Selasa, 16 Februari 2016

Kisah Murtad Wanita Muslimah

Kisah-kisah berikut semoga jadi pelajaran bagi wanita muslimah supaya sejak dini menjauh dari pergaulan dengan laki-laki non muslim, baik dengan pacaran atau serius sampai ke jenjang pernikahan. Lima kisah di bawah ini menunjukkan langkah licik kaum Nashrani dalam memurtadkan wanita muslimah.

Kisah pertama dari Ibu Dewi:“Saya seorang ibu 29 tahun dan suami 31 tahun.
Kami telah dikaruniai dua anak. Yang pertama pria (6), dan kedua putri (2).

Kami menikah 7 tahun yang lalu, dia adalah teman sekampus saya.

Saat pertama mengenalnya, saya benar-benar benci.

Maklum, saya lahir dari keluarga Muslim yang taat, sementara dia pemeluk Protestan.

Tapi entahlah, mungkin karena dia tak pernah putus asa, saya kemudian menerimanya menjadi pacar.

Saya benar-benar semakin sayang setelah dia kemudian menerima menikah dalam Islam.

Saya benar-benar bahagia sekali.”

Tetapi setelah datangnya anak pertama lalu disusul anak kedua, banyak perubahan yang terjadi pada suami saya.

Tiba-tiba dia jarang shalat dan sering keluar tanpa pamit.

Belakangan saya tahu ternyata dia tidak benar-benar meninggalkan agamanya.

Bahkan, sejak anak kedua kami lahir, secara terang-terangan dia pernah mengatakan kepada saya. `Saya masih seperti dulu, jadi jangan harap ada perubahan.’”

“Mendengar kata-katanya, saya hampir tidak percaya.

Suami saya yang tadinya pendiam itu tiba-tiba seperti itu. Yang membuat saya benar-benar takut dan sedih, hari-hari ini, dia sering memaksa saya mengikuti jejaknya untuk datang di kebaktian.’

Kisah kedua dari seorang ibu asal Palu

Wanita berperawakan sedang ini datang bersama suaminya dengan wajah sembab.

Kepada Sahid, ia menceritakan musibah yang menimpa keluarganya.

Singkat cerita, sang adik diketahui hamil di luar nikah sesaat sebelum menyelesaikan gelar sarjananya.

Yang membuat musibah itu terasa amat berat, pacar sang adik itu ternyata pemuda beragama lain.

“Adik saya dihamili oleh pemuda Kristen,” ucapnya sembari menyeka linangan air matanya.

Padahal, sang adik dikenal sebagai wanita pendiam dan jarang keluar rumah.

Selain itu, selama ini, dia dibesarkan dan dididik dalam lingkungan keluarga Muslim yang sangat taat.

Peristiwa memalukan itu memang kemudian bisa dicarikan solusinya.

Singkatnya, sang adik akhirnya menikah dengan pacarnya pemuda Kristen dalam upacara Islam. Setelah itu, keduanya pindah kota yang jauh dari keluarga, di Palu.

Hanya saja, kepergiannya masih tetap menyisakan luka yang mendalam bagi pihak keluarga.

Terutama setelah diketahui bila sang adik telah ikut sang suami menjadi aktifis gereja bersama semua anaknya.

Kisah cinta seperti Dewi dan adik si ibu tadi bukan hal baru di negeri ini.

Banyak pemuda dan pemudi pernah mengalami hal serupa.

Memiliki teman dekat atau calon suami yang berbeda agama.

Ujung-ujungnya, dalam banyak kasus, hubungan keduanya kemudian terhambat karena adanya perbedaan agama.

Bagi yang taat pada agama, mereka memutuskan untuk berpisah.

Sebagian lagi memilih kompromi, yakni memilih mengikuti salah satu dari agama yang dianut pasangannya.

Pada pilihan yang terakhir inilah yang perlu diwaspadai, utamanya para gadis muslimah.

Kisah ketiga lewat pemerkosaan

Kejahatan kristenisasi itu, kini dilengkapi dengan kenyataan kristenisasi yang sangat menghina umat Islam, yaitu memperkosa muslimah murid Madrasah Aliyah di Padang yang selanjutnya dimurtadkan.

Khairiyah Enisnawati alias Wawah (17 thn) pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Gunung Pangilun, Padang, Sumatera Barat adalah salah satu dari 500 orang Minang yang dimurtadkan.

Gadis berjilbab itu diculik, diperkosa dan dipaksa keluar dari agamanya lewat misi rahasia yang dijalankan sekelompok orang Kristen, di rumah Salmon seorang Jemaat Gereja Protestan di Jl. Bagindo Aziz Chan, Padang tempat memaksa Wawah untuk membuka jilbab dan masuk Kristen.

