Rabu, 13 Mei 2015

Suara Hati Seorang Istri Saat Suami Ingin Menikah Lagi

Muslimahzone.com – Terasa dunia akan runtuh ketika kau meminta izin kepadaku untuk menikah lagi. Membayangkan kau, suamiku tersayang, sedang membagi cinta, perhatian dan segala kesenangan duniawi lainnya dengan wanita lain, bukan hanya sekedar mendatangkan pusing dan mual tapi juga penyakit cemburu serta sakit hati yang mungkin tak akan berkesudahan bagiku. Jangan protes wahai suamiku, Bahkan istri-istri nabi yang muliapun, mereka tak bisa menghindar dari kecemburuan. Semua itu karena cinta yang teramat sangat untukmu.
Sejenak akupun buru- buru mengadakan koreksi kilat tentang apa yang kurang dari diriku, atau tentang apa yang selama ini menjadi kelemahanku selama ini. Seakan semua daya upaya akan aku kerahkan ketika menyadari bahwa kenyataan didepan akan sebentar lagi sampai kepadaku. Dan akhir dari usaha itu adalah cara yang aku fikir efektif untuk menghadang kenyataan takdir yang akan diberikan Allah untukku
Akhirnya hari itupun datang saat aku harus mengatakan sebuah jawaban untukmu. Ya Allah, wanita mana yang ingin cintanya terbagi. Wanita mana yang kuat melihat suaminya bermesraan dan bahagia bersama suamiku..suamiku yang sangat aku cintai. Ya Allah, bahkan jika kenyataan ini terbalik, dan dia berada pada posisiku, sanggupkah engkau wahai suamiku?
Imanku mengatakan aku bisa merelakanmu, namun kecemburuan dan perasaanku mengunci hatiku untuk tetap mengatakan tidak, tidak dan tidak untukmu. Pernikahan kita adalah tentang kita, kau dan aku, sama sekali tidak tentang dia. Dan lalu bagaimana mungkin kau tega memasukkan dia kedalam kebahagiaan kita? Apakah selanjutnya kita akan bahagia, suamiku?
Sekali lagi, aku tidak bisa lepas dari kodratku sebagai wanita yang identik dengan kecemburuan yang sangat melekat erat. Namun sekuat tenagaku aku mencoba tidak emosional. Sulit.. walaupun semua ini sangat sulit.
Namun… akhirnya kecintaan Allah menyadarkanku. Bukankah menikah adalah ladang amal bagiku untuk menggapai surga?, walau sekali lagi, Demi Allah sangat sulit merelakan bagian dari diriku masih harus ku bagi dengan orang lain.
Namun… sekali lagi, Bahasa iman menggugah kesadaranku kembali. Sekejab kupalingkan egoku untuk menilai maduku. Bukankah situasi ini juga menjadi cobaan bukan hanya untuk aku dan suamiku, tapi terutama adalah baginya. Betapa resiko sosial akan datang kepadanya, cap jelek sebagai perebut suami orang akan dilekatkan kepadanya. MasyaAllah, betapa aku juga mungkin tidak akan sanggup jika menjadi pelakon kisah hidupnya. Bukankah jodoh sudah digariskan Allah atas semua manusia. Diapun tak pernah bisa memesan dari mana jodohnya akan datang. Namun ketika jodohnya adalah suamiku sendiri, lalu apakah aku harus menyalahkannya, yang berarti pula menyalahkan Allah sang maha pengatur?
Dari pada aku memperburuk keadaan ini dengan prasangka yang menghinakanku sendiri, lebih baik aku menguatkan hati untuk membantu menguatkan suamiku. Suamiku.. seseorang yang telah bertahun-tahun menjadikan aku satu- satunya ratu didalam hati dan rumahnya, memulyakanku dengan segenap cinta dan kasih sayang, dan orang yang paling mengerti dan mencintaiku. Pantaskah jika akhirnya aku mennyebutnya sebagai pengkhianat atas kasih sayangku? pantaskah aku menyebutnya orang yang tidak tahu terimakasih atas semua pengorbanan dan kasih sayangnya? tidak, sama sekali tidak. Bahkan aku tidak akan rela gelar itu disebutkan kepada suamiku, bahkan oleh diri aku sendiri.
Sesuatu akan lebih berharga ketika hal itu telah atau akan meninggalkan kita. Semoga ketika kau telah bersamanya, akan ada penghargaan lebih atas kebersamaan kita. Dan aku pastikan kau tidak akan merasa ditinggalkan olehku, karena aku tahu bebanmu akan terasa lebih berat kedepannya, dan akan sangat sulit bagimu untuk memilih. Maka aku tak akan membawa engkau pada posisi memilih.Seperti yang disabdakan rasul yang mulia bahwa wanita sholihah adalah perhiasan terindah bagi suaminya, dan subhanallah, aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Sekaranglah saatku untuk membuktikan padamu bahwa aku pantas menjadi perhiasan terindah yang pernah kau miliki, dan aku benar- benar menyayangimu.
Aku buka pikiranku dengan keikhlasan. Dan keikhlasan itu akhirnya berbuah pikiran bahwa engkau bukanlah milik ku yang abadi. Aku khkawatir ketika cinta itu melekat erat dihatiku, justru kesenangan hidup itu akan menjadikanku mendua terhadap cinta kepada zat yang maha mencinta. Ah ternyata keikhlasan itu tidak selamanya menyakitkan. Menyakitkan hanya bagi mereka yang merelakan diri mereka sakit dan menyia-nyiakan perolehan pahala yang seharusnya bisa menjadi miliknya.Dan sebagai pribadi yang ingin lebih pintar,  aku tentu tak akan melakukan hal itu. Ternyata Keikhlasan itu nikmat jika dalam menjalaninya hati condong kepada cinta hanya kepada Allah.
Ya Allah semoga surga Mu akan menjadi seindah-indahnya tempat kembaliku kelak, dan semoga kau jadikan aku sangat lebih bahagia bersanding dengan suamiku disana, dalam kehidupan yang abadi.
…,Subhanallah, iman menguatkanku, ikhlas melegakanku, dan Allah memang benar- benar menyejukkan hatiku, bahkan saat aku berada sendiri disini, dan kau berada disana wahai suamiku,…
Setelah kesejukan itu memenuhi relung hatiku, untuk selanjutnya aku memohon maaf kepadamu wahai suamiku, bahwa karena cintaku kepada Allah telah mengalahkan cintaku kepadamu. Aku yakin kau bukanlah pribadi yang akan menjadikan Alquran sebagai tameng bagi nafsumu sendiri.Kau dengan tekadmu yang ingin memuliakannya sebagai mana kau memuliakanku sebagai istrimu karena Allah, maka akupun akan merelakanmu pula karena Allah. Semoga kelegaan hatiku dan kemuliaan niatmu bukan hanya sekedar omong kosong, namun akan menjadi bukti nyata pernyataan cinta kita yang hanya karena Allah. Dan kini, aku mempersembahkan wanita itu untukmu. Benar- benar sebuah akhir yang sangat melegakan bagi sebuah kecintaan yang hanya karena Allah…
(Syahidah)
(musimahzone.com)

