Jumat, 29 Mei 2015

SIHIR MEMBUAT AKU BENCI PADA LAKI-LAKI

Oleh:  Rani Suwarni
Rasa galau itu muncul ketika aku sedang mengerjakan skripsi  diawal tahun 2012 lalu. Rasa benci,curiga dan gelisah mulai timbul dalam hatiku pada seorang  lelaki yang selama ini selalu menyemangatiku untuk  meraih gelar sarjana.Hubungan kami baik-baik saja. Hampir setahun kami saling mencoba untuk mengenal satu sama lain,aku bahkan  dikenalkan pada keluarga besarnya,dan aku selalu dibanggakan oleh Ibunya kepada teman-temannya.Padahal aku memiliki keterbatasan pada fisikku,namun itu tidak menjadi penghalang bagi kekasihku untuk menyayangiku.Dia bilang,aku ini adalah cinta pertamanya pada masa sekolah dulu,namun kami baru memiliki kesempatan untuk saling mengenal dipenghujung perkuliahan kami.
Tiba-tiba saja tanpa sebab aku merasa benci pada kekasihku,kami kuliah di Universitas negri dibeda Kota. Dia kuliah di Depok,sedangkan aku di Kota Serang,Banten. Walaupun jarak kami jauh,namun komunikasi kami lancar dan baik. Malam itu setelah pulang kerja dari tempat magang,aku bermimpi tentang kekasihku. Didalam mimpi itu terlihat jelas,betapa tidak seriusnya dia padaku. Malam berikutnya aku bermimpi lagi tentangnya yang seolah-olah seperti menunjukan bahwa lelaki ini tidak pantas aku harapkan untuk menjadi imamku kelak. Hal ini terjadi berulang-ulang hingga hatikujadi ragu padanya dan akhirnya aku memutuskan untuk “berteman” saja dengannya dan hal ini malah berujung pada “permusuhan”diantara kami. Orangtua dan sahabatku sangat menyayangkan hal ini,mengingat keluarganya yang berasal dari keluarga beragama dan berada juga hubungan kami yang baik-baik saja,banyak yang merasa aneh dengan putusnya hubungan kami.Akan tetapi aku tidak pernah mengindahkan usaha sahabatku untuk membuat kami kompak seperti dulu lagi.
Hari berganti hari,hingga berganti bulan tanpa terasa waktu berlalu dengan sangat cepat hingga aku diwisuda.Sedih rasanya ketika kelulusanku ini tidak disaksikan oleh mantan kekasihku dulu,padahal dulu kami berjanji untuk saling hadir menjadi pendamping wisuda saat diwisuda nanti. Semenjak aku putus dengannya,aku seperti tidak memiliki hasrat untuk menjalin hubungan lagi dengan lelaki lain.Seperti ada rasa trauma,kenapa kebahagiaan itu hancur seketika. Lalu aku berubah menjadi gadis dengan pemikiran bahwa kaum lelaki hanya benalu saja bagi kehidupanku. Aku berubah menjadi sosok yang introvert (tertutup),aku tidak seceria dulu seperti jaman kuliah.Padahal aku ini tipe wanita yang periang dan supel. Banyak yang bilang aku cantik,namun setiap kali aku didekati oleh teman laki-laki,aku selalu merasa ketakutan dan was-was seolah-seolah lelaki itu sangat menakutkan bagiku. Padahal mereka tidak melakukan apa-apa padaku,berbuat dzalimpun tidak. Namun disisi lain aku sangat mendambakan sosok imam,pendamping hidup yang baik untukku.Hanya saja aku selalu ragu dengan pernikahan seperti ada yang membisikan kedalam hati bahwa pernikahan itu akan membawa keburukan dan lebih baik aku fokus pada karirku saja daripada memikirkan tentang pernikahan.
Tiga tahun sudah berlalu,aku bekerja disebuah perusahaan swasta di Jakarta. Lagi-lagi banyak yang bilang aku cantik,teman-teman kantorku sangat gemas padaku yang  melihatku selalu jomblo dan sendirian jika berpergian kemana-mana. Mereka bilang aku berbakat,cantik dan sholehah,mana mungkin tidak ada lelaki yang menyukaiku. Mereka selalu berusaha untuk menjodohkanku dengan relasinya. Sungguh aku benci akan hal ini,aku yakin aku bisa mendapatkan pasangan dengan usahaku sendiri tanpa melalui perantara makcomblang.Namun aku berusaha untuk menghargai usaha temanku ini dan aku setuju untuk berkenalan dengan relasinya. Sebulan kami saling berkenalan,tiba-tiba aku menghapus kontak bbm dan nomer handphonenya.Aku tidak pernah mengangkat telpon darinya,padahal awalnya aku sreg dengan lelaki ini tapi lagi-lagi penyakit was-was ku