Gereja itu dipimpin Pendeta Willy, sedang Salmon adalah jemaat yang juga karyawan PDAM Padang. (Dialog Jumat, 6 Agustus 1999).

Kisah keempat dari H. Kacep

Banyak muslimah telah jadi korban pemurtadan.

Hanya orang-orang yang tinggal di selatan Pasar Tambun yang mengenal H Kacep.

Mungkin sebab itu, kasus kematian mubaligh kondang untuk ukuran kampungnya yang sungguh mengenaskan, sama sekali luput dari pemberitaan media massa.

Kejadiannya sekitar setahun yang lalu.

Berawal dari pertemuan puterinya dengan seorang pemuda. Pertemuan itu berlanjut. Kian hari kian akrab.

Gadis muslimah itu kian sering dijumpai berduaan dengan sang pemuda. Sang ayah, H. Kacep, suatu waktu memanggil keduanya.

Mubaligh itu bagaimana pun tahu bahwa berpacaran adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam. “Wa la taqrabuu zina, demikian peringatan Allah SWT dalam al-Qur’an.”

Karena hubungan antara puterinya dengan sang pemuda sudah terlihat begitu erat dan berjalan sudah relatif lama, maka sebagai seorang ayah yang bertanggungjawab, H. Kacep berniat untuk meresmikan hubungan kedua insan itu ke dalam jenjang pernikahan.

Secara bijak H. Kacep mengutarakan keinginannya pada sang pemuda.

Puterinya menyimak baik-baik apa yang dikatakan ayahnya itu.

Hatinya berbunga-bunga. Yakin bahwa sang pemuda pujaan tidak akan keberatan dengan maksud ayahnya.

Setelah mendengar penuturan H. Kacep, sang pemuda dengan enteng menjawab, “Ya, saya mau saja menikahi anak bapak.
Asalkan pernikahannya dilakukan di gereja!”

Bagai disamber geledek di siang bolong. Bapak dan anak puterinya terkaget-kaget dibuatnya.

Sama sekali tidak pernah terlintas di pikirannya bahwa pemuda yang selama ini dekat dengannya ternyata seorang non-Muslim.

Padahal dulunya ia pernah bilang bahwa dirinya juga Islam.

Dari hari ke hari gadis muslimah tersebut mengurung diri di kamarnya.

Hingga suatu hari sosok remaja tersebut ditemukan terbujur kaku dengan mulut berbusa.

Sekaleng racun serangga ditemukan tergolek di sampingnya.

Besar kemungkinan, sesuatu yang berharga telah dipersembahkan gadis tersebut pada sang pemuda hingga ia memilih mati ketimbang menanggung malu.

Kematian puteri tercintanya membuat H. Kacep menangung kesedihan yang amat sangat.

Belum lagi kasak-kusuk tetangganya yang kerap terdengar tidak sedap.

Akhirnya H. Kacep jatuh sakit. Dua bulan kemudian, sang ayah menyusul puteri tercintanya ke alam baka.

Pesantren yang dikelolanya pun bubar.

Kisah kelima karena pertemanan akrab dengan pemuda Nashrani

Di daerah Kranji, masih Bekasi, beberapa tahun lalu juga terjadi kasus yang mirip.

Seorang Muslimah berteman akrab dengan seorang pemuda.

Dari pertemanan tersebut, si gadis pun hamil.

Sang ayah yang tahu sedikit banyak tentang Islam pun marah besar.

Segera dipanggilnya sang pemuda untuk dimintai pertanggungjawabannya.

Juga dengan enteng, si pemuda menjawab, “Saya mau nikah dengan anak bapak, asal dilakukan di gereja!”

Ayah beranak itu kaget mendengarnya.

Sama sekali mereka tak menyangka siapa gerangan pemuda itu.

Tapi sikap dan pendirian sang ayah cukup tegas: ketimbang anaknya murtad, lebih baik menolak mentah-mentah syarat sang pemuda Kristen tersebut.

Janin yang dikandung anaknya dibiarkan lahir tanpa ayah. “Kini anaknya dirawat oleh orangtua si gadis”, ujar Drs. Abu Deedat Syihabuddin, MH, Sekjen FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan) Jakarta.

Kristenisasi melalui jalur pemerkosaan gadis-gadis muslimah.

Khairiyah Anniswah alias Wawah, siswi MAN Padang, setelah diculik dan dijebak oleh aktivis Kristen, diberi minuman perangsang lalu diperkosa.

Setelah tidak berdaya, dia dibaptis dan dikristenkan. Kasus serupa menimpa Linda, siswi SPK Aisyah Padang. Setelah diculik dan disekap oleh komplotan aktivis Kristen, dia diperlakukan secara tidak manusiawi dengan teror kejiwaan supaya murtad ke Kristen dan menyembah Yesus Kristus.

Di Bekasi, modus pemerkosaan dilakukan lebih jahat lagi.

