya dan masalah-masalah yang sebenarnya di luar jangkauan akal mereka,sehingga membuat mereka ragu terhadap dasar agama.Karena sesungguhnya akal manusia terbatas,dan ia tidak mampu memikirkan Dzat Allah subhanahu wa ta'ala.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Berfikirlah tentang nikmat-nikmat Allah, dan janganlah kamu berfikir tentang (dzat) Allah ‘Azza wa Jalla.” [Silsilah ash-Shahîhah No. 1788]

Kesepuluh,berburuk sangka terhadap kaum muslimin.

Melalui pintu ini, syetan ingin memutuskan tentang diri seorang Muslim berdasarkan buruk sangka, melecehkannya, mengatakan yang macam-macam tentang dirinya dan melihat dirinya lebih baik darinya. buruk sangka bisa dibuat sedemikian rupa, sehingga sesuai dengan selera orang yang buruk sangka. Orang mukmin adalah yang memaafkan orang mukmin lainnya, sedangkan orang munafik adalah yang mencari-cari keburukan. Maka setiap orang harus hati-hati terhadap titik-titik sensitif yang sering memancing tuduhan, agar orang lain tidak buruk sangka kepadanya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu , Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Jauhilah persangkaan, karena sesungguhnya persangkaan itu adalah berita yang paling dusta. Dan janganlah engkau mencari-cari (mendengarkan) berita tentang kejelakan manusia, janganlah engkau menyelidiki cacat-cacat manusia, janganlah engkau saling melakukan tipu daya, janganlah engkau saling hasad, janganlah engkau saling membenci, janganlah engkau saling membelakangi. Jadilah engkau hamba-hamba Allah yang bersaudara.” [HR. Bukhari No. 6066 & Imam Muslim No. 2563]

Itulah sepuluh pintu masuk bagi syetan.Cara terapinya adalah menutup pintu-pintunya dengan cara membersihkan hati dari sifat-sifat yang tercela.

Pesan Ibu

PESAN IBU : JANGAN PERNAH KAU BUAT WANITA MENANGIS KARENA ULAHMU

Seorang ibu kerap memberi nasehat kepada anak lelaki agar jangan terbiasa menangis. Lelaki yang terbiasa menangis dianggap lemah, merendahkan derajatnya sebagai calon imam rumah tangga. Tetapi ada satu hal yang patut diajarkan, “Jangan pernah membuat wanita menangis, sebab sesungguhnya lelaki yang menyakiti wanita hingga sang wanita mengeluarkan setetes air mata, justru pada saat inilah sang lelaki sangat rendah derajatnya sebagai pemimpin rumah tangga!”

Ajarkanlah kepada anak lelaki agar jangan sampai membuat wanita bersedih, katakanlah, “Anakku, jika engkau terpikir untuk membuat wanita menangis, ingatlah ibu. Tegakah engkau menyakiti bagian dari ibumu, sebab kami sama-sama wanita.

Dari itu, belajarlah menjadi lelaki yang bertanggung jawab untuk menyediakan ruang kekalahan demi memuliakan wanita. Percayalah, membuat wanita menangis tidak akan membuatnya patuh, justru membuatnya sadar menjadikanmu imam rumah tangga ialah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Wanita tidak perlu dikuasai dengan kekerasan, sebab hatinya sangat rentan untuk tersentuh kesedihan. Berikanlah kesanggupan melembutkan hati, menyantunkan jiwa, serta membijaksanakan hidup untuk berkerja cinta yakni melindungi wanita dari potensi dukacita.

Percayalah, wanita akan lebih mencintaimu meski pun tak pernah kau ujarkan kata cinta dengan syarat dirimu mampu menjadi pribadi yang menghargai satu perkara: wanita butuh diarahkan dengan pengertian, bukan dengan kemarahan.”

Begitulah yang mesti diajarkan seorang ibu pada anak lelakinya. Sehingga kelak pada saat dewasa, diharapkan mampu menjaga hati, jiwa, dan kehidupanya untuk memuliakan wanita dengan cinta yang tiada ada habisnya. Semoga Allah memperkenankan kiranya.

Trimakasih

Aku selalu ingin berterimakasih pada lelaki yang menundukkan pandangannya saat wanita lewat didepannya, tidak menatap wajah non mahram saat bicara.

Aku juga selalu ingin berterimakasih pada lelaki yang tidak mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan wanita yang bukan mahramnya.

Aku selalu ingin berterimakasih pada lelaki yg tidak mau berada dekat-dekat dengan wanita. Membantu dirinya, pun si wanita, menjauhi fitnah.

Aku selalu ingin berterimakasih pada lelaki yang tidak suka bicara banyak, terlebih pada hal tidak berfaedah, dari hal-hal yg tidak syar'i..

Aku, berterimakasih. Meski aku tidak tahu dia siapa, meski tidak pernah menemuinya. Aku berterimakasih padanya, pada keberadaannya di dunia.

Aku berterimakasih, karena tidak sedikit lelaki di zaman ini tidak malu memandang wajah wanita, memuji parasnya, menyentuh badan non mahram.