WASPADA ! KRISTENISASI (PEMURTADAN) GAYA BARU : "Habis Piknik, Terbitlah Baptis."

Siapa sangka, tawaran piknik gratis itu berbuah pemurtadan. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 34 warga Karangtengah, berhasil dimurtadkan dalam semalam. 


Awalnya, Abang Siregar, warga pendatang keturunan Batak, mengajak warga Karangtengah berwisata ke Pangandaran. Mereka bukan saja ditawarkan piknik gratis, juga dijanjikan akan diberi uang seratus ribu rupiah sepulang dari wisata.  

Bagi warga yang kebanyakan tidak mampu dan jarang bepergian itu, tawaran tersebut ibarat angin surga. Habis piknik gratis, dapat uang pula. Tidak ada kecurigaan sedikit pun kalau mereka hendak dimurtadkan. 

Ajakan itu disambut beberapa orang warga. Mereka lalu berkumpul dan langsung berangkat dari Kadungora dibawa sebuah mobil angkutan umum ke sebuah gereja yang terletak di jalan Pramuka Garut. Konon, gereja hanya tempat transit sementara.
Setelah menginap satu malam, pagi harinya rombongan langsung diberangkatkan sebuah bus disertai beberapa orang pendeta. Para warga begitu riang menikmati perjalanan wisata. 

Sebagian warga menaruh kecurigaan selama perjalanan tersebut. Mereka menangkap keganjilan sejak menginap di gereja hingga perjalanan wisata dibarengi pendeta.  Selama dalam perjalanan yang memakan waktu berjam-jam itu, mereka sedikit pun tidak diberi makanan. 

Saat itu setiap orang hanya diberi sepotong lontong. Padahal, perut mereka benar-benar keroncongan karena tidak mendapatkan makanan sedikit pun selama perjalanan.

Kecurigaan kian mengental saat tahu mereka dibawa lagi ke sebuah gereja setibanya di daerah wisata Pangandaran. Yang cukup mengejutkan, di gereja itu ternyata telah berkumpul banyak orang dari berbagai pelosok dari daerah Garut. 

