Selasa, 07 Juli 2015

THE POWER OF ISTIGHFAR



MENGAPA ISTIGHFAR ADALAH SOLUSI

KARNA DENGAN BERTAUBATLAH ATAU DENGAN KEADAAN SUCILAH SETIAP INSAN YG BERNAMA MANUSIA INI MUDAH MENDAPAT APA YG IA MINTA PADA ALLAH
CONTOH :
MAHA SUCI ALLAH YG DICONTOH- CONTOHKAN
SESEORANG MAU MENGHADAP BUPATI TETAPI KEADAANNYA LUSUH BELUM MANDI, BADAN BAU DLL
APAKAH SANG BUPATI MAU TERIMA
JAWABANNYA TIDAK BUKAN
ITULAH CONTOH KECIL MENGAPA SETIAP INSAN HARUS MEMPERBANYAK ISTIGHFARNYA, KARNA KITA TAK SADAR MELIHAT HAL FULGAR LALU TIMBUL SAHWAT, MAKA DOSA MATA
TAK SADAR ADA YG MENGUNJING KITA DENGAR LALU KITA BENARKAN DOSA PENDENGARAN DOSA TELINGA
ADA BARANG HARAM KITA TAK TAU ASAL USULNYA KITA DOSA LAGI DLL
MAKANYA ISTIGHFAR ISTIGHFAR ISTIGHFARLAH SELALU
SEMOGA BERMAMFAAT








https://www.facebook.com/profile.php?id=100004675667868&_

Senin, 06 Juli 2015

MENGENAL SIFAT HATI DAN GEJOLAK PERASAAN DI DALAMNYA 

MENGENAL SIFAT HATI DAN GEJOLAK PERASAAN DI DALAMNYA 


Hati dalam bahasa Indonesia ada yang menyebut dengan liver ada juga yang menyebutnya jantung, menurut saya sendiri hati yang akan kita bahas adalah hati yang abstrak. kalau kita korelasikan dengan organ fisik maka lebih mendekati pada organ jantung. dalam bahasa arab hati lebih di kenal dengan kata QOLB
Tidak dinamakan hati/Qolb kecuali karena sering berbolak-balik. hati selalu bergerak dinamis, hari ini menerima besok berubah menolak 100%, detik ini lemah lembut di detik yang lain kasar dan beringas, sekarang bilang cinta lusa sudah berganti benci, semua bisa berubah kapan saja tak ada jaminan kekekalan atas apa yang terlintas dan bergejolak di dalam hati.
Seperti halnya dengan sebuah hubungan, baik hubungan yang teridentifikasi sebagai hubungan keluarga, persahabatan, bisnis maupun kekasih, semua akan mengalami pasang-surut. ada masa-masa dimana hati dengan suka rela menerima apapun perlakuan orang yang disayanginya, hingga hati mampu bertahan saat orang yang disayanginya menyakitinya. Namun akan tiba saatnya dimana hati akan berbalik arah ketika penerimaan dan kesabarannya mulai menipis, disaat itulah hati sadar, bahwa setiap hati itu bisa saja berubah.

Orang yang paling dekat suatu saat bisa saja menjadi orang yang sangat membenci kita, sahabat dekat bisa berubah menjadi musuh, kekasih bisa menjadi orang yang memusuhi kita nomor wahid, semakin dekat dia dengan kita potensi untuk menjadi musuh terburuk semakin besar. Jika kita mendapati hati yang mulai memposisikan dirinya sebagi “musuh”, janganlah berlebihan ketika dalam hatimu mulai tumbuh kebencian, karena suka dan benci tak ada bedanya dipandang dari sudut perlakuan kita, kita harus memperlakukannya sama, yaitu sedang-sedang saja, sebagaimana peribahasa arab mengatakan ;

“ahbib habiibaka haunan maa ‘asaa an takuuna baghiidhoka yauman maa, wa abgidh bagiidhoka haunan maa ‘asaa an takuuna habiibaka yauman maa”.