terhadap laki-laki kembali kumat.Ini bukan hal yang pertama terjadi padaku,selama tiga tahun ini,sudah lebih dari 10 lelaki yang mendekatiku tidak mempan masuk kedalam hati dan kehidupanku.Dan anehnya lagi,semua laki-laki yang sedang pedekate denganku selalu muncul didalam alam mimpiku.Padahal jika diingat kembali,tidak ada yang buruk dari mereka bahkan teman-teman dan keluarga mengatakan aku termasuk wanita yang beruntung didatangi oleh laki-laki yang bagus-bagus baik dari segi agama,kemapanan,tampang,dan keturunannya.Namun,didalam mimpi itu justru kebalikannya, seperti ditunjukan padaku bahwa laki-laki tersebut tidak baik untukku yang akhirnya membuatku menjadi ilfil dan berubah menjadi benci pada mereka dan aku selalu mengira mimpi itu adalah petunjuk dari Allah.
Sebenarnya,semenjak tiga tahun lalu aku sudah dinasehati oleh Pamanku ku,Ustadz Fadhil untuk melakukan ruqyah mandiri,namun aku merasa hal tersebut tidak perlu dilakukan karna aku yakin aku sudah beribadah dengan baik,apalagi aku seorang yang berhijab.Setiap kali aku curhat dengan Om tentang permasalahan percintaanku dan keanehan yang aku alami,Beliau selalu bilang “Om curiga didiri kamu ada gangguan jin atau sihir,coba kamu dengarkan ayat ruqyah jika sedang ada waktu kosong,dan lihat reaksinya apa yang terjadi.”
Namun lagi-lagi aku sepertinya tuli,tidak mengindahkan nasehat baik tersebut. Aku seperti sombong dan terlena dengan buaian-buaian dunia yang menyebabkan aku lalai dengan nasehat yang baik. Bahkan pernah sewaktu ketika aku mencoba untuk mengaji,aku terkejut tiba-tiba aku tidak bisa mengaji,seperti buta huruf alqur’an adapun aku berhasil mengaji,hanya mampu sampai 5 -10ayat saja lalu dada terasa panas dan mengantuk  . Aku mengira  mungkin karna aku lelah bekerja hingga membuat otakku pun lelah untuk baca alqur’an.
Aku merasa sedih dan resah,diusiaku yang sekarang memasuki 27 tahun,aku belum memiliki pendamping hidup,bahkan calonpun tidak ada.Akupun lelah dengan hatiku yang selalu ditinggalkan  oleh pria,hingga membuatku malas untuk bertemu dengan laki-laki. Akan tetapi ada teman yang selama 8 bulan belakangan ini berusaha untuk mendekatiku dan menghubungiku dengan intens. Dia bilang dia mencari pendamping hidup dan sosok yang dia inginkan selama ini ada didiriku.Dia selalu menelponku siang dan malam namun selalu aku acuhkan karna aku yakin dia hanya main-main denganku ,lalu Ibuku melihat hal ini dan menasehatiku baik-baik untuk mencoba membuka hati padanya.Akhirnya aku mencoba melaksanakan nasehat Ibu dan hatiku luluh padanya,dan aku memberanikan diri mengenalkannya pada keluarga besarku saat acara lamaran adikku perempuanku. Tentunya keluarga besarku sangat senang dengan kehadirannya.Lelaki dengan sosok yang tampan,dan mapan berdiri mendampingku saat acara lamaran adikku membuat tenang hati orangtua,Om,tante dan sepupuku. Setidaknya,walaupun aku dilangkahi menikah oleh adikku,tapi aku sudah memiliki “calon” suami yang insha Allah adalah jodohku dan banyak yang bilang kami ini pasangan yang serasi.
Tapi,Lagi-lagi…hal ini terjadi padaku. Selang 2 bulan pasca acara lamaran adikku,dia menghilang tanpa kabar dan banyak alasan ketika dihubungi, dan suatu ketika dia bilang kita berteman saja melalui sebuah pesan singkat via bbm.Selama itu terjadi, akupun bermimpi tentangnya.Didalam mimpiku seperti diperlihatkan ada sosok wanita lain yang sedang mendekatinya dan dia lebih memilih wanita itu daripada aku.Tentu saja ini membuatku galau kembali,aku menangis berhari-hari tiada henti karna sepertinya baru saja kemaren dia bilang akan melamarku,bahkan dia terbuka tentang semua persiapannya untuk menikahiku dan rumah tangga kami nanti. Ya Allah,apa kesalahanku hingga aku gagal kembali menjalin hubungan untuk menuju pernikahan?. Aku sangat berat menerima kenyataan,pertama aku dilangkahi adikku menikah,kedua aku kembali mengalami dikecewakan oleh lelaki yang aku harapkan bisa menjadi imamku.Aku berusaha sabar dan berlapang dada.