Seorang pemuda Kristen berpura-pura masuk Islam lalu menikahi seorang gadis muslimah yang salehah.

Setelah menikah, mereka mengadakan hubungan suami isteri.

Adegan ranjang yang telah direncanakan, itu foto oleh kawan pemuda Kristen tersebut. Setelah foto dicetak, kepada muslimah tersebut disodorkan dua pilihan: “Tetap Islam atau Pindah ke Kristen?”.

Kalau tidak pindah ke Kristen, maka foto-foto talanjang muslimah tersebut akan disebarluaskan.

Karena tidak kuat mental, maka dengan hati berontak muslimah tersebut dibaptis dongan sangat-sangat terpaksa sekali, untuk menghindari aib.

Di Cipayung Jakarta Tirnur, seorang gadis muslimah yang taat dan shalehah terpaksa kabur dari rumahnya.

Masuk Kristen mengikuti pemuda gereja yang berhasil menjebaknya dengan tindakan pemerkosaan dan obat-obat terlarang. 

Baca mengenai Pacaran Beda Agama di  RemajaIslam.cml. 

Referensi:Un2kmu.wordpress.co—Artikel RemajaIslam.co

Remaja Islam Mau Mengenal Islam™

SUAMI HARUS PEKA ISI HATI ISTRINYA

SUAMI HARUS PEKA
ISI HATI SEORANG ISTRI

Istri sulit melupakan halhal kecil yang melukai hatinya. Meskipun kamu merasa itu tidak melukainya.

Istri itu paling gabisa kalo ga smsan/bbman sama suaminya sehari aja. Karena Istri itu takut suaminya malah bbman/smsan sama Istri lain. :')

Istri cemburu karena sayang. Curiga karena takut kehilangan. Bawel karena perduli. Tapi terkadang kamu itu gak ngerti.
Perasaan seorang Istri untuk dijaga dan dihargai, bukan untuk disakiti dan diacuhkan begitu aja.

Disaat seorang Istri terlihat seakan ga peduli dengan suaminya, disaat itulah sebenarnya dia ingin diperhatikan duluan. :')

Istri itu ga butuh janji. Nggak sama sekali! Karena, janji dari suami itu cuma bisa bikin Istri sakit! Ga lebih! :')

Istri itu kalau lagi bete dan cemburu sama suaminya cuma bisa bilang "Aku gapapa kok" dan si Istri ingin suaminya peka sama perasaan dia.

Istri kuat yah. Dia sabar nungguin pacarnya sesibuk apapun itu. Padahal Istri itu gak suka nunggu. Dan itu sebenernya bete banget.

Istri cemburuan banget karena ia memang sudah sayang banget.

Istri itu ibarat kayu jati. Semua suami bisa menghancurkan hatinya, tapi dia masih tetap bisa bertahan karena hatinya yang kuat. :')

Tingkat kepeka'an Istri itu lebih besar dibanding suami. Makanya Istri itu sering nyesek.

Kadang, Istri yang pamit tidur, hanya ingin menguji; apakah kau akan menahannya untuk pergi?

Istri yang sudah care dan perhatian itu akan sulit berubah menjadi cuek dan sok gak memperdulikan. Sekalipun bisa, itu hanya maksa.

Jangan pernah ngebentak Istri sekesel/semarah apapun km sama cewek km. Karena itu sangat menyakiti perasaan dan hati mereka.

Istri itu kalo lagi kangen suka memendam gitu, dia gak berani buat bilang langsung kalo dia kangen. Biasanya dia nunggu suaminya biar peka.

Istri paling gak suka dipaksa dan dikasarin. Lo bisa buat luluh Istri dengan cara yang lebih halus. Itu baru bisa buat dia senang.

Istri yang sudah dicuekin tapi tetep perduli, masih mau perhatian walaupun kamu cuek, pertahanin! Jangan di sia siain .....

Bapak penjual Amplop

Kisah Bapak Tua Penjual Amplop Itu

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya.

Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat.

Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya.

Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini.

Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop.

Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba.

Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu?

Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya.
Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran bapak tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat bapak tua itu lagi sedang duduk terpekur.

Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut.

Yach, sekedar ingin membantu bapak itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri bapak tadi.

Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkusa plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih.

Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah?

Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya.

Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi bapak tua itu sangatlah berarti.

Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.Bapak itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak.

Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop.

Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.

Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Bapak itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir.

Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Bapak cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu.

Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si bapak tua.

Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, bapak tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa.

Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang?

Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor.

Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat bapak tua itu untuk membeli makan siang.

Si bapak tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis.

Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata.

Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi.

Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini.

Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.

Si bapak tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku.

Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka.

Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya bapak tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat.

Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki.

Tetapi si bapak tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si bapak tua tadi.

Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si bapak tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya.

Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si bapak tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

(Sumber: http://rinaldimunir.wordpress.co/2011/11/19/bapak-tua-penjual-amplop-itu/ via http://gizanherbal.wordpress.co

Senin, 15 Februari 2016

Kesetianaan yg mengagumkan

Kisah Kesetiaan Yang Menakjubkan

Seekor anjing yang terlantar dijalanan melihat seorang yang sedang berjalan lewat dihadapannya lalu anjing tersebut mengikutinya sampai dirumah orang itu.

Anjing itu tidak mau berpisah dari orang tersebut sehingga akhirnya anjing itu ditampung dan dirawat dirumahnya dengan baik dan tulus.

Setiap pagi ketika orang itu hendak pergi berangkat kerja anjing tersebut selalu ikut mengantarkannya sampai ke stasiun.

Demikian pula setiap sore anjing tersebut selalu menjemputnya di stasiun yang sama.

Sampai suatu ketika sebagaimana biasa ketika pagi sang anjing mengantarkan sang majikan menuju stasiun dan ternyata sang majikan tersebut setelah sampai di tempat kerjanya meninggal dunia karena ajalnya telah datang.

Pada sore harinya seperti biasa sang anjing menjemput sang majikan ke stasiun dan ternyata sang majikan tidak datang karena telah meninggal dunia dan sang anjing tersebut tidak tahu kalau majikannya meninggal dunia di tempat kerjanya.

Setelah lama ditunggu dan tidak juga muncul akhirnya anjing itu pulang.

Ceritanya tidak hanya sampai disini saja, karena ternyata setiap sore anjing tersebut selalu menjemput sang majikan di stasiun dan pulang kembali setelah mendapati bahwa majikannya masih belum juga pulang.

Anjing tersebut tidak putus asa dan berusaha untuk selalu menjemput majikannya setiap sore di stasiun.

Hal ini dilakukan oleh sang anjing sampai SEPULUH TAHUN sebagai bukti kesetiaannya kepada sang majikan yang telah berbuat baik kepadanya sampai akhirnya anjing itupun mati di stasiun tersebut ketika menjemput majikannya.

SUBHANALLAH!!!

Seekor anjing mengerti tentang arti kesetiaan kepada orang yang pernah berbuat baik kepadanya.

Bagaimana dengan kita????

[Kisah ini diceritakan oleh Al-Ustadz Fariq Gasim Anuz -Hafidhahullah di masjid An-Nur Jagalan-Saleyer Malang ketika mengisi kajian mulazamah ikhwan Senin 17 Dzul Qa’dah 1431 H

Sumber: Status Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami

Kisah Pilu Anak SD

Kisah Pilu Anak SD

Aku berharap ia dapat memberikan pelajaran dan hikmah bagi semuanya.

Ini adalah kisah seorang putri yang duduk di sekolah dasar bersama kepala sekolahnya.

Sebuah kisah nyata yang terjadi di zaman ini.

Anak ini selalu berangkat ke sekolah setiap hari dengan disiplin tanpa pernah mengenal lelah.

Sebenarnya ia juga juga bukanlah seorang siswa yang terlalu menonjol.

Tapi ia selalu berusaha keras mengerahkan kemampuannya untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

Gadis kecil ini benar-benar berjuang hingga batas puncak kemampuannya.

Tukang bersih-bersih sekolah memperhatikan gadis kecil ini selalu masuk ke sekolah dengan membawa tas yang tidak penuh dengan bawaan, namun selalu pulang dengan tas yang telah penuh dengan bawaan!!

Hal itu menarik perhatian si Tukang bersih-bersih tersebut.

Maka selama beberapa pekan, ia terus mengawasi gadis kecil ini dan ia tetap menyaksikan pemandangan yang sama.

Hal itu menyebabkan si Tukang bersih-bersih itu melapor kepada lbu kepala sekolah tentang semua yang dilihatnya.

Akibatnya lbu kepala sekolah pun meminta gadis kecil itu untuk menemuinya setelah jam sekolah usai.

Gadis kecil itupun datang dengan tas yang penuh seperti biasanya.

lbu kepala sekolah segera memintanya untuk membuka tas itu.

la ingin tahu mengapa tas itu bisa penuh.

Gadis kecil itupun membuka tasnya.

Menurut Anda, apakah yang ada di dalam tas sekolah gadis kecil itu?

Tas itu berisi serpihan-serpihan roti dan sandwich sisa-sisa makanan murid-murid lain yang tersisa!

Yah, gadis kecil itu mengumpulkan sisa-sisa makanan itu untuk dibawanya pulang agar bisa dimakan oleh adik-adik kecilnya, oleh ibunya di rumah.

Apakah Anda sudah membayangkan keadaannya?

Duhai, segala puji bagi Allah atas semua nikmat dan kesehatan.

