Jumat, 12 Februari 2016

Kisah Nyata

JANGAN BERHENTI BERDOA

Kisah nyata, terjadi di Pakistan. Seorang Dr Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.
Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.

Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: Saya ini dokter special, tiap menit nyawa manusia bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam? Pegawai menjawab: Wahai dokter, jika anda terburu-buru anda bisa menyewa mobil, tujuanmanda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.

Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.

Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya.

Terdengar suara seorang wanita tua: Silahkan masuk, siapa ya?

Terbukalah pintunya. Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam telponnya.
Ibu itu tersenyum dan berkata: "Telpon apa Nak? Apa anda tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan utk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan anda."

Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak diatas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do'a yang panjang.

Dokter mendatanginya dan berkata: Demi Allah, anda telah membuat saya kagum dengan keramahan anda dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah menjawab do'a-do'a anda.

Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do'a-do'a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu. Bertanya Dr. Ishan: Apa itu do'anya? Ibu itu berkata: Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada disini.

Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo'a kepada Allah agar memudahkannya.

Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do'a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, Hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mu-min dengan do'a. Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.

Do"a

YDoa Tatkala Dirundung Gundah, Sedih, dan Perasaan Tak Menentu

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْن
ُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي

Allaahumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatik, naashiyatii biyadik, maadlin fiyya hukmuk, ‘adlun fiyya qadlaa’uk, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahuu fii kitaabika, au ‘allamtahu ahadan min khalqika, awis ta’tsarta bihii fii ‘ilmil ghaibi ‘indaka, an taj’alal Qur’aana rabii’a qalbii wanuura shadrii wajalaa’a huzni wa dzahaaba hammii.

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku.”

Doa di atas didasarkan pada hadits dari Abdullah bin Mas’ud radliyallah ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang tertimpa kegundahan dan kesedihan lalu berdoa (dengan doa di atas) melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya serta menggantikannya dengan kegembiraan.
Ibnu Mas’ud berkata, “Ada yang bertanya, ‘Ya Rasulallah, bolehkah kita mempelajarinya?‘ Beliau menjawab, ‘Ya, sudah sepatutnya orang yang mendengarnya untuk mempelajarinya’.”

(HR. Ahmad dalam Musnadnya I/391, 452, Al-Hakim dalam Mustadraknya I/509, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya VII/47, Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2372, Al-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir no. 10198 dari Maktabah Syamilah. Hadits ini telah dishahihkan oleh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim, keduanya banyak menyebutkannya dalam kitab-kitab mereka. Juga dihasankan oleh Al-Hafidz dalam Takhriij Al-Adzkaar dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam al-Kalim al Thayyib hal. 119 no. 124 dan Silsilah Shahihah no. 199.)

Semoga bermanfaat dan menjadi pelipur lara bagi yg sedang bersedih Insya Allah.

3 Gaya Wanita yang Tidak Mencium Bau Surga

3 Gaya Wanita yang Tidak Mencium Bau Surga

Ada tiga gaya, penampilan atau mode yang membuat wanita muslimah diancam tidak akan mencium bau surga. Padahal bau surga dapat dicium dari jarak sekian dan sekian. Di antara penampilan yang diancam seperti itu adalah gaya wanita yang berpakaian namun telanjang. Yang kita saksikan saat ini, banyak wanita berjilbab atau berkerudung masih berpenampilan ketat dan seksi.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).

Tiga Sifat Wanita yang Tidak Mencium Bau Surga

Dalam hadits di atas disebutkan beberapa sifat wanita yang diancam tidak mencium bau surga di mana disebutkan,

وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ

Yaitu para wanita yang: (1) berpakaian tetapi telanjang, (2) maa-ilaat wa mumiilaat, (3) kepala mereka seperti punuk unta yang miring.

Apa yang dimaksud ketiga sifat ini?

Berikut keterangan dari Imam Nawawi dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim.

(1) Wanita yang berpakaian tetapi telanjang.

Ada beberapa tafsiran yang disampaikan oleh Imam Nawawi:

1- wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.

2- wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya.

3- wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya.

(2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat

Ada beberapa tafsiran mengenai hal ini:

1- Maa-ilaat yang dimaksud adalah tidak taat pada Allah dan tidak mau menjaga yang mesti dijaga. Mumiilaat yang dimaksud adalah mengajarkan yang lain untuk berbuat sesuatu yang tercela.

2- Maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaatyaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.

3- Maa-ilaat yang dimaksud adalah wanita yang biasa menyisir rambutnya sehingga bergaya sambil berlenggak lenggok bagai wanita nakal. Mumiilaatyang dimaksud adalah wanita yang menyisir rambut wanita lain supaya bergaya seperti itu.

(3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring

Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). (Lihat Syarh Shahih Muslim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 14: 98-99).