Di gereja itulah mereka dijamu dengan banyak makanan mewah. Kontan saja seluruh peserta piknik yang memang sudah lapar sedari tadi, tergiur begitu melihat makanan enak ada di depan mata. 

Hanya, mereka dilarang untuk mencicipi makanan tersebut sebelum menandatangani sebuah berkas. Menurut pengakuan korban, sebagian besar mereka sedikit pun tidak tahu isi berkas tersebut. Berbagai perasaan warga berkecamuk setelah itu. 

Ada yang menolak menadatangani, ada yang menangis, ada juga yang menurut begitu saja menandatangani berkas yang disodorkan karena rasa lapar yang terus mendera. 

Kebanyakan para korban tidak sadar, berkas yang mereka tandatangani itu adalah surat pernyataan kesiapan pembaptisan. Setelah berkas itu ditandatangani, di sana mereka dimandikan kemudian dibaptis. 

Para korban benar-benar tidak sadar apa yang telah mereka lakukan. Padahal, sejak penandatanganan dilakukan, sejak itu pula mereka tengah digiring pindah agama, dari penganut Islam menjadi seorang Kristiani. 

Setelah seharian penuh menikmati wisata pemurtadan, semua warga bertolak kembali ke daerah masing-masing. Dalam perjalanan pulang, beberapa sindiran dari korban sempat terlontar kepada para pendeta yang ikut rombongan. 

Sang pendeta cuek saja, bahkan pura-pura tidak mendengar cemooh yang terlontar jelas kepada mereka. Setibanya di Garut, mereka tidak langsung pulang ke rumah masing-masing. Mereka dibawa kembali ke gereja untuk kemudian dibagikan uang mulai limapuluh hingga seratus ribu rupiah.

Dua pekan setelah wisata pemurtadan, kejadian ini rupanya diendus seorang guru sekolah dasar, Asep Lukman. Melalui laporan istrinya, ada warga Cimuncang yang masuk Kristen. 

Tak percaya, bapak berusia 44 tahun yang berprofesi sebagai guru olahraga di SD Karangsalam 3 itu, mengkonfirmasi berita yang baru diterimanya tersebut kepada Ustadz Haris yang dianggap sesepuh Kampung Cimuncang. 

Rupanya Ustadz Haris pun menerima kabar serupa dari ketua RT setempat. Keduanya akhirnya bersepakat untuk menelusuri dan mengecek kebenaran informasi yang baru diperolehnya. Warga tidak menaruh curiga pada AS, dalang pemurtadan, karena telah lama menjadi penduduk Karangtengah. 

“Delapan tahun AS tinggal bersama kami. AS menikahi seorang gadis penduduk asli desa kami. Bahkan, AS menikah secara Islam. Sekalipun, pembuktian keislamannya itu tidak terlihat baik oleh warga,” ujar Asep. 

Setelah mengumpulkan informasi secukupnya, didapatkanlah beberapa nama yang dicurigai telah berpindah agama. Asep lantas menyusun siasat. Beberapa orang yang dicurigai dikuntit Asep sampai kemudian tiba di sebuah gereja. Meski dengan perbekalan ponsel sederhana, Asep terang-terangan mengambil gambar orang tersebut saat keluar-masuk gereja. 

Upaya Asep diketahui korban. Korban segera mendatangi Asep dan menanyakan maksud pengambilan gambar tersebut. Saat itu Asep justru balik bertanya, apa yang tengah dilakukan korban di gereja tersebut. Bagi Asep, kejadian yang baru disaksikannya itu merupakan fakta penting yang kian menguatkan dugaan warga selama ini. 

“Korban sempat beralasan tertinggal jaket di gereja. Jumlah mereka saat kepergok ada empat orang. Saya kenal mereka semua,” ujar Asep.

Setelah didesak, korban mengakui dan menyebutkan bahwa bukan dirinya saja yang telah berpindah keyakinan. Ada sekitar 34 orang warga Karangtengah yang telah dikristenkan, tepatnya pada saat mereka berwisata ke Pangandaran. 

Sebagai warga Muslim yang taat, Asep jelas merasa terusik dengan kejadian tersebut. Berbekal data dan fakta yang ada, Asep Lukman dan Ustadz Haris langsung melapor kepada Ketua MUI Desa, KH Asep Bahrul Hayat. Ketiganya lalu mengumpulkan data-data berikut menginvestigasi beberapa orang yang disinyalir telah masuk Kristen. 

Berdasarkan bukti dan fakta yang ada, ditengarai pelaku pemurtadan dilakukan oleh jaringan gereja Advent Masehi Hari Ketujuh. Dalam investigasi itu ditemukan juga beberapa dokumentasi penting berupa sertifikat pembaptisan, kitab suci Kristen, majalah Adventist World, dan sebuah buku seorang misionaris yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Sunda.