Pesanku untuk anda semua, jangan pernah ragu-ragu untuk mengeluarkan sedekah dan zakat anda.

Di sana ada banyak sekali orang-orang miskin yang membutuhkan.

Aku harap kalian mau berkorban untuk melakukan kebaikan, sebelum semuanya terlambat.

Sumber: Chicken Soup For Muslimah, Qashash Mu’atstsirah Jiddan lil Fatayat, ALi bin Husain Sindi,

Minggu, 14 Februari 2016

Edisi Istighfar

Berkah Melazimkan Istighfar : Cobaan Berat Diangkat Oleh Allah

Kisah kali ini kami dapatkan dari kawan kami.

Sumber dari kisah kali ini sepertinya adalah buku karangan Aidh al Qarny yang berjudul Cambuk Hati, karena kami pernah membaca kisah yang mirip sebelumnya.

Cerita ini juga semakin menambah daftar panjang dari para hamba Allah yang berhasil mengatasi masalah kehidupannya berkat fadhilah istighfar.

Kami harap, kami dapat menemukan lebih banyak kisah dari mereka yang mampu mengatasi ujian kehidupan berbekal ketakwaan kepada Allah, sehingga bisa dibagikan di sini agar dapat menambah iman kita dan supaya kita pun bisa mengatasi cobaan kehidupan dengan berbekal takwa kepada Allah.

Silakan simak salah satu kisaha malan pembuka pintu rezeki berikut

Ketika aku berusia 30 tahun, aku diuji dengan cobaan yang berat.

Suamiku meninggal dan ia meninggalkan aku beserta lima orang anak, laki-laki dan perempuan, yang masih  kecil-kecil.

Semasa hidup, suamiku sepenuhnya adalah tulang punggung nafkah keluarga

Sedangkan aku adalah ibu rumah tangga, tugas utamaku sebagai istri yang berbakti dan ibu rumah tangga bagi anak-anak kami.

Meskipun penghasilan suamiku tidak banyak, tapi cukup untuk hidup sehari-hari kami sekeluarga.

Hidup kamipun terasa begitu bahagia.Sampai hari naas itu tiba.

Suamiku pergi menghadap Sang Pencipta, semuanya begitu mendadak dan mengagetkan kami.

Sungguh kondisi keluarga kami jadi berubah 180 derajat, dunia serta merta menjadi gelap gulita di mataku.

Akupun hampir tak henti menangis sejak saat itu. Sampai-sampai mataku ini sungguh terasa berat.

Aku terus meratapi nasibku yang terasa begitu buruk dan berat.

Yang terberat tentu saja adalah beban hidup keluargaku yang tidak ringan, kondisi keuangan semakin tipis, sementara pemasukan sudah tidak ada lagi.

Hanya ada sedikit harta yang ditinggalkan Bapak. Akupun berusaha sehemat mungkin dalam menggunakannya.

Mungkin kelemahan antisipasi dan kekurang siapan terhadap kondisi tak terduga seperti inilah yang membuatku begitu berat. Sampai-sampai aku lupa bahwa penjamin rezekiku dan anak-anakku bukanlah suami, orang tua atau siapapun. Melainkan justru hanya Allah semata.

Suatu hari, saat berada di kamar, aku mendengarkan siaran radio Idza’atul Qur’an Al-Karim. Dimana ada seorang Syaikh yang membawakan sebuah hadits (yang artinya):

“Barangsiapa tak henti beristighfar, niscaya Allah akan mengadakan baginya untuk setiap himpitan hidup solusi dan jalan keluar, untuk setiap kepedihan perlepasan dan kebebasan, serta memberinya rezeki secara tidak diduga-duga” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas ra.).

Demi Allah setelah mendengar hadits tersebut dibacakan, semangat hidupku jadi bangkit kembali, dan pengharapan kepada keluasan rahmat Allah pun muncul kembali dan bahkan menguat kembali. Dan aku bernazar sejak saat itu untuk mengamalkan hadis tersebut dengan penuh keyakinan.

Maka akupun mulai melafalkan istighfar kepada Allah, sekuat-kuatnya, dan sebanyak-banyaknya, hampir tanpa putus.

Aku ajari pula anak-anakku untuk melakukan amalan yang sama, istighfar!

Berbulan-bulan kami terus menerus melakukannya, rutin, terus melafadzkan setiap hari dengan penuh pengharapan, kami menjaga asa kami agar tidak putus. Kami bahkan telah menikmatinya. Dan saat istighfar kami itu genap 6 bulan, alhamdulillah, keajaiban itupun datang.

Tepat seperti kata hadits:"Secara tidak disangka-sangka dan tidak diduga-duga sama sekali."