Saat pertemuan keluarga besar diJakarta,semua saudara menanyakan kenapa calonku tidak dibawa?, jujur aku bingung menjawabnya,disisi lain aku malu pada mereka jika aku memberitahukan pada mereka bahwa aku kembali menjadi seorang “jomblowati cantik”. Lalu aku kembali curhat dengan Paman ku,Ustadz Fadhil.Dan Beliau secara halus menasehatiku untuk melakukan ruqyah mandiri. Dari  beberapa ciri-ciri gangguan jin yang beliau paparkan padaku,hampir semuanya aku alami. Salah satunya seperti terbiasa begadang tidak bisa tidur tepat waktu,jam 2 malam baru merasa ngantuk.Mimpi buruk,seperti banyak ular masuk kedalam kamar, sesak nafas disore hari,rasa was-was,minder,bahkan aku sering mendengar bisikan ditelinga dan didada seperti ada yang menyuruhku setiap kali aku mengambil keputusan dalam suatu hal.
Aku mengingat kembali semua kegagalanku dengan lawan jenis,barulah kusadari, sepertinya memang ada yang aneh dalam diriku,hanya saja mata hatiku seperti tertutup oleh sesuatu yang menghalangiku untuk “sadar” dan selalu saja aku termakan oleh emosi.Tiga hari kemudian setelah pertemuanku dengan Paman, aku mencoba mendengarkan Mp3 Ruqyah yang tertera diblog beliau fadhilza.com pada artikel TIP MENGHILANGKAN GANGGUAN JIN DAN SIHIR .Selama mendengarkan Mp3 Ruqyah,aku menguap terus menerus tiada henti seperti orang ngantuk berat,dan bercucuran air mata. Tapi setelah selesai mendengarkan Mp3 ,aku kembali normal tidak meguap  dan tidak ngantuk sama sekali.Hari kedua aku mencoba mendengarkan Mp3 kembali dan reaksinya masih sama,hingga hari ketiga aku mengalami kesurupan saat mendengarkan kembali Mp3.Tiba-tiba saja dipertengahan ayat ruqyah aku menangis,kadang tertawa,dan teriak-teriak berkata “JANGAN DIBUNUH,BALIKIN AJA KE *******”,dia menyebutkan  nama suatu daerah yang belum pernah kukunjungi sama sekali.Sungguh mengejutkan,aku tidak menyangka sama sekali bahwa selama ini ditubuhku didiami oleh bangsa jin fasik. Sepertinya jin itu kepanasan dengan ayat-ayat ruqyah dari MP3 yang aku dengar sambil dihayati dan melakukan putaran tangan melawan arah jarum jam diatas perut dan dada.
Tentunya setelah mengetahui ini,aku semakin giat melakukan terapi ruqyah mandiri dibawah pengawasan Paman dengan membuat air ruyah sendiri sehari dua kali setelah shalat subuh dan ashar. Awalnya memang berat dan malas melakukan hal ini,tapi yakinlah rasa malas itu pasti timbul dari bisikan setan,dan aku harus memerangi jin dzalim yang bertengger ditubuhku ini.Sebulan aku melakukan ruqyah mandiri namun dikarnakan kesibukannku,aku sempat bolong-bolong melakukan ruqyah dan setelah aku selesai datang bulan,aku mencoba mendengarkan Mp3 ruqyah 1 jam lamanya,dan benar saja,aku kembali mengalami kesurupan dengan durasi yang cukup lama.
Orangtua dan adik-adikku menyaksikan kejadian ini,aku berteriak hebat merengek-rengek minta jangan dibunuh,jangan dibakar,kembalikan ke ****** (ke daerah asalnya). Bahkan yang lebih mengejutkan lagi,jin mengaku bahwa ini adalah kiriman dari si Fulan yang notabenenya adalah seorang lelaki yang cintanya pernah kutolak sekitar 7 tahun lalu. Sungguh mengejutkan,bahkan aku sama sekali tidak manaruh prasangka pada si Fulan ini,dan setahuku si Fulan sudah menikah menemukan jodohnya dengan wanita yang lebih cantik dariku dan memiliki anak. Hanya saja kita tidak dapat mengukur dalamnya hati seseorang,mungkin rasa sakit hatinya padaku yang membuatnya menjadi krisis iman.Aku jadi teringat dengan pepatah “Cinta ditolak,Dukun bertindak”,itu memang ada.Jin pun berkata,dia tidak bisa keluar dari tubuhku karna dipenjara,dia bilang keluarkan dahulu kantung putih yang ada didalam perutku dan dia sebut itu sebagai”buhul”,astagfirullah. Jika kita membaca arti dari surat Al Falaq ayat ke 4 yang artinya “ Dari hembusan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul”,memang kata “buhul” tidak asing