Mode Wanita Saat Ini

Ada beberapa gaya yang bisa kita saksikan dari mode wanita muslimah saat ini yang diancam tidak mencium bau surga berdasarkan hadits di atas:

1- Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga kelihatan warna kulit.

2- Wanita yang berpakaian tetapi telanjang karena sebagian tubuhnya terbuka dan lainnya tertutup.

3- Wanita yang biasa berhias diri dengan menyisir rambut dan memakerkan rambutnya ketika berjalan dengan berlenggak lenggok.

4- Wanita yang menyanggul rambutnya di atas kepalanya atau menambah rambut di atas kepalanya sehingga terlihat besar seperti mengenakan konde (sanggul).

5- Wanita yang memakai wangi-wangian dan berjalan sambil menggoyangkan pundak atau bahunya.

Semoga Allah memberi petunjuk pada wanita muslimah untuk berpakaian yang sesuai petunjuk Islam. Karena penampilan seperti ini yang lebih menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat.
Insya Allah Aamiin.

Kamis, 11 Februari 2016

Buah Tin

SUBHANALLAH...! INILAH BUAH YANG TERTULIS DI DALAM AL QURAN, MAMPU MENGOBATI SEJUTA PENYAKIT

Pernah dengar atau pernah makan Buah Tin? Buah tanpa biji ini sangat familiar bg umat Muslim karena buah ini tertulis di dalam Al Quran dan disebutkan dlm hadist Rasulullah Muhammad SAW.

Buah ini jg disebutkan dlm hadist yg diriwayatkan oleh Abu Darda. Ia meriwayatkan sabda Nabi bahwa:”Sekiranya kukatakan ada buah-buahan yg turun dari surga maka itulah buah tin. Karena, buah-buahan surga itu tanpa biji. Makanlah ia, karena ia dpt menghentikan wasir dan bermanfaat menyembuhkan encok” (Dituturkan oleh Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma’aad )”

Jika buah ini disebutkan dlm dua sumber hukum utama umat Muslim, maka diyakini kebenarannya bahwa buah ini memiliki banyak keutamaan dan manfaat. Sumber asal dan manfaat yg besar menjadikan buah ini juga disebut sebagai buah dari syurga.

Dikutip dari California Fig-s Advisory, Nutritional, buah tin memiliki kandungan nutrisi yg tinggi dan lengkap, baik itu nutrisi dlm bentuk vitamin ataupun mineral. Kandungan-kandungan inilah yg menjadi alasan para ahli memposisikan buah tin sebagai buah super nutrition.

Berikut kandungan buat Tin.

– Energi 250 kcal 1040 kJ
– Karbohidrat 63.87 g
– Gula 47.92 g
– Dietary fiber (serat) 9.8 g
– Lemak 0.93 g
– Protein 3.30 g
– Thiamine (Vit. B1) 0.085 mg 7%
– Niacin (Vit. B3) 0.619 mg 4%
– Riboflavin (Vit. B2) 0.082 mg 5%
– Pantothenic acid (B5) 0.434 mg 9%
– Vitamin B6 0.106 mg 8%
– Magnesium 68 mg 18%
– Folat (Vit. B9) 9 µg 2%
– Vitamin C 1.2 mg 2%
– Zinc 0.55 mg 6%
– Kalsium 162 mg 16%
– Iron 2.03 mg 16%
– Fosfor 67 mg 10%
– Potassium 680 mg 14%

Buah ini sdh banyak di Indonesia. Namun, masih sangat jarang masyarakat mengonsumsinya. Bisa jd karena harganya masih tergolong mahal. Buah ini juga kerap menjadi oleh-oleh bagi mereka yg melaksanakan ibadah Haji atau Umrah.

Semoga bermanfaat...

Rabu, 10 Februari 2016

Aurat

Jangan Melepas Kerudung Sebelum Membaca Bismillaah

Sebab Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Hijab (tabir) antara pandangan jin dan aurat Bani Adam (keturunan Adam) pada saat mereka melepas pakaian adalah membaca BISMILLAAH” (HR. Thabrani)

Dear, antunna.. di dalam Al-Qur'an Allaah sudah berulang kali mengatakan bahwa syetan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Maka janganlah sampai, di hadapan manusia kita begitu pandai menjaga aurat agar tidak sampai terlihat. Tapi saat bersendirian kita lalai membebaskan begitu saja “musuh yang nyata” menikmati aurat kita dengan puas, wal iyadzubillah :'( dan ini bukan hanya untuk kerudung yang kita gunakan yaa shalihah, tapi juga untuk pakaian yang kita kenakan, masyaa Allaah. Sedang lupa, wajar saja^^ tapi kalau dibiasakan, insyaa Allaah selalu ada dalam ingatan :) Hafizhanallaah wa barakallaahu fiikunna

Selasa, 09 Februari 2016

Valentine day

VALENTINE'S DAY = HARI KEHILANGAN KEPERAWANAN (?)