Ya, tiba-tiba kami menerima berita tentang adanya sebuah proyek perencanaan dan pengembangan pembangunan, yang sebagiannya meliputi dan mengambil tanah milik kami, yang sudah lama sekali tak terurus dan tidak termanfaatkan, karena lokasinya yang tidak strategis.

Singkatnya, kamipun mendapatkan ganti untung yang cukup besar bagi kami saat itu.

Allahu Akbar!

Sungguh samudera rahmat dan rahasia hikmah Allah memang benar-benar tidak ada yang bisa menyelaminya.

Puji dan syukur kami kepada-Mu ya Allah.

Juga ampunilah segala kelemahan, dan dosa-dosa kami.

Kehidupan keluarga kamipun perlahan tapi pasti berubah. Keceriaan kembali menghiasi hari-hari kami. Kesedihanku sirna, karena tergantikan oleh kebahagiaan yang tiada terkira. Khususnya oleh perkembangan semua anakku, yang tidak sekadar baik. Melainkan baik sekali dan sangat membanggakan. Karena disamping tumbuh sehat dan berakhlak mulia, merekapun berprestasi gemilang dalam pendidikan.

Diantara mereka ada yang meraih ranking 1 dalam prestasi belajarnya untuk tingkat propinsi.

Ada yang hafidz Al-Qur’an 30 juz. Dan begitu seterusnya.-------

Jika Allah sudah berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin. Sesuai dengan Hadis Rasulullah bahwa jika Allah sudah berkenan menolong, datangnya pertolongan-Nya seringkali diluar dugaan atau tak terbayangkan sebelumnya.

Kiranya kita dapat mengambil pelajaran dari sini dan ikut melazimkan istighfar dalam kehidupan sehari-hari.

Jikalau kita sedang menghadapi masalah yang berat, mudah-mudahan Allah berkenan mengangkat masalah pelik yang sedang kita alami. 

Aamiin

Cat : Saya Marzoan Hafiz membaca ini dengan linangan air mata

Istighfar Adalah Solusi

Istighfar Adalah Solusi

Amalan ini disebut dalam al-Qur'an sebagai salah satu sifat dari hamba Allah yang bertaqwa (QS Ali 'Imran : 133 - 135).

Selain sebagai salah satu karakteristik dari orang bertaqwa, amalan ini sungguh istimewa.

Dalil-dalil yang membahas mengenai istighfar menyebutkan betapa ia dapat menjadi solusi segala masalah.

Artinya masalah apapun yang kita hadapi dan kita merasa berat menjalaninya dapat diatasi dengan satu solusi, yaitu istighfar.

Adapun dasarnya adalah dari dalil-dalil berikut ini :Rasulullah SAW bersabda,"Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan melapangkan setiap kesusahannya, memberi jalan keluar pada setiap kesukarannya, dan memberinya rezeki tanpa diduga-duga."(HR. Abu Dawud dan Nasa'i)

Suatu hari Rasulullah SAW tengah berkumpul bersama sejumlah sahabatnya di masjid. Kemudian masuklah empat orang lelaki. Setiap dari mereka datang membawa masalah yang ingin disampaikan kepada Rasulullah SAW. Orang pertama mengeluh karena di daerahnya sudah lama tidak turun hujan. Rasulullah SAW menasehatinya,

"Beristighfarlah". Orang kedua mengeluh karena sudah lama menikah tapi belum dikaruniai keturunan. Rasulullah SAW bersabda,"Beristighfarlah".

Orang ketiga mengeluhkan kesulitan ekonominya. Rasulullah SAW lalu berkata,"Beristighfarlah".

Orang keempat mengeluhkan tanah pertaniannya yang sudah tidak subur lagi. Lagi-lagi beliau SAW bersabda,"Beristighfarlah".

Abu Hurairah yang saat itu ada bersama mereka terheran-heran, kemudian ia bertanya kepada Nabi,"Ya Rasulullah, mengapa masalah yang berbeda-beda tetapi penawarnya hanya satu?"

Rasulullah SAW kemudian membaca surat Nuh 10 - 12 : "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai”.(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Dua hadis diatas cukuplah menjadi bukti yang menunjukkan bahwasanya istighfar adalah amalan yang sangat manjur untuk mengangkat setiap masalah dan segala kesulitan hidup.

Berikutnya kita akan membahas keistimewaan amalan istighfar yang berkaitan dengan rezeki.Istighfar akan memudahkan dan melapangkan rezeki.

Mengenai hal ini telah jelas disebutkan dalam al-Qur'an : "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai”. [QS 71 : 10-12] 

Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya mengatakan,"Maknanya, jika kalian bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepada-Nya dan kalian senantiasa menaati-Nya, niscaya Dia akan membanyakkan rezeki kalian, menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan hewan ternak untuk kalian, membanyakkan harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun yang didalamnya terdapat bermacam buah-buahan untuk kalian, serta mengalirkan sungai-sungai di antara kebun-kebun itu (untuk kalian)."