bagi yang membaca ayat ini, namun kita tidak pernah tau apalagi aku yang awam, apa itu pengertian dari buhul dan sangat menyedihkan untuk menerima kenyataan bahwa buhul itu ada didalam tubuhku saat ini. Pengakuan jinpun semakin terkuak,dia tertawa-tawa bangga berkata bahwa selama ini dia yang membuat rahimku sakit,dia yang membuatku susah puasa sunah,dia sudah berada ditubuhku selama 3 tahun,bahkan dia ngatain aku “emang enak gw bikin lo gak laku,gw bikin lo ilfil,padahal cowo-cowo yang deketin lo ganteng-ganteng,padahal lo cantik. Ngapain lo pake sok-sok ibadah segala minta jodoh sama Allah,sana coba aja minta jodoh,gw bikin lo gak laku,hahahaha!”. Bener-bener jinnya sombong.
teh rukyah 1Adik-adikupun menangis melihat kejadian ini,mereka tidak menyangka kakaknya selama ini telah didzalimi oleh mahluk ghaib. Akhirnya adikku yang laki-laki membantu meruqyahku,dia mengerti tehnik ruqyah karna sebelumnya sudah pernah mengikuti pelatihan ruqyah bersama Paman. Setelahnya akupun merasakan mual-mual dan muntah. Kemudian,berhari hari aku merasakan seperti ada yang nyangkut ditenggorokan dan rasanya sangat menganggu dan aku sering mual tapi sulit dimuntahkan. Lalu Pamanku memberikan TEH RUKYAH HERBAL  dari Quranic Healing Mojokerto  yang mengandung daun bidara diminum pagi dan sore hari. Baru juga pertama kali aku minum teh tersebut ,5 menit kemudian reaksi timbul dengan  muntah-muntah hebat dan rasanya pahit getir sekali,padahal ketika diminum tehnya tidak begitu pahit. Dua hari setelahnya,aku  mendengarkan Mp3 ruqyah kembali dan baru dipertengahan ayat ruqyah,aku mual-mual kembali dan muntah tiada henti,dan aku melihat bercak-bercak darah kental ikut keluar melalui muntah tsb,subhanallah semoga ini adalah pertanda bahwa sihir yang ada didalam tubuhku sudah hancur,semoga segala kotoran dan penyakit serta jin fasik yang berada dalam tubuhku keluar semua.Jangan Engkau ijinkan mereka tinggal ditubuh hamba untuk selamanya ya  
Alhamdulillah,setelah melakukan ruqyah mandiri,sekarang aku merasakan hatiku plong bagaikan lapangan kosong yang sangat luas sekali. Rasa resah,gelisah dan takut akan sesuatu tidak ada lagi.Bahkan aku sekarang merasa kosong seperti kehilangan soulmate,mungkin selama ini aku ditemani oleh bisikan-bisikan jin yang selalu menghasudku dalam bertindak terutama jika sedang pedekate dengan lawan jenis. Rasa sepiku saat ini aku isi dengan berdzikir,shalat sunnah dan membaca alquran. Aku ikhlaskan dengan apa yang terjadi padaku sebelumnya,akupun insha Allah tidak benci dengan laki-laki yang sudah meninggalkanku dan semoga tidak dendam dengan si Fulan yang sudah meminta bantuan pada dukun untuk menyihirku.Mungkin manusia dan jin yang bersekutu untuk menjahatiku sudah berhasil membuatku kecewa dan merasakan banyak kegagalan berkali-kali dalam mencari jodoh,hanya saja ada satu hal yang mereka tidak ketahui,yaitu jin tidak bisa merubah takdir. 
Melalui Pamanku yang seorang ustadz,mungkin ini merupakan petunjuk dari Allah dan takdirku untuk meraih  kesembuhan dari ikatan sihir yang tanpa disadari bertengger didalam tubuhku,walaupun sudah bertahun-tahun lamanya,namun tidak ada kata terlambat bila kita mengembalikan segala urusan hanya pada Allah. “Setiap penyakit pasti ada obatnya” dan hanya kepada Allah kita meminta dan memohon pertolongan. Allah izinkan sihir itu ada lalu Allah berikan penawarnya,yaitu Al quran.
Kuberanikan diri untuk membagi kisah ini,karna dulu aku meremehkan ruqyah. Aku merasa sudah cukup beribadah dan tinggal di kota yang modern dengan teknologi canggih dan sudah tidak jaman dengan perdukunan (sihir itu menurutku hanya terjadi di desa-desa).Hingga tanpa kusadari ternyata aku adalah seorang gadis korban sihir.
Sampai detik  ini….aku tetap bersujud pada Allah penuh pengharapan untuk diberikan pendamping hidup  yang terbaik dari Sisinya,yang membawa rahmat pada kehidupan dunia dan akhiratku.aamiiin…