Setelah menghubungi aparat setempat, seminggu kemudian, diadakanlah pertemuan dengan dihadiri oleh Muspika setempat. Pertemuan juga dihadiri para korban. Pada pertemuan tersebut masyarakat diberikan pengarahan seputar bahaya Kristenisasi sekaligus pembagian sembako bagi masyarakat tidak mampu terutama bagi korban pemurtadan. 

Akhirnya, dengan disaksikan semua warga dan aparat setempat, para korban saat itu mengikrarkan syahadat kembali dengan rasa penyesalan mendalam. Mereka benar-benar merasa tertipu dan tidak tahu-menahu dengan upaya pemurtadan terselubung tersebut.

Dari 34 korban pemurtadan, yang berhasil dikembalikan keyakinannya sebanyak 30 orang. Sementara 4 orang lainnya, yang diduga dalang sekaligus agen yang aktif menyebarkan misi Kristenisasi ini, langsung kabur setelah melihat gelagat warga setempat mengendus upaya busuk mereka.

Hampir saja terjadi bentrok antarwarga akibat pemurtadan ini. Betapa tidak, warga yang kesal keluarganya dimurtadkan, kemudian mencoba mencari dalang pemurtadan. Karena dalang utama AS tidak berada di tempat, mereka mencari warga setempat yang diduga aktif menyebarkan ajaran Kristen di daerahnya. 

Atas saran sesepuh dan aparat setempat, upaya penghakiman massa itu akhirnya dapat dihindari. Terlebih pelaku yang dimaksud telah kembali masuk Islam. Pada pertemuan yang juga dihadiri pejabat Kabupaten Garut tersebut, dibentuklah Forum Penyelamat Akidah Umat (FPAU). Asep Lukman kemudian terpilih sebagai ketuanya dan Ustadz Arsyad Salim sebagai sekretaris.

Diprakarsai GARIS (Gerakan Reformasi Islam) wilayah Jabar, disusunlah rencana guna mempertanggungjawabkan beberapa orang terkait atas peristiwa menghebohkan itu. Atas restu dan kesepakatan bersama, tim FPAU dan GARIS Jabar melayangkan surat kepada Ketua DPRD Kabupaten Garut agar bisa beraudiensi dengan aparat setempat dan pelaku pemurtadan. 


Pertemuan segitiga pun dilangsungkan. Dengan dihadiri pejabat Pemda Kabupaten Garut, pertemuan Tim FPAU dan pengurus gereja Advent berlangsung di gereja yang sama. Dari gereja Advent Masehi Hari Ketujuh diwakili Pendeta Oliver Tambunan. 

Di depan Pemda setempat, tim FPAU langsung mengklarifikasi upaya pemurtadan yang menimpa warga mereka kepada pihak gereja. Sekalipun awalnya keberatan, sang pendeta akhirnya mengakui upaya busuk mereka memurtadkan warga bersangkutan. 

Saat itulah dibuat perjanjian penting. Dalam surat perjanjian itu disepakati tiga poin berisi tuntutan agar pihak gereja Advent Masehi Hari Ketujuh mengembalikan umat Islam yang telah berpindah agama dari Islam ke Kristen, tidak melakukan penyebaran agama kembali, serta memohon maaf kepada umat Islam atas peristiwa yang telah terjadi baik secara lisan dan tulisan di berbagai media. 

Apabila pihak gereja tidak melaksanakan tuntutan di atas, maka pihak gereja Masehi Advent Hari Ketujuh bersedia keluar dari wilayah perjanjian. Surat perjanjian ini dilengkapi materai, ditandatangani oleh Asep Lukman dari Forum Penyelamat Akidah Umat (FPAU), Pdt. Oliver Tambunan dari Gereja Advent, Djudju Nuzuluddin dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Undang Hidayat dari MUI Kabupaten Garut, dan H. Firdaus sebagai Kepala Depag Kabupaten Garut.

Untuk mengantisipasi hal serupa terulang kembali, Camat Kadungora, Drs. Aang Suhana dan Tim Penyelamatan Akidah Umat (TPAU) menyebarkan surat edaran kepada 177 Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) yang ada di kecamatan Kadungora. Isi edaran tersebut mengimbau warga agar selalu waspada terhadap berbagai ajakan menggiurkan dalam upaya pemurtadan. 

KH. Asep Bahrul Hayat, Ketua MUI Desa mengatakan, “Mereka itu dijebak. Saat ada tawaran piknik gratis dan pembagian uang secara cuma-cuma, kontan saja banyak warga tertarik. Jangankan ke Pangandaran, ke Garut kota saja mereka bisa dibilang belum pernah. ” 

Kiai Bahrul bekerjasama dengan komponen masyarakat memberikan bantuan modal terutama untuk kelangsungan hidup para korban. “Agar para korban mendapatkan penghasilan tetap. Dengan cara itulah perhatian dari saudara sesama keyakinan akan mereka rasakan,” tegasnya.   