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Ih, jelas mengerikan! Kehilangan keperawanan, hanya lantaran terbujuk rayuan gombal lelaki, yang sama sekali tidak terikat oleh sucinya tali pernikahan.

Hanya berbekal, gombalan saja, maka si wanita dengan rela memberikan hartanya yang paling berharga. Atas nama cinta dan kasih sayang yang terlarang!

Propaganda Valentine’s day atau hari Kasih Sayang, yang jatuh pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya, konon memakan korban.

Karena tuntutan si lelaki, yang kadung nafsu (dan bujuk rayu setan), maka dituntutlah si gadis untuk serta merta memberikan keperawanannya, di malam peringatan hari tersebut.

Padahal, dari sisi peringatan saja, sudah bermasalah. Ini dari sudut pandang agama (Islam). Yang namanya cinta dan kasih, terutama kepada orang tua, saudara, istri atau suami juga kepada anak, bisa dilakukan kapan saja. Tak perlu harus menunggu setiap tahun sekali.

Dari sisi sejarahnya sendiri, Valentine’s day juga bermasalah! Lantaran, di beberapa versi, Valentine adalah nama pendeta Nasrani yang mengorbankan dirinya. Intinya adalah, bukan dari syariat Islam. Sebagai seorang muslim, tidak boleh mengikuti syariat yang asalnya bukan dari
Islam.

Kemudian, akibat digembar-gemborkannya hari Kasih Sayang, terutama oleh industri kapitalis yang sengaja mengeruk keuntungan dari momen ini, mereka, muda-mudi yang sedang mabuk asmara, terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

Hari Valentine itu kemudian dibuat justifikasi, bahwa kasih sayang yang nyata dari seorang gadis kepada lelakinya, adalah dengan memberikan harta yang berharga tersebut.

“Jika engkau memang mencintaiku, tentu kau tak berkeberatan, jika aku merenggut kegadisanmu …”

Kalimat yang barangkali terucap, oleh mulut buaya si lelaki, yang bagaikan bius bagi si anak gadis. Begitu si gadis mempersembahkan keperawanannya, maka biasanya seperti pepatah, habis manis sepah dibuang.

Lantaran si kumbang, sudah menghisap madunya. Untuk apa lagi dipertahankan hubungan cinta kasih yang semu itu. Karena toh, tak ada ikatan sama sekali. Kalau pun ada janji-janji manis yang terucap, tak kan berumur lama. Ia akan lekang, seiring dengan tiupan angin dan panasnya sang mentari.

Berbeda ceritanya, jika kemudian keperawanan itu dipersembahkan pada malam pertama, setelah diucapkan ijab qabul dihadapan penghulu dan para saksi. Maka, inilah cinta sejati!

Tidaklah cinta sejati antara seorang lelaki dan perempuan bisa ditemui, kecuali dalam ikatan pernikahan.

Maka itu, perlulah dibentengi, muda-mudi itu, terutama keluarga kita, untuk senantiasa bisa menjauhi perayaan-perayaan seperti ini, terlebih lagi, kepada pergaulan bebas, yang hanya akan membuat penyesalan yang berkepanjangan.

Bukan begitu wahai kawanku?

No Valent for Muslim

MUI Tolak Perayaan Hari Valentine. Kalau Bukan Ulama yang Kita Dengar, Lalu Siapa lagi ?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan agar remaja Indonesia menolak merayakan hari kasih sayang atau hari valentine yang akan jatuh pada 14 Februari mendatang.
Sebab, valentine dianggap tidak sesuai dengan nilai dan norma negara dan agama.Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, mengatakan, hari valentine bukan merupakan budaya yang lahir dan tumbuh dari akar budaya Indonesia. Oleh karena itu, budaya valentine sangat bertentangan dengan nilai luhur bangsa Indonesia. “Kalau kasih sayang itu berasal dari nilai dan norma agama tentu sangat dibolehkan, tapi kan valentine tidak,” kata dia.

Menurutnya, kasih sayang yang diperbolehkan adalah berdasarkan atas rahmat Allah SWT. Sedangkan, kasih sayang yang digembar-gemborkan pada perayaan valentine lebih menjurus pada kasih sayang yang tanpa norma dan nilai. “Jalankan saja kasih sayang yang sebagaimana telah diajarkan dalam Islam,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan batas kasih sayang berasal dari konsep keimanan. Kasih sayang sesungguhnya tidak boleh disimpangkan menjurus ke arah yang negatif, seperti yang selama ini identik dengan valentine. “Kasih sayang dalam keimanan hakekatnya, misal, tidak boleh saling membenci dengan sesama umat beragama,” jelasnya.