Sikap Memaafkan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)Dalam ayat lain Allah berfirman: “…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur’an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:… dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)Juga dinyatakan dalam Al Qur’an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. “Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.” (Qur’an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, “…menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)
Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.
Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur’an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang
Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.Sebuah tulisan berjudul “Forgiveness” [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.http://www.harunyahya.com/indo/artikel/094.htm

NASEHAT RASULULLAH SAW MENYAMBUT RAMADHAN

Selain memerintahkan shaum, dalam menyambut bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan ketika memasuki bulan Ramadhan.

Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbihtidurmu ibadahamal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat….. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.
Muliakanlah orang tuamusayangilah yang mudasambungkanlah tali persaudaraanmujaga lidahmutahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamuAngkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia, sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.
Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.
Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya samaseperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”
“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”
“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”
“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”
Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”
“Dialah bulan yang permulaannya rahmatpertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”
“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”
“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”
“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).
Sumber : Puasa bersama Rasulullah, Pengarang : Ibnu Muhammad (Pustaka Al-Bayan Mizan)

UWAIYS AL – QARANI – WALI ALLAH YANG TERSEMBUNYI

Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurayrah ra, bahwa Rasulullah SAW (Shollallahu ‘Alayhi Wassalam) bersabda: “Sesungguhnya Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Tinggi mencintai di antara makhluk-Nya orang-orang pilihan, (mereka) tersembunyi, taat, rambut mereka acak-acakan, wajah mereka berdebu dan perut mereka kelaparan. Jika meminta izin kepada pemimpin ditolak. Jika melamar wanita cantik tidak diterima. Jika mereka tak hadir tak ada yang kehilangan dan jika hadir tak ada yang merasa bahagia atas kehadirannya. Jika sakit tak ada yang mengunjunginya dan jika mati tak ada yang menyaksikan jenazahnya.”

Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, contohkan pada kami salahsatu dari mereka?” Beliau SAW menjawab: “Itulah ‘Uways al-Qarani.” Para sahabat bertanya kembali: “Seperti apakah ‘Uways al-Qarani?” Beliau SAW menjawab: “Matanya berwarna hitam kebiru-biruan, rambutnya pirang, pundaknya bidang, postur tubuhnya sedang, warna kulitnya mendekati warna tanah (coklat-kemerahan), janggutnya menyentuh dada (karena kepalanya sering tertunduk hingga janggutnya menyentuh dada), pandangannya tertuju pada tempat sujud, selalu meletakkan tangan kanannya di atas tangan kiri, menangisi (kelemahan) dirinya, bajunya compang-camping tak punya baju lain, memakai sarung dan selendang dari bulu domba, tidak dikenal di bumi namun dikenal oleh penduduk langit, jika bersumpah (berdo’a) atas nama Allah pasti akan dikabulkan. Sesungguhnya di bawah pundak kirinya terdapat belang putih. Sesungguhnya kelak di hari kiamat, diserukan pada sekelompok hamba, “Masukklah ke dalam surga!” Dan diserukan
kepada ‘Uways, “Berhenti, dan berikanlah syafa’at!” Maka Allah memberikan syafa’at sebanyak kabilah Rabi’ah dan Mudhar.”

“Wahai ‘Umar, wahai `Ali! Jika kalian berdua menemuinya, mintalah padanya agar memohonkan ampun bagi kalian berdua, niscaya Allah akan mengampuni kalian berdua.” Maka mereka berdua mencarinya selama sepuluh tahun tetapi tidak berhasil. Ketika di akhir tahun sebelum wafatnya, ‘Umar ra berdiri di gunung Abu Qubais, lalu berseru dengan suara lantang: “Wahai penduduk Yaman, adakah di antara kalian yang bernama ‘Uways?”

Bangkitlah seorang tua yang berjenggot panjang, lalu berkata: “Kami tidak tahu ‘Uways yang dimaksud. Kemenakanku ada yang bernama ‘Uways, tetapi ia jarang disebut-sebut, sedikit harta, dan seorang yang paling hina untuk kami ajukan ke hadapanmu. Sesungguhnya ia hanyalah penggembala unta-unta kami, dan orang yang sangat rendah (kedudukan sosialnya) di antara kami. Demi Allah tak ada orang yang lebih bodoh, lebih gila (lebih aneh/nyentrik), dan lebih miskin daripada dia.”