Desa Karangtengah yang berpenduduk kurang lebih 5263 jiwa tersebut, tercatat sekitar 2830 warga tergolong miskin. Mayoritas warga kebanyakan berprofesi sebagai buruh tani. Upaya ke depan yang perlu dilakukan adalah melakukan pembinaan rutin warga, menganjurkan untuk lebih sering mengikuti pengajian, dan membina tali silaturahim terutama membantu mereka yang berkekurangan. 

“Misi Kristenisasi ini dijalankan masif dan agresif. Kadungora bukan satu-satunya target. Upaya pemurtadan serupa banyak menyasar daerah-daerah pelosok lain di Garut seperti Bungbulang, Cikajang, Cisewu, Cilawu, Cijayana, Leles, Rancabuaya, dan lainnya,” ujarnya.

Sayangnya, tidak ada imbauan tegas dari Pemda Garut terhadap misi pemurtadan ini. Bahkan dalam kasus Kadungora, seperti pengakuan Asep Lukman, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) terkesan dingin. “Padahal, ini kan wilayah kewenangan mereka,” tegas Asep.  

Bukan Desa Karangtengah saja yang terjebak pemurtadan. Desa sekitar juga tak luput dari upaya pemurtadan seperti Desa Gandamekar, Karangmulya, dan Hegarsari. Desa Karangtengah yang terdiri dari sembilan kampung, tiga diantaranya terkena pemurtadan yaitu Lanjung, Bojongsalam, dan Cimuncang. 

Kabar pemurtadan ini jelas tamparan besar. “Semoga misi pemurtadan tidak terulang lagi. Kita melindungi semua agama yang diindungi undang-undang. Tapi, menyasar warga yang beragama, itu sebuah kekeliruan. Dikuatirkan terjadi konflik besar yang merembet ke tengah-tengah masyarakat,” tegas Aang Nazarudin, Kepala Desa Karang Tengah.

Guna menghadang upaya pemurtadan, GARIS Jabar kemudian merintis pembentukan organisasi serupa. Banyak anggota dari Forum Penyelamat Akidah Umat (FPAU) yang bergabung dalam gerakan antipemurtadan yang kini tengah berkonsentasi menangani sejumlah aliran sesat tersebut. 

GARIS Garut kini terus bergerak menyadarkan pemahaman masyarakat akan bahaya Kristenisasi. Mereka terus menggalang dana operasional dari anggotanya seadanya karena memang belum memiliki penyandang dana tetap. 

“Masyarakat, terutama para agniya Muslim masih minim pemahaman mendukung upaya-upaya menghadang pemurtadan. Padahal, untuk membina para korban yang sudah masuk kembali pada ajaran Islam jelas membutuhkan dana yang tidak sedikit. Apalagi kebanyakan mereka tergolong kurang mampu,” ujar Ustadz Asep MH, Ketua GARIS Garut. (Yusuf Burhanuddin).


Sumber : Sabili.co.id

Ustadz Arifin Ilham : Sahabatku, Inilah Kiat-kiat Taubat Nasuha

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarkaatuh

Sahabatku, inilah kiat-kiat taubat nashuha :

1. "Annadm" penyesalan atas ma'siyat yang pernah dilakukan bahkan perih hati dan mudah menangis kalau ingat masa lalu. 

2. "Al i'tiqod" berjanji bersumpah untuk tidak pernah lagi mengulanginya, Allah Swt berfirman: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri (melakukan dosa besar), mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali Imran : 135). 

3. "Dawaamul istigfaar" terus menerus minta ampunan allah, Abu Bakar ash Shiddiq mohon kepada Rasulullah, “Ajarkanlah aku suatu do’a yang bisa aku panjatkan saat munajat", maka Beliau Saw pun berkata, “Bacalah: ‘Allahumma innii zholamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiim, (Ya allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali hanya engkau, maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau maha pengampun lagi maha penyayang", (HR Muttafaqun alaihi).

4. "Al iman bimagfirotihi", yakin sepenuh hati bahwa Allah maha pengampun dan maha menerima taubat, "Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas dalam perbuatan ma'siyat, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya, sesungguhnya Dia-lah yang maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS Az Zumar : 53). 