Selain dalil dari al-Qur'an terdapat pula dalil yang bersumber dari Hadis. Diantara dalil-dalil yang bersumber dari Hadis adalah dalil berikut :"Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan melapangkan setiap kesusahannya, memberi jalan keluar pada setiap kesukarannya, dan memberinya rezeki tanpa diduga-duga."(HR. Abu Dawud dan Nasa'i)"

Barangsiapa yang merasa rezekinya lambat atau tersendat-sendat, maka hendaknya Ia beristighfar kepada Allah."(HR. Baihaqi dan Ar-Rabi'i)

Agar Istighfar Membuka Pintu RezekiSebenarnya bagaimana cara beristighfar yang harus kita lakukan agar ia dapat membuahkan hasil : memudahkan rezeki dan membukakan jalan keluar setiap masalah dan kesulitan?

Jika kita menilik lagi kepada sabda Rasulullah SAW :"Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan melapangkan setiap kesusahannya, memberi jalan keluar pada setiap kesukarannya, dan memberinya rezeki tanpa diduga-duga."(HR. Abu Dawud dan Nasa'i)

Maka kita akan mendapati ada kata kunci yang tersurat disana, yaitu kata "memperbanyak" atau dalam lafadz bahasa arab : "aktsara". Dalam riwayat lain disebutkan lafadz "lazima" atau melazimkan atau membiasakan.

Jadi kuncinya ada pada memperbanyak, melazimkan, atau membiasakan istighfar.

Maka dari itu Allah akan melapangkan setiap kesusahan, membukakan jalan keluar dan memberi kita rezeki yang tak terduga dengan jalan membiasakan istighfar.Kata "memperbanyak" dan "membiasakan" berarti bukanlah jenis pekerjaan yang bisa membuahkan hasil dengan hanya sekali dua kali kerja.

Ia adalah jenis pekerjaan yang baru dapat membuahkan hasil dengan cara dilakukan terus menerus, kontinu dan berkesinambungan.

Oleh karena itu jika kita melakukan hanya sekali dua kali atau jika kita tidak berkesinambungan atau kumat-kumatan, sehari beristighfar besoknya ditinggalkan lalu besoknya lagi diamalkan lagi maka bisa jadi Allah menunda pertolongan-Nya, karena kita juga seenaknya sendiri dalam mengamalkannya.

Untuk itu dibutuhkan tools lainnya sebagai penunjang keberhasilan istighfar kita, toolsitu adalah keyakinan yang kuat, keikhlasan, kesungguhan, dan kesabaran.

Kalau kita tidak yakin, maka kita pun juga tidak akan bersungguh-sungguh dalam menjalaninya,

jika kita tidak bersungguh-sungguh maka sulit untuk ikhlas, jika kita tidak ikhlas maka kita tidak akan sabar, apabila kita tidak sabar, sudah barang tentu kita tidak akan sanggup membiasakan istighfar, dan sudah tentu Allah akan menunda pertolongan-Nya sampai kita bisa "memperbanyak" atau bisa "membiasakan".

Dalam hal pembiasaan istighfar ini sebenarnya sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dimana dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim didapati bahwasanya Rasulullah SAW setiap hari tidak pernah lupa beristighfar, dan dalam 1 hari beliau bisa beristighfar tidak kurang dari 70 kali, bahkan dalam suatu riwayat bisa sampai 100 kali. 

Dalam hal ini ada salah seorang sahabat yang menghitung Rasulullah SAW mengucapkan lafadz "Robbighfirli watub 'alayya.." (Ya Allah ampunilah aku dan aku bertaubat kepada Mu..) lebih dari 70 kali.

Cara beristighfar kepada AllahAda baiknya kita mendengarkan pendapat dari Imam Al-Ghazali dalam perkara ini. Imam Ghazali berkata,"Menurutku istighfar di lisan saja adalah merupakan kebaikan, karena gerakan lisan yang beristighfar masih lebih baik daripada seseorang yang gahibah atau berkata-kata yang tiada manfaatnya, ia juga lebih baik daripada lisannya diam.

Namun ia akan kurang nilainya jika dibandingkan dengan amal hati.

"Imam Ghazali juga berkata,"Yang termasuk taubatnya pendusta adalah istighfar yang hanya di lisan saja tetapi hatinya tidak ikut serta.
Karena hatinya tidak berniat untuk memohon ampun."

Dalam hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :"Sesungguhnya doa yang paling utama adalah doa yang keluar dari hati yang bersungguh-sungguh dan tekun.

Itulah doa yang didengar dan diijabah, walaupun doanya sedikit."(HR. Al-Hakim)

Oleh karena itu saat kita beristighfar, kita tidak hanya melakukan dengan lisan semata, namun hati dan perbuatan kita juga kita ikut sertakan.