Minggu, 21 Februari 2016

Zikrullah

Jadikanlah apa yg engkau lihat & apa yg engkau pegang di setiap aktifitas itu tasbih untuk selalu berdzikir kepada allah swt

niatkanlah di setiap kita mau berangkat bekerja dg niat "menjalankan perintah allah dan apa apa yg kita kerjakan semoga bermanfaat bagi orang banyak dan barokah manfaat fidini wadunya wal akhiroh dan semoga allah meridoinya

Setelah itu usahakan didalam hati selalu berzikir ALLAH ALLAH ALLAH
Dan ketika lupa maka cepat cepat lah untuk berzikir ALLAH ALLAH ALLAH
Dg demikian maka setiap aktifitas kita akan bernilai ibadah

Tetapi jika kita bekerja hanya niat mencari rizki
Maka kita hanya dapat rizki saja dan tidak bernilai ibadah
Dan bila mendapat rizki sedikit maka hati tidak akan mensyukuri nya

Tetapi bila kita niat menjalankan perintah ALLAH
Mendapatkan rizki sedikit atau banyak maka kita akan bersyukur KARNA yg kita lihat bukan sedikit/ banyaknya rizki yg kita dapat
Tetapi kita bisa menjalankan perintahnya yg kita lihat

Alangkah mulianya kita bisa selalu menjalankan perintah tuhannya di setiap aktifitas kita sehari hari

Semoga bisa memacu kita untuk selalu mendekatkan diri pada ALLAH dengan selalu berdzikir padanya dimanapun kita dan kapanpun waktunya
Aamiin aamiin aamiin


Sabtu, 20 Februari 2016

Curhat

Curhat pada Suami Orang.

Bolehkah seorang istri curhat pada suami orang, baik sekedar bercerita atau curhat?

Yang jelas syari’at kita membentengi umatnya dari perbuatan haram seperti zina,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

Syaikh As-Sa’di membawakan dalam bait sya’irnya,

وَسَائِلُ الأُمُوْرِ كَالمَقَاصِدِ

وَاحْكُمْ بِهَذَا الحُكْمِ لِلزَّوَائِدِ

Hukum perantara sama dengan hukum tujuan,

Hukumilah dengan hukum tersebut untuk tambahan lainnya,

Karenanya, perantara menuju zina seperti berdua-duaan pun dilarang.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amir, yaitu Ibnu Rabi’ah, dari bapaknya, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahramnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shahih lighairihi)

Di antara bentuk berdua-duaan (alias: khalwat) adalah chating dengan lawan jenis, termasuk bentuknya curhat dengan suami orang.

Apa saja bahayanya?

Ada beberapa bahaya dari curhat pada suami orang, baik secara langsung maupun lewat media online seperti WhatsApp dan Facebook. Berikut delapan komentar yang kami himpun dari status kami di FB, hari ini, 7 Rabi’ul Awwal 1437 H (19-12-2015). Kami saring pendapat yang dinilai menarik.

Suya Macell: Biasanya cenderung terjadi perselingkungan ustadz. Karena laki-laki yang jadi tumpuan curhat tiba-tiba jadi dewa penolong bagi ibu tersebut. Dan ujung-ujungnya yang terjadi adalah maksiat, Ustadz. Di Bondowoso sini sudah banyak yang terjadi.
Peni Nur Aisyah: Saya rasa itu tidak pantas, kalau memang harus curhat masalah keluarga saya pilih ke teman akhwat yang memang bijak, atau ke ustadzah yang kompeten. Apalagi jika curhatnya berdua saja di inbox atau WhatsApp, atau via SMS itu akan sangat mudah sekali membuka jalan bagi syaithon untuk membuat “tersesat”.
Ayah Zahwa: Bahaya kholwat itu ustadz, membuka aib keluarga pada orang yang tidak tepat, akan timbul penilaian pada dirinya bahwa laki-laki yang dicurhati lebih baik dari suaminya, talbis iblis (tipu daya setan, pen.)
Anik Murlina: Sungguh tidak pantas. Hal tersebut adalah awal timbulnya perselingkuhan yang nantinya kita sebagai wanita yang akan dirugikan. Seorang istri harusnya bisa menyimpan semua masalah yang terjadi dalam rumah tangganya, bukan mengumbarnya.
Sumar Hilmikalila: Itu adalah pintu awal perzinaan, tidak pantas seorang istri ngobrol curhat sama suami orang. Itu namanya khianat.
Susiati Naya: Gimana mo pantas lah si ibu dengan suami orang tu, bukan mahram. Apalagi yang mau dishare masalah rumah tangga yang terlihat malah fitnah.
Priyadi Abu Nuha: Sungguh sangatlah tidak pantas ustadz. Karena itu: (1) membongkar aib keluarga, (2) membuka celah-celah setan, (3) pintu berbuat dosa dan maksiat. Apalagi dilakukan sering dan kontinyu, wah… Bahaya banget!!
Kharis Nizar: Bahaya ustadz, CURHAT jadi CURHOT, itu kata Ustadz Zainal Abidin.

Semoga Allah menjauhkan kita dari berbagai perbuatan haram dan menjauhkan kita dari zina serta hal-hal yang mendekatkan pada zina. Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

Muhammad Abduh Tuasikal.