5. "Adzdzunuubu almatrukah" dosa yang Allah tidak ampuni sampai yang dizholiminya memaafkannya, seperti orang dipukul, dihina, difitnah, dipergunjing, kecuali yang dibunuh, maka keluarganya punya haq hukum untuk memaafkan atau menuntutnya, kalau tidak dilakukan maka tetap di akhirat akan dibalas, segeralah mohon maaf pada orang-orang yang pernah kita zholimi. 

6. "Iaadatul maal" mengembalikan harta hasil kezholiman kepada yang dizholimi, kalau tidak menjumpainya lagi maka berikan kepada ahli warisnya, kalau tidak ada juga maka sedekahkan sejumlah hasil kezholiman itu, diniatkan atas nama orang yang dizholimi itu, seperti hasil korupsi, menipu, sogokan dan sebagainya, kalau tidak dilakukan ini Rasulullah mengecamnya, "Sungguh semua hasil kezholimannya akan digantungkan dilehernya walau sekecil jarum"

7. Shalat sunnah taubat adalah shalat yang dianjurkan berdasarkan kesepakatan empat madzhab. “Tidaklah seorang hamba melakukan dosa lalu ia berwudhu, lalu berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at, lalu meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya" (HR Tirmidji, Abu Daud, Ibnu Majah), kecuali yang berzina, dianjurkan sebelum sholat taubatnya mandi dulu. 

8. Semuanya dilakukan dengan niat benar-benar ingin keridhoan Allah. 

Subhanallah, sahabatku tercinta setiap menulis tentang taubat hatiku sesak karena aku amat sangat mohon kepada Allah agar aku dan kalian sungguh-sungguh bertaubat, tidak main-main lagi dengan kehidupan sesaat ini...kabulkan doa kami ya Allah...Aamiin.
 

SHALAT TAUBAT

Berikut tatacara Shalat Taubat secara ringkas :


2. Membaca niat Shalat Taubat :
"Ushollii sunnatat-taubati rok'ataini lillaahi ta'aalaa. Allaahu akbar."

Artinya :
Aku berniat shalat taubat dua raka'at karena Allah Ta'ala. Allaahu akbar.

3. Lakukan shalat seperti biasa, dengan penuh khusyu dan mata tetap terbuka. Pada rakaat pertama membaca QS. Al Kaafiruun [109] dan pada rakaat kedua membaca QS. Al Ikhlash [112].

4. Banyaklah berdoa mohon ampunan Allah saat bersujud.

Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.” (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah)

5. Salam.

Doa setelah Shalat Taubat :

Perbanyak Zikir : "Subhanallah wa bihamdih"

Rasulullah Sallallaahu 'Alaihi Wasallam  bersabda : “Barangsiapa mengucapkan 'subhanallah wabihamdih' seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di laut.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)
"Subhanallah wa biham dih"

Artinya :
Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya
Dosa sebanyak buih di laut bisa diartikan sebagai dosa-dosa kecil yang sangat banyak. Namun dosa-dosa besar tetap ada, dan dosa-dosa besar itu hanya dapat dihapuskan dengan Taubatan Nasuha.

Perbanyak Istighfar :
"Astaghfirullaahal 'azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih, (taubatan nasuuha), taubata 'abdin zhoolimin laa yamliku linafsihi dhorron wa laa naf'aa wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuro."

Artinya :
Aku memohon ampun kepada AllahYang Maha Agung, aku mengaku bahwa tiada Tuhan selain Allah, Tuhan yang hidup terus selalu terjaga. Aku memohon taubat kepada-Nya, (taubat yang sesungguhnya), taubat seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai daya untuk berbuat mudhorot atau manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti. 

"Robbanaa atmim lanaa nuurona waghfirlanaa, innaka 'alaa kulli syai-in qodiir". QS. At-Tahrim [66] : 8

Artinya :

Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Keterangan :
Setiap kali seorang hamba melakukan perbuatan dosa, Allah memberikan tanda noda hitam pada hatinya. Semakin banyak dia mengulangi perbuatan dosanya, maka akan semakin banyak noda hitam (penyakit hati) tersebut. Jika noda tersebut sudah menutupi hatinya maka cahaya Allah; berupa petunjuk, hidayah, dsb. akan sulit masuk ke dalam hati yang sudah tertutup noda tersebut.

Maka seorang hamba yang bertaubat, hendaknya berdoa agar diberikan cahaya bagi hatinya, lalu tidak mengulangi perbuatan dosanya lagi karena arti Taubat adalah; sadar, memohon ampunan Allah dan bertekad tidak mengulangi perbuatan dosanyanya (serta mengembalikan hak orang lain yang sekiranya dia ambil). Berikut sumbernya :

QS. Ali 'Imran [3] : 135
waalladziina idzaa fa 'aluu faahisyatan aw zholamuu anfusahum dzakaruullaaha fastaghfaruu lidzunuubihim wamay-yaghfirudz-dzunuuba illaallaahu walam yushirruu 'alaa maa fa 'aluu wahum ya'lamuun

[3:135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Apa ganjaran orang yang bertaubat ?