Maka, menangislah ‘Umar ra, lalu beliau berkata: “Hal itu (kemiskinan & kebodohan spiritual) ada padamu, bukan padanya. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Kelak akan masuk surga melalui syafa’atnya sebanyak kabilah Rabi`ah dan Mudhar.” Maka ‘Umar pun memalingkan pandangan matanya seakan-akan tidak membutuhkannya, dan berkata: Dimanakah kemenakanmu itu!? Apakah ia ada di tanah haram ini?” “Ya,” jawabnya. Beliau bertanya: “Dimanakah tempatnya?” Ia menjawab: “Di bukit ‘Arafat.” Kemudian berangkatlah ‘Umar dan ‘Ali ra dengan cepat menuju bukit ‘Arafat. Sampai di sana, mereka mendapatkannya dalam keadaan sedang shalat di dekat pohon dan unta yang digembalakannya di sekitarnya. Mereka mendekatinya, dan berkata: “Assalamu’alayka wa rahmatullah wa barakatuh.” ‘Uways mempercepat shalatnya dan menjawab salam mereka.

Mereka berdua bertanya: “Siapa engkau?” Ia menjawab: “Penggembala unta dan buruh suatu kaum.” Mereka berdua berkata: “Kami tidak bertanya kepadamu tentang gembala dan buruh, tetapi siapakah namamu?” Ia menjawab: ” `Abdullah (hamba Allah).” Mereka berdua berkata: “Kami sudah tahu bahwa seluruh penduduk langit dan bumi adalah hamba Allah, tetapi siapakah nama yang diberikan oleh ibumu?” Ia menjawab: “Wahai kalian berdua, apakah yang kalian inginkan dariku?”

Mereka berdua menjawab: “Nabi SAW menyifatkan kepada kami seseorang yang bernama ‘Uways al-Qarani. Kami sudah mengetahui akan rambut yang pirang dan mata yang berwarna hitam kebiru-biruan. Beliau SAW memberitahukan kepada kami bahwa di bawah pundak kirinya terdapat belang putih. Tunjukkanlah pada kami, kalau itu memang ada padamu, maka kaulah orangnya. Maka ia menunjukkan kepada mereka berdua pundaknya yang ternyata terdapat belang putih itu. Mereka berdua melihatnya seraya berkata: “Kami bersaksi bahwasannya engkau adalah ‘Uways al-Qarani, mintakanlah ampunan untuk kami, semoga Allah mengampunimu.”

Ia menjawab: “Aku merasa tidak pantas untuk memohon ampun untuk anak cucu Adam (‘alayhis-salam), tetapi di daratan dan lautan (di kapal yang sedang berlayar) ada segolongan laki-laki maupun wanita mu’min (beriman) dan muslim yang doanya diterima.” ‘Umar dan ‘Ali ra berkata: “Sudah pasti kamu yang paling pantas.”

‘Uways berkata: “Wahai kalian berdua, Allah telah membuka (rahasia spiritual) dan memberitahukan keadaaan (kedudukan spiritual)ku kepada kalian berdua, siapakah kalian berdua?” Berkatalah `Ali ra: “Ini adalah ‘Umar ‘Amir al-Mu’minin, sedangkan aku adalah `Ali bin Abi Thalib.” Lalu ‘Uways bangkit dan berkata: “Kesejahteraan, rahmat dan keberkahan Allah bagimu wahai ‘Amir al-Mu’minin, dan kepadamu pula wahai putra ‘Abi Thalib, semoga Allah membalas jasa kalian berdua atas umat ini dengan kebaikan.” Lalu keduanya berkata: “Begitu juga engkau, semoga Allah membalas jasamu dengan kebaikan atas dirimu.”

Lalu ‘Umar ra berkata kepadanya: “Tetaplah di tempatmu hingga aku kembali dari kota Madina dan aku akan membawakan untukmu bekal dari pemberianku dan penutup tubuh dari pakaianku. Di sini tempat aku akan bertemu kembali denganmu.”