Saat lisan kita memohon ampun kepada Allah dengan lafadz-lafadz istighfar yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, hati kita menerjemahkan apa yang kita baca dan meresapi dengan sungguh-sungguh.

Buat hati kita menyesali perbuatan dosa kita, dan adakan niat untuk berhenti dari dosa, lalu kita ganti dengan perbuatan-perbuatan yang mendatangkan keridhoan Allah.

Istighfar yang dilakukan dengan hati, lisan dan perbuatan inilah yang paling baik. Maka dari itu hal inilah yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan pertolongan dari Allah.

Mereka yang sudah mendapatkan pertolongan Allah dengan Istighfar. Dalam buku "At-Tadawi bil istighfar" halaman 52 Karya Hasan bin Ahmad Hammam, dikisahkan bahwa dengan istighfar dagangan akan menjadi laris.

Dalam kitab tersebut diceritakan "Seorang lelaki pergi ke pasar untuk menjual dagangannya. Waktu itu pasar penuh sesak dengan penjual dan pembeli. Dia duduk di tempat yang disiapkan untuk jualan dan menjajakan dagangannya.

Waktu berlangsung lama tapi tak seorangpun tertarik dengan dagangannya. Orang-orang hanya melihat lalu pergi. Dia sangat membutuhkan uang sehingga mau tidak mau harus menjual barang dagangannya.

Waktu sudah berjalan cukup lama namun tak seorangpun membeli dagangannya.

Dia merasa sempit dan berfikir keras apa yang arus dilakukan. Seketika dia ingat sebuah Hadis (Hadis keutamaan istighfar) yang pernah didengarnya dari imam masjid.

Maka diapun mulai beristighfar dan terus beristighfar.Dia bercerita, "Demi Allah, tatkala saya mulai beristighfar orang-orang mulai datang, yang ini ingin membeli yang lain juga ingin membeli, yang lain lagi menaikkan tawaran lebih tinggi, mereka berebut untuk membeli dagangan saya.

Aku pulang dengan membawa banyak uang, sementara air mataku menetes karena selama ini telah melalaikan barang yang sangat berharga. yakni istighfar maka lidahku tak henti-hentinya memuji alhamdu lillahi Rabbil Alaimin".

Diceritakan, seorang pria mendatangi Imam masjid Nabawi di kota Madinah, Arab Saudi. Pria tersebut menyampaikan keluhan kepada imam masjid bahwa ia telah beberapa tahun menikah namun belum juga dikaruniai keturunan oleh Allah SWT.

Berbagai terapi medis telah dijalani bersama sang isteri, akan tetapi semua ikhtiar tersebut belum membuahkan hasil.

Pria tersebut mengharapkan agar sang imam berkenan untuk mendoakannya agar Allah berkenan untuk mengkaruniai keturunan.Sang imam pun bersedia untuk mendoakan pria tersebut. Namun imam juga meminta agar pria tersebut juga tetap berdoa serta rajin membaca istighfar.

Pria itu pun menuruti nasehat sang imam. Kemudian pria tersebut semakin rajin berdoa dan membaca istighfar.

Selang beberapa waktu pria tadi datang kembali menemui sang imam dengan wajah berseri-seri, ia menyampaikan terima kasih karena akhirnya isterinya telah positif hamil.

Suatu waktu, kemarau panjang menerpa negeri muslimin. Amirul mukminin, Umar bin al-Khattab tak mau tinggal diam. Beliau berinisiatif memohonkan hujan. Akan tetapi, bukannya salat istisqa’ seperti yang direncanakan Umar pada awalnya melainkan beliau seorang diri hanya melafalkan kalimat-kalimat istighfar. Namun ternyata Istighfar Umar bukan sembarang istighfar. Tapi istighfar yang penuh ijabah. Benar saja, tak lama kemudian, hujan deras membasahi tanah muslimin.

Seseorang yang keheranan langsung bertanya, “Bagaimana bisa Anda memohon hujan hanya dengan membacakan istighfar?”. Dengan enteng, Umar ra berujar, “Aku memohon hujan dengan kunci-kunci langit.

Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, jika beliau sedang mendapat masalah yang cukup berat, solusinya adalah dengan memperbanyak istighfar.

"Jika masalah yang saya hadapi mengalami kebuntuan (sulit menemukan solusinya), saya beristighfar kepada Allah sebanyak seribu kali. Allah pun memberi saya jalan keluarnya."

Itulah pengakuan dari seorang ulama besar yang menjadi guru dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah.

Demikianlah bab istighfar sebagai amalan pembuka rezeki. Insya Allah pada postingan berikutnya masih akan membahas seputar amal-amal yang akan memudahkan datangnya rezeki yang halal dan berkah.Wallahu a'lam bishowab