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, karena bisa jadi dia akan menjadi musuhmu suatu saat nanti, dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, karena bisa jadi dia akan menjadi kekasihmu suatu saat nanti.

Selama kita masih hidup di kolong langit, takkan pernah bisa mematenkan keadaan hati kita maupun hati orang-orang yang berada di kehidupan kita. Jika demikian, janganlah kita terpukau dan terlena dengan kucuran kebaikan dari orang lain, juga jangan kita terpuruk kala keburukan dilemparkan orang baik lewat mulut maupun perlakuannya kepada kita. Posisikan hati kita untuk menagkapnya sebagai hal yang sama, sama-sama tidak abadi, bersama perjalanan sang waktu dua sifat itu akan berubah.


sumber : http://tanbihun.com

Read more: http://daarusysyifa.blogspot.com/2013/11/mengenal-sifat-hati-dan-gejolak-perasaan-di-dalamnya.html#ixzz3f2WajHfh





https://www.facebook.com/profile.php?id=100004675667868&_

Anatomi Pada Tubuh Manusia

Anatomi Tubuh Manusia










 وفى أنفسكم أفلا تبصرون  


"Wafi Anfusikum Afala Tubsirun”.(Adz-Dzariat;20-21)

  1. Di dalam tubuh manusia ada 35 juta sel & kelenjar yang membentuk jaringan dan struktur yang kompleks
  2. Tubuh manusia merupakan suatu kelompok besar makhluq hidup, terdiri atas 100.000.000.000.000 (seratus triliun lebih sel yang hidup)
  3. Pada Rongga Mulut terdapat 500.000 (setengah juta) sel yang berganti secara berkala, setiap 5 menit 
  4. Pada lidah terdapat 9.000 sel pengecap untuk membedakan rasa manis, asam, pahit dan asin 
  5. Sel-sel darah merah diletakkan dan disusun akan membentuk 1 garis niscaya dapat mengitari bumi yang dapat diinjak sebanyak 5 – 6 kali, jumlahnya 5 milyar sel 
  6. Setiap sel darah merah, mengalir dan berputar sekitar 1.500 putaran dalam setiap hari 
  7. Jantung berdenyut 60-80 kali/menit (sehari 100.000 kali), ia memompa darah 8.000 liter, dan 56 juta galon sepanjang hidup manusia
  8. Dibawah permukaan kulit terdapat 5-15 juta pengatur suhu badan, yaitu pori-pori dan kelenjar keringat 
  9. Setiap menit, sekitar 125.000.000 juta sel dari jumlah keseluruhan 7.500.000.000 milyar sel lebih yang ada didalam tubuh mengalami kerusakan. Dan pada sa’at yang sama tumbuh dan terbentuk sel-sel baru dalam jumlah yang sama atau hampir sama
  10. Tenggorokan pada manusia pangkalnya bercabang yang disebut dengan brongkus dan brongkulios. Ini sampai pada paru-paru atau gelembung paru-paru. Gelembung-gelembung ini mencapai 450 juta gelembung 
  11. Sesungguhnya jaringan gelembung tersebut menghampar yang luasnya lebih dari 200 meter persegi untuk menapis darah 
  12. Setiap manusia bernafas sekitar 25.000 kali dan menghirup sekitar 180 meter kubik udara dan dari udara tersebut menyerap sekitar 6,5 meter kubik oksigen untuk darah 
  13. Didalam otak terdapat 13 milyar sel-sel syaraf, dan 100 milyar sel-sel lain. Otak membutuhkan gizi glukose sebagai zat gula.
  14. Pada 1 bola mata terdapat 140 juta indera penerima cahaya yang disebut dengan retina. Pada bagian retina tersebar ujung-ujung syaraf penerima rangsangan cahaya (fotoreseftor) Dari mata keluar 0,5 /setengah juta syaraf penerima yang memindahkan gambar dalam bentuk yang beragam
  15. Telinga terdapat 30.000 sel-sel yang berbentuk rambut, yang memindahkan semua jenis suara dengan ragam tingkat getarannya 
  16. Didalam darah yang sempurna, terdapat bermilyar-milyar sel darah merah untuk memindahkan oksigen, dan 25 sel darah putih yang berfungsi untuk melawan bakteri dan menambah imunitas tubuh 
  17. Dalam setiap pancaran air mani seorang laki-laki terdapat 300 juta sel sperma
  18. Pada setiap ginjal terdapat jutaan unit yang berperan menyaring darah yang disebut nephrones. Darah mengalir keginjal 1.800 liter dalam waktu 24 jam, yang; 180 liter menjadi keringat 1,5 liter dalam bentuk urine, panjang nephrones mencapai 50 kilo meter/km
  19. Didalam usus 12 jari & usus halus terdapat 3.600 bulu-bulu halus setiap 1 cm (panjang usus 8 m).
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (Kekuasaan) kami disegenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar.”(Fushshilat:35) 