Ia berkata: “Tidak ada lagi pertemuan antara aku denganmu wahai ‘Amir al-Mu’minin. Aku tidak akan melihatmu setelah hari ini. Katakan apa yang harus aku perbuat dengan bekal dan baju darimu (jika engkau berikan kepadaku)? Bukankah kau melihat saya (sudah cukup) memakai dua lembar pakaian terbuat dari kulit domba? Kapan kau melihatku merusakkannya! Bukankah kau mengetahui bahwa aku mendapatkan bayaran sebanyak empat dirham dari hasil gembalaku? Kapankah kau melihatku menghabiskannya? Wahai ‘Amir al-Mu’minin, sesungguhnya dihadapanku dan dihadapanmu terdapat bukit terjal dan tidak ada yang bisa melewatinya kecuali setiap (pemilik) hati (bersih-tulus) yang memiliki rasa takut dan tawakal (hanya kepada Allah), maka takutlah (hanya kepada Allah) semoga Allah merahmatimu.”

Ketika ‘Umar ra mendengar semua itu, ia menghentakkan cambuknya di atas tanah. Kemudian ia menyeru dengan suara lantang: “Andai ‘Umar tak dilahirkan oleh ibunya! Andai ibuku mandul tak dapat hamil! Wahai siapa yang ingin mengambil tampuk kekhilafahan ini?” Kemudian ‘Uways berkata: “Wahai ‘Amir al-Mu’minin, ambillah arahmu lewat sini, hingga aku bisa mengambil arah yang lain.” Maka ‘Umar ra berjalan ke arah Madina, sedangkan ‘Uways menggiring unta-untanya dan mengembalikan kepada kaumnya. Lalu ia meninggalkan pekerjaan sebagai penggembala dan pergi ke Kufah dimana ia mengisi hidupnya dengan amal-ibadah hingga kembali menemui Allah.

