Rabu, 16 Desember 2015
Senin, 14 Desember 2015
Minggu, 06 September 2015
Hijab
hijab bukanlah pilihan sehingga tak perlu menanti kesiapan | juga bukan tanda sempurna hingga harus bebas dosa | hijab itu kewajiban
hijab itu sama wajibnya seperti shalat | mau panas mau hujan, mau duka atau suka tetap harus dipenuhi | perintahnya dari Allah
Allah Maha Tahu, betulkah? | lalu kenapa banyak Muslimah yang merasa lebih tahu dari Allah tentang hijab?
Allah Maha Tahu, betulkah? | maka setiap perintah-Nya termasuk hijab, pasti bisa dipenuhi, pasti baik dan bermanfaat(Felix Y. Siauw)
Duhai saudariku, tidak ada alasan untuk tidak berhijab. Hijab tidak akan menghalangimu untuk beraktifitas. Kewajiban untuk berhijab bukan untuk mengekangmu, namun untuk memuliakanmu. Muslimah berhijab sejatinya adalah duta Islam yang menampakkan wajah keindahan dan kebaikan Islam
Selasa, 14 Juli 2015
Doa Keselamatan dan Kedengkian
رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Rab banagfir lanaa wali ikwaa ninal lazina sabaquunaa bil imaani wa laa tajal fi quluubinaa gilal lil lazina aamanu rab banaa in naka rauufur rahim
Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosadosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang
QS. Al-Hasyr 10
Penjelasan:
Dikisahkan dalam Al-Qur'an bahwa Allah mencantumkan doa kaum Muhajirin, Ansar, dan orang-orang yang mengikuti kebaikan. Walaupun kita yang empat belas abad sesudah Nabi ini, masuklah juga dalam golongan orang-orang yang datang sesudah mereka, asal kita setia memegang teguh ajarannya, menjalankan sunnahnya. Meskipun jarak sudah sejauh itu, namun jiwa ini masih terasa amat dekat, sehingga dibuktikan dengan doa ini. Oleh sebab mereka telah lebih dahulu beriman kepada Allah dan RasulNya, sedang kami ini datang kemudian, sudilah kiranya Tuhan memberi ampun kepada kami kalau ada kesalahan kami bersamaan juga hendaknya dengan ampunan yang Engkau berikan kepada orang-orang yang beriman lebih dahulu. Dan dengki itu adalah penyakit yang paling berbahaya bagi rusaknya iman dalam jiwa orang yang pendengki.
Dikisahkan dalam Al-Qur'an bahwa Allah mencantumkan doa kaum Muhajirin, Ansar, dan orang-orang yang mengikuti kebaikan. Walaupun kita yang empat belas abad sesudah Nabi ini, masuklah juga dalam golongan orang-orang yang datang sesudah mereka, asal kita setia memegang teguh ajarannya, menjalankan sunnahnya. Meskipun jarak sudah sejauh itu, namun jiwa ini masih terasa amat dekat, sehingga dibuktikan dengan doa ini. Oleh sebab mereka telah lebih dahulu beriman kepada Allah dan RasulNya, sedang kami ini datang kemudian, sudilah kiranya Tuhan memberi ampun kepada kami kalau ada kesalahan kami bersamaan juga hendaknya dengan ampunan yang Engkau berikan kepada orang-orang yang beriman lebih dahulu. Dan dengki itu adalah penyakit yang paling berbahaya bagi rusaknya iman dalam jiwa orang yang pendengki.
https://www.facebook.com/profile.php?id=100004675667868&_
Renungan
Renungan
https://www.facebook.com/profile.php?id=100004675667868&_
Pertanyaan pertama, apa yang paling jauh? Tentu bukan tempat, benda langit atau lainnya. Tapi menurut Imam Al Ghazali, yang paling jauh yaitu masa lalu.
Kok bisa masa lalu? Masa lalu, meskipun sedetik yang lalu jika sudah berlalu kita tidak akan pernah bisa menuju ke sana. Jika ukuran jauh karena jarak, pasti kita masih bisa menuju ke sana. Masa lalu tidak akan bisa.
Apa pesan yang ingin disampaikan oleh Imam Al Ghazali? Jawabannya adalah waktu. Jangan pernah sia-siakan waktu karena jika sudah berlalu tidak akan pernah bisa diraih lagi. Imam Ali r.a pernah berucap “harta yang luput hari ini masih bisa saya raih besok, tapi waktu yang berlalu hari ini takkan bisa diraih lagi sampai kapanpun”. Rasulullah juga mengingatkan kita “ ada dua hal yang sering diabaikan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang”. Apalagi Allah melalui Al Qur’an yang menyeru “Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan saling nasihat menasihati dalam kesabaran”. Pertanyaan kedua, apa yang paling dekat? Kata Imam Al Ghazali yang paling dekat adalah kematian.
Kok bisa kematian? Salah satu hal yang misterius dalam kehidupan kita yaitu kematian. Tak ada yang tahu kapan ajalnya tiba. Ada yang usianya pendek, banyak juga yang sedang dan panjang. Begitu misteriusnya, tak bisa diukur jaraknya. Dia pasti datang dan tidak ada yang bisa lari darinya. Jadi dia sangat dekat.
Apa nasehat dari pertanyaan kedua ini? Mari selalu ingat mati. Semoga dengan mengingat mati kita menjadi semangat menjalani kehidupan. Semangat karena kita yakin dunia ini akan kita tinggalkan. Jika kelak memang kita tinggalkan, kita ingin dikenang sebagai orang yang baik, bukan orang yang buruk. Kemudian dengan mengingat mati, kita jadi semakin rindu dan cinta pada Allah. Rindu ingin bertemu dengan Allah dengan mempersembahkan yang terbaik pada-Nya. Wajar saja jika Rasulullah pernah berucap” orang yang paling cerdas yaitu mereka yang ingat mati”. Cerdas dalam bersikap, berpikir dan berbuat karena semua diperhitungkan jangka panjang dunia dan akhirat.
https://www.facebook.com/profile.php?id=100004675667868&_
Senin, 13 Juli 2015
KISAH "AINUL MARDHIAH" BIDADARI TERCANTIK DI SURGA
Kisah Ainul Mardhiah diceritakan dalam Hadits Nabi riwayat Tirmidzi.
Setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keridhaan di hati.
Setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keridhaan di hati.
Ketika pagi hari di bulan Ramadhan, Nabi sedang memberikan targhib (semangat untuk berjihad) kepada pasukan Islam.
Nabi pun bersabda, "Sesungguhnya orang yang mati syahid karena Allah, maka Allah akan menganugerahkannya Ainul Mardhiah, bidadari paling cantik di surga".
Nabi pun bersabda, "Sesungguhnya orang yang mati syahid karena Allah, maka Allah akan menganugerahkannya Ainul Mardhiah, bidadari paling cantik di surga".
Salah satu sahabat yang masih muda yang mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun, karena malu kepada Nabi dan sahabat-sahabat lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul Mardhiah.
Waktu Zuhur sebentar lagi, sesuai sunah Rasul, para sahabat dipersilakan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang.
Bersama kafilah perangnya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi.
Bersama kafilah perangnya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi.
Di dalam mimpinya dia berada di tempat yang sangat indah yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Ia pun bertanya kepada wanita tersebut, "Di manakah ini?"
"Inilah surga.", jawab wanita itu.
Kemudian sahabat ini bertanya lagi, "Apakah Anda Ainul Mardhiah?".
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah.
Kalau Anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiah, dia sedang beristirahat di bawah pohon yang rindang itu."
Didapatinya oleh sahabat itu seorang wanita yang kecantikannya berkali-kali lipat dari wanita pertama yang ia lihat.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan saya ini penjaganya.
Kalau Anda ingin bertemunya di sanalah singgasananya."
Ia pun bertanya kepada wanita tersebut, "Di manakah ini?"
"Inilah surga.", jawab wanita itu.
Kemudian sahabat ini bertanya lagi, "Apakah Anda Ainul Mardhiah?".
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah.
Kalau Anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiah, dia sedang beristirahat di bawah pohon yang rindang itu."
Didapatinya oleh sahabat itu seorang wanita yang kecantikannya berkali-kali lipat dari wanita pertama yang ia lihat.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan saya ini penjaganya.
Kalau Anda ingin bertemunya di sanalah singgasananya."
Lalu sahabat ini pun pergi ke singgasana tersebut dan sampailah ke suatu mahligai. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelapperhiasan.
Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Saya penjaganya di mahligai ini.
Jika Anda ingin menemuinya, temuilah ia di mahligai itu."
Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjukkan. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu.
Pemuda itu pun bertanya."Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Ya, benar saya Ainul Mardhiah"
Pemuda itu pun mendekat,
tetapi Ainul Mardhiah menghindar dan berkata, "Anda bukan seorang yang mati syahid."
Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Saya penjaganya di mahligai ini.
Jika Anda ingin menemuinya, temuilah ia di mahligai itu."
Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjukkan. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu.
Pemuda itu pun bertanya."Apakah Anda Ainul Mardhiah?"
"Ya, benar saya Ainul Mardhiah"
Pemuda itu pun mendekat,
tetapi Ainul Mardhiah menghindar dan berkata, "Anda bukan seorang yang mati syahid."
Seketika itu juga pemuda itu terbangun dari mimpinya.
Dia pun menceritakan ceritanya ini kepada seorang sahabat kepercayaannya yang dimohonkan untuk merahasiakannya sampai ia mati syahid.
Dia pun menceritakan ceritanya ini kepada seorang sahabat kepercayaannya yang dimohonkan untuk merahasiakannya sampai ia mati syahid.
Komando jihad pun menggelora. Sahabat ini pun dengan semangatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul Mardhiah. Ia pun akhirnya mati syahid.
Di petang hari ketika buka puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi.
Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, "Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah".
Di petang hari ketika buka puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi.
Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, "Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah".
Selasa, 07 Juli 2015
THE POWER OF ISTIGHFAR
MENGAPA ISTIGHFAR ADALAH SOLUSI
KARNA DENGAN BERTAUBATLAH ATAU DENGAN KEADAAN SUCILAH SETIAP INSAN YG BERNAMA MANUSIA INI MUDAH MENDAPAT APA YG IA MINTA PADA ALLAH
CONTOH :
MAHA SUCI ALLAH YG DICONTOH- CONTOHKAN
SESEORANG MAU MENGHADAP BUPATI TETAPI KEADAANNYA LUSUH BELUM MANDI, BADAN BAU DLL
APAKAH SANG BUPATI MAU TERIMA
JAWABANNYA TIDAK BUKAN
ITULAH CONTOH KECIL MENGAPA SETIAP INSAN HARUS MEMPERBANYAK ISTIGHFARNYA, KARNA KITA TAK SADAR MELIHAT HAL FULGAR LALU TIMBUL SAHWAT, MAKA DOSA MATA
TAK SADAR ADA YG MENGUNJING KITA DENGAR LALU KITA BENARKAN DOSA PENDENGARAN DOSA TELINGA
ADA BARANG HARAM KITA TAK TAU ASAL USULNYA KITA DOSA LAGI DLL
MAKANYA ISTIGHFAR ISTIGHFAR ISTIGHFARLAH SELALU
SEMOGA BERMAMFAAT
https://www.facebook.com/profile.php?id=100004675667868&_
Langganan:
Postingan (Atom)