“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan bagi manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang berilmu.” (Al-Ankabut:43)

“Ia berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku. 

Daftar Referensi :
  • Terapi Herbal Cara Islam, Manfaat Tumbuhan & Sunnah Nabi,Dr.M.I.H Farooqi, Mizan Media Utama (MMU)
  • Keajaiban-Keajaiban dalam Tubuh Manusia, Dr. Albert M. Hutapea, MPH
  • Fenomena Temuan Media (Dalam Kajian Al-Qur’an), Dr. Abdul Hamid Dayyab & Dr. Ahmad Qarqauz.
  • Muhammad Kamil Abdushshamad, Mukjizat Ilmiah dalam Al-Quran, Akbar.
  •  Khasiat Madu dalam Al-Qur’an & Sunnah, Dr. Sayyid Al-Jamili, Cendikia.
  •  Rasulullah Sang Dokter, Prof. Dr. H. Abdul Basid Muhammad Sayyid, Tiga Utama


Read more: http://daarusysyifa.blogspot.com/2013/01/anatomi-tubuh-manusia.html#ixzz3f2P6xmus







https://www.facebook.com/profile.php?id=100004675667868&_

Minggu, 05 Juli 2015

Mohon Ampun dan Maaf

https://instagram.com/p/4wpfoKgzm5/



https://www.facebook.com/profile.php?id=100004675667868&_

Lailatul Qodar



Mengejar Lailatur Qodar











Menurut Syeikh Abu Hasan Assazili dari kitab Hasyiah al-Qalyubi , ada beberapa rumusan yang dibuat beliau dan selama beliau mengamalkannya, beliau tidak pernah melewatkan Lailatul Qodar sejak masa baligh, yaitu :
Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu, maka lailatul qadrnya malam ke-29 :

Jika awal Ramadhan hari Jumaat atau Selasa, maka lailatul qadrnya malam ke-27;
Jika awal Ramadhan hari Khamis, maka lailatul qadrnya malam ke-25;
Jika awal Ramadhan hari Sabtu, maka lailatul qadrnya malam ke-23;
Jika awal Ramadhan hari Isnin, maka lailatul qadrnya malam ke-21.

Selain rumusan diatas, Banyak ulama-ulama kita yang mengajarkan untuk mengejar lailatul qodar di 10 hari terakhir bulan ramadhan. ini dilakukan berdasarkan hadits riwayat asy-Syaikhan, Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, daripada Sayyidatina 'A-isyah r.anha bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:-

تحروا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان
"Carilah lailatul qadr pada 10 terakhir dari bulan Ramadhan"
Ada juga ulama-ulama yang menetapkan lailatul qodar dengan malam tertentu dalam setiap tahun yaitu malam ke-27 Ramadhan
ini berdasarkan beberapa hadits yaitu diantaranya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang shohih kepada Sayyidina Ibnu 'Umar r.anhuma di mana Rasulullah s.a.w. bersabda:-