Tips Sehat dan Segar di Bulan Ramadhan

Tips Sehat dan Segar di Bulan Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan.. Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan yang dimuliakan Alloh serta banyak keutamaan daripada bulan-bulan lainnya harus kita sambut dengan semangat ibadah. Dan tentunya, kita menginginkan berpuasa dengan amalan-amalan berpahala tanpa kelesuan. Meskipun perut kosong sejak pagi hingga menjelang maghrib, jangan menjadikan aktivitas, terutama amalan ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini terlewatkan dengan sia-sia.
Untuk menjaga tubuh tetap segar dan sehat selama berpuasa, beberapa hal berikut ini perlu kita perhatikan, sehingga dapat membantu meningkatkan amalan-amalan ibadah di bulan Ramadhan.
1. Mengakhirkan sahur
Disunahkan mengakhiri waktu makan sahur dengan waktu yang tak jauh dari saat terbit fajar. Telah diriwayatkan dari Anas r.a., dari Zaid bin Tsabit r.a., bahwasanya dia pernah berkata: “Kami pernah makan sahur bersama Nabi SAW, setelah itu Beliau langsung berangkat shalat “. Aku tanyakan: “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur? Dia menjawab, “kira-kira sama seperti bacaan limapuluh ayat. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, IV/118 dan Imam Muslim, 1097).
Hikmah mengikuti sunnah Nabi SAW dengan mengakhirkan sahur memang banyak manfaatnya bagi tubuh. Tubuh akan mempunyai tenggang waktu yang cukup guna membakar makanan untuk diubah menjadi energi, sehingga badan tidak akan lemas pada siang hari.
2. Hindari tidur setelah makan sahur
Kebanyakan orang sering tidur setelah makan sahur. Salah satu faktor yang menjadi penyebabnya, karena makan sahur saat masih tengah malam atau jauh dari terbit fajar. Selain tidak mengikuti sunnah mengakhirkan sahur, shalat subuh mungkin tak bisa terjaga dengan baik. Keadaan ini akan membuat tubuh semakin lemas pada siang hari.
3. Hindari sikap bermalas-malasan
Bermalas-malasan tidak dianjurkan dalam Islam, lebih-lebih di bulan Ramadhan. Tetaplah aktif melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk amalan-amalan yang mendatangkan pahala serta olah raga ringan. Berolah raga bisa dilakukan pagi hari, misalnya jalan, lari di tempat, bersepeda atau yang lainnya. Aktivitas pada saat puasa justru dapat merangsang pengeluaran hormon-hormon anti insulin yang berfungsi melepas gula darah dari simpanan energi, sehingga kadar gula darah tidak menurun dan pada akhirnya tubuh tetap segar bugar sepanjang haru.
Apabila kantuk menyerang di pagi hari, segera saja berolahraga secukupnya untuk membakar simpanan makanan supaya menjadi energi, kemudian lanjutkan aktivitas Anda seperti biasanya, misalnya taddarus Al Quran, bekerja, dsb.
4. Tidur Cukup
Usahakan untuk cukup tidur agar sel-sel otot dan organ tubuh dapat pulih kembali, baik siang maupun malam. Masing-masing orang berbeda-beda dalam memenuhi kebutuhan jam tidurnya, yang penting tidak berlebihan. TIdur berlebihan malah menyebabkan tubuh loyo, kulit wajah kering, dan tidak segar.
5. Menyegerakan berbuka
Menyegerakan berbuka merupakan sunnah Rasululloh SAW dan akan mendatangkan kebaikan. Dari Sahl bin Sa’adz bahwa Rasululloh SAW telah bersabda: Umat manusia aini akan tetap baik selama mereka menyegerakan buka puasa. (Riwayat Bukhari, IV/73 dan Muslim, /1093)
6. Saat berbuka memualai dengan makan dengan rasa manis
Saat berbuka, awali dengan makanan atau minuman manis, seperti kurma atau teh manis, atau munuman manis lainnya. Demikian juga Rasululloh telah memerintahkan untuk berbuka puasa dengan kurma. Jika tidak memiliki kurma maka hendaknya dengan air.
Dari Anas bin Malik r.a , dia bercerita: “Nabi SAW biasa berbuka dengan beberapa buah ruthab (kurma segar) sebelum mengerjakan shalat. Jika beliau tidak mendapatkan ruthab, maka beliau SAW berbuka dengan beberapa buah tamr(kurma masak yang sudah lama dipetik). Dan jika tidak mendapatkan tamr, maka beliau meminum Air”.
7. Hindari minum air dingin atau es.
Sudah disebut diatas, apabila tak ada kurma, minumlah air putih. Pada saat puasa, tubuh mengalami dehidrasi, sehingga apabila dibasahi dengan air akan sangat bermanfaat memberi kesegaran bagi tubuh. Sebaiknya hindari untuk langsung minum air dingin atau air es, karena akan menyebabkan perut kembung. Juga minuman yang mengandung pemanis buatan, karena pemanis ini tidak mengandung kalori, sehingga akan menambah kelesuan. Jangan pula mengkonsumsi minuman bersoda, karena dapat berakibat buruk bagi perut.
8. Berbuka hendaknya dilakukan secara bertahap
Setelah berbuka dengan makanan / minuman yang manis, sebaiknya perut istirahat terlebih dahulu lebih kurang 30 atau  60 menit sebelum menyantap hidangan berbuka lainnya. Pada saat menyantap makan pun, sebaiknya dilakukan secara bertahap, jangan langsung berlebihan, supaya perut (lambung) tidak kaget dan mendadak kerja keras, sehingga menjadikan Anda malas melakukan aktifitas selanjutnya. Sebaliknya, jangan makan terlalu sedikit, sebab hal ini akan menurunkan daya tahan tubuh sewaktu berpuasa.
9. Mengkonsumsi makanan berserat.
Perbanyaklah makan sayur dan buah saat akan berbuka atau sahur. Selain mengurangi kekeringan tubuh (karena kandungan air dalam makanan berserat cukup tinggi), tubuh juga dapat menahan rasa lapar lebih lama dengan makanan berserat. Hal ini diakibatkan tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan berserat. Demikian juga daging hewan berkaki empat dan unggas bisa bertahan lama di perut.
10. Banyak minum air putih
Pada malam hari dan saat tisahur, perbanyaklah minum air putih, serta selingan dengan bahan berkalori tinggi, misalnya madu, kurma, gula, susu, dan lain-lain untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh dari aktifitas di siang hari yang banyak mengeluarkan keringat, baik di ruangan terbuka maupun di ruangan ber AC.
11. Mengkonsumsi makanan bergizi
Perbanyak makanan yang mengandung lima unsur gizi lengkap, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral, agar tubuh tetap sehat. Vitamin yang perli dikonsumsi setiap hari adalah Vitamin A, B, dan C yang banyak terdapat pada buah berwarna merah dan kunung, sayuran berwarna hijau tua atau kacang-kacangan.
12. Tetap menggosok gigi dan mandi
Dianjutkan tetap menggosok gigi, menyiramkan air dingin pada kepala, dan juga mandi. Gosok gigi boleh dilakukan oleh orang yang berpuasa, demikian juga tidak ada masalah dengan berkumur dan ngadem. Dalam suatu riwayat disebutkan , Rasululloh SAW pernah menyiramkan air pada kepalanya, sedangkan beliau SAW dalam keadaan berpuasa, karena haus atau panas yang menyengat. Ibarat tanaman, jika kekeringan, maka apabila disiram air, tanaman tersebut menjadi segar kembali.
Mari kita manfaatkan Ramadhan kali ini dengan sebaik-baiknya, sebagai ajang untuk lebih mendekatkan diri Kepada Alloh SWT. Jangan sampai momen Ramadhan kali ini terlewat dengan sia-sia.