QS. Ali 'Imran [3] : 136
ulaa-ika jazaa-uhum maghfiratum-mir-rabbihim wajannaatun tajrii min tahtihaal-anhaaru khoolidiina fiihaa, wani'ma ajrul 'aamiliin.

[3:136] Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulahsebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

Jadi ganjaran Allah bagi orang yang bertaubat adalah :

1. Ampunan Allah,
2. Surga (bisa diartikan surga di dunia dan di akherat, diselesaikan segala masalahnya),
3. Kekal di dalam surga,
4. Pahala yang terbaik (menambah timbangan kebaikan).

Perbanyak Membaca Induk Istighfar :



"Allaahumma anta Robbi laa ilaaha illa anta, kholaqtani wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika, wa wa'dika masta-tho'tu, a'uudzubika min syarri maa shona'tu abuu-ulaka bini'matika 'alayya wa abuu-u bi dzambi faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta."



Artinya :

Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yg sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yg telah aku lakukan.


Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97)

Wallahu a'lam bish-showwab

DO'A DALAM HADIST

Ya Allâh ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari belakangku. cahaya dari hadapanku, cahaya dari atasku, dan cahaya dari bawahku. Ya Allâh, berikanlah aku cahaya. (HR. Muslim)

Aamiin

Selasa, 12 Mei 2015

Bahaya Minum Teh Panas Dan Es Teh bagi Kesehatan

Hasil riset terbaru oleh peneliti Iran menyebutkan, meminum teh dalam keadaan masih panas (lebih dari hangat) dapat menyebabkan Kanker Tenggorokan.

Pada penelitian terdahulu, dalam British Medical Journal dikemukakan minuman panas berpotensi menimbulkan tumor. Meminum teh panas dengan temperatur di atas 70 derajat celcius sama dengan meningkatkan resiko kanker tenggorokan delapan kali lipat lebih besar jika dibandingkan Anda meminumnya dalam keadaan hangat, yaitu di bawah 65 derajat, demikian penjelasan peneliti seperti yang dilansir Reuters.
Bersama timnya, Reza Malekzadeh dari Tehran University meneliti kebiasaan minum 300 orang yang didiagnosa mengidap kanker tenggorokan, sementara 571 orang lainnya dalam keadaan sehat. Mereka semua berasal dari daerah yang sama, di provinsi Golestan, di Iran Utara.
Malekzadeh menjadikan daerah ini sebagai sampel penelitian karena Golestan merupakan salah satu daerah dengan tingkat kanker tenggorokan tertinggi di dunia. Namun sebaliknya tingkat kebiasaan merokok dan minum alkohol di daerah ini sangat rendah. Yang perlu diketahui, hampir semua penduduknya meminum teh hitam secara rutin, sebanyak satu liter setiap harinya.
Hasilnya, orang yang rutin meminum teh kurang dari dua menit setelah dituangkan, beresiko memicu berkembangnya kanker lebih cepat jika dibandingkan dengan mereka yang menunggu empat menit atau lebih. Tidak ada keterangan pasti seberapa panas suhu teh yang menyebabkan kanker, namun peneliti menyimpulkan luka akibat panas dari teh akan menyebabkan iritasi tenggorokan.
Dibandingkan dengan meminum teh hangat atau suam kuku pada temperatur 65 derajat Celsius atau kurang, meminum teh panas, antara 65 dan 68 derajat Celsius, berkaitan dengan dua kali resiko kanker tenggorokan, dan meminum teh yang sangat panas pada 70 derajat Celsius atau lebih berkaitan dengan peningkatan delapan kali lipat.
…Meminum teh panas dengan temperatur di atas 70 derajat celcius sama dengan meningkatkan resiko kanker tenggorokan delapan kali lipat lebih besar jika dibandingkan Anda meminumnya dalam keadaan hangat, yaitu di bawah 65 derajat…
Dampak kanker tenggorokan cukup mengerikan. Tercatat setiap tahunnya lebih dari 500.000 orang di dunia meninggal akibat penyakit ini. Penyakit ini tumbuh subur terutama di daerah Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Kanker ini termasuk mematikan, dengan rata-rata kesembuhan sekira 12 hingga 31 persen, itu pun membutuhkan waktu yang cukup lama, sekira 5 tahun.
“Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan kuat resiko OSCC yang berhubungan dengan meminum teh panas atau sangat panas,”. Mereka menyarankan orang mesti menunggu beberapa menit sebelum meminum satu gelas teh yang baru diseduh dengan air mendidih.
Laporan itu juga memberi dukungan kepada pendapat bahwa cedera karena tersengat hawa panas mungkin menjadi penyebab kanker “epithelium”, kendati cara panas meningkatkan perkembangan tumor belum diketahui.
Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi minuman dalam keaadaan panas berbahaya bagi kesehatan Anda. Apalagi ditambah dengan makanan yang panas pula, seperti bakso dll. Lebih baik teh atau minuman lain diminum dalam keadaan hangat.
Bahaya Minum Es Teh Bagi Kesehatan Ginjal
Siapa diantara para pengunjung yang tidak menyukai minuman rakyat yang satu ini? Yah, Es Teh sepertinya begitu mudahnya kita temui dimanapun tempat kita makan, dari warung pinggir jalan sampai restoran mewahpun semuanya menyediakan Es Teh sebagai salah satu menu minumannya. Es Teh dengan bau dan rasa khasnya sudah mendarah daging di masyarakat kita, meski dikemas dalam bentuk apapun itu, Teh tetaplah Teh dan jika diberi es, kesegaranlah yang kita dapatkan, apalagi di Bulan Puasa ini, menu pembuka sebelum makan besarpun sering didahului dengan minum es teh.
Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.
Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. “Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk,” kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.
…Es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal…
Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.
Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. “Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal,” kata Milner.
Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.
Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging. Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih.