من كان متحريها فاليتحرها ليلة السابع و العشرين
"Sesiapa yang hendak mencarinya,maka carilah ia pada malam ke - 27"

Mudah-mudahan kita bisa diberikan hidayah dari Allah untuk bertemu dengan malam istimewa ini. yaitu dengan terus melakukan amal-amal soleh dan meningkatkan amal ibadah dengan penuh ke ikhlasan dan keimanan yang ditujukan hanya untuk mengharap Ridha dari Allah SWT selama bulan ramadhan, tidak hanya di malam-malam tersebut.
Sumber: Bahrus shofa




https://www.facebook.com/profile.php?id=100004675667868&_

Sabtu, 04 Juli 2015

Puasa ala Sufi menurut Imam Al-Ghozaly

"Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapat sesuatu selain lapar dan dahaga?"
Bismillah, Walhamdulillah Wassalatu Wassalamu
`Ala Rasulillah, Wa'ala Aalihie Wasahbihie Waman Walaah


Sesungguhnya ada tiga tingkatan puasa: biasa, khusus dan sangat khusus.
Puasa biasa, maksudnya adalah menahan diri terhadap makan, minum dan hubungan biologis antara suami istri dalam jangka waktu tertentu.
Puasa khusus, maksudnya adalah menjaga telinga, mata, lidah, tangan serta kaki dan juga anggota badan lainnya dari berbuat dosa.

Sedang puasa yang sangat khusus, maksudnya adalah puasa hati dengan mencegahnya dari memikirkan perkara perkara yang hina dan duniawi, yang ada hanyalah mengingat Allah swt. dan akhirat. Jenis puasa demikian dianggap batal bila sampai mengingat perkara perkara duniawi selain Allah dan tidak untuk akhirat. Puasa yang dilakukan dengan mengingat perkara perkara duniawi adalah batal, kecuali mendorong ke arah pemahaman agama, karena ini merupakan tanda ingat pada akhirat, dan tidak termasuk pada yang bersifat duniawi.

Mereka yang masuk ke dalam tingkatan puasa sangat khusus akan merasa berdosa bila hari-harinya hanya terisi dengan hal hal yang dapat membatalkan puasa. Rasa berdosa ini bermula dari rasa takyakin terhadap karunia sertajanji Allah swt. untuk mencukupkan (dengan) rezeki Nya.

Untuk tingkatan ketiga ini adalah milik atau hanya dapat dicapai oleh para Rasul, para wali Allah dan mereka yang selalu berupaya mendekatkan diri kepada Nya. Tidaklah cukup dilukiskan dengan kata-kata, karena hal tersebut telah menjadi nyata dalam tindakan (aksi). Tujuan mereka hanyalah semata mata mengabdi (berdedikasi) kepada Allah swt, mengabaikan segala sesuatu selain Dia. Terkait dengan makna firman Allah swt, "Katakanlah, Allah! Kemudian biarkanlah mereka bermain main dalam kesesatannya.” (Q s. 6: 91).

Syarat-syarat Batin
Puasa khusus adalah jenis ibadah yang diamalkan sebagaimana oleh orang orang saleh. Puasa ini bermakna menjaga seluruh organ tubuh manusia agar tidak melakukan dosa dan harus pula memenuhi keenam syaratnya :

1. Tidak Melihat Apa yang Dibenci Allah Swt.
Suatu hal yang suci, menahan diri dari melihat sesuatu yang dicela (makruh), atau yang dapat membimbangkan dan melalaikan hati dari mengingat Allah swt. Nabi Muhammad saw. bersabda, "pandangan adalah salah satu dari panah-panah beracun milik setan, yang telah dikutuk Allah. Barangsiapa menjaga pandangannya, semata mata karena takut kepada Nya, niscaya Allah