PENYEBAB SARIAWAN DAN CARA MENGATASINYA

Penyakit sariawan atau dikenal dengan sebutan stomatitis adalah pembengkakan atau peradangan yang terjadi di lapisan mukosa mulut. Daerah yang bisa terkena sariawan termasuk pipi, gusi, lidah, bibir serta langit-langit mulut. Selain itu sariawan juga bisa menyebabkan perdarahan, bengkak serta warna yang memerah.
Memang sariawan bukan penyakit serius. Tapi kalau sudah kena yang satu ini sangat tidak nyaman karena jadi sulit untuk makan atau pun berbicara. Bagaimana caranya supaya tidak diganggu sariawan?
Seperti dikutip dari Healthcentre, Sabtu (27/3/2010) ada beberapa hal yang bisa menyebabkan sariawan, yaitu:
1. Akibat virus
Sariawan ini disebabkan oleh beberapa bentuk virus yang ada di dalam tubuh, termasuk kasus-kasus khusus seperti yang menyebabkan demam pada kelenjar, herpes dan penyakit mulut lainnya.
2. Akibat bakteri.
Sariawan jenis ini biasanya suka terjadi jika seseorang menderita sakit tenggorokan atau penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri.
3. Akibat jamur.
Sariawan ini timbul saat seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah atau masalah kesehatan lainnya yang mungkin memerlukan penggunaan antibiotik dosis tinggi.
4. Non-infeksi.
Penyebab paling umumnya adalah terjadinya luka di mulut yang berulang, meskipun tidak diketahui penyebabnya tapi biasanya akan hilang dalam waktu 2 minggu. Sariawan ini juga bisa disebabkan adanya masalah dalam sistem pencernaan, kekurangan vitamin, riboflavin, miacin dan B12.
Selain keempat penyebab di atas, ada juga hal lain yang diduga dapatmenyebabkan sariawan seperti kurang menjaga kebersihan mulut, pemasangan kawat gigi atau gigi palsu dan juga konsumsi makanan atau minuman yang panas.
Perawatan yang dilakukan untuk mengobati sariawan adalah dengan mencari sumber penyebab sariawan tersebut. Namun mengatur makanan yang dikonsumsi juga bisa membantu, seperti menghindari makanan yang renyah atau makanan dengan rasa yang tajam. Usahakan untuk menggunakan sikat gigi yang lembut dan tetap menjaga kesehatan mulut dan gigi.
Jika Anda adalah pengguna kawat gigi atau gigi palsu, maka mintalah dokter untuk memeriksanya saat sedang berkunjung untuk memastikan bahwa tidak ada masalah berarti.
Biasanya sariawan akan hilang dengan sendirinya setelah 4 hari, tapi bila tak kunjung hilang sebaiknya mencari bantuan medis terutama jika disebabkan oleh infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik.
Sebenarnya sariawan bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan baik, melakukan pemeriksaan gigi secara teratur serta mengatur pola makan yang baik dengan mengurangi makanan yang dapat memicu iritasi pada lapisan mukosa mulut.
Selain itu pencegahan sariawan juga bisa dilakukan dengan menghindari terjadinya trauma atau benturan seperti menyikat gigi dengan lembut, tidak terburu-buru saat mengunyah makanan serta tidak berbicara saat sedang makan.
[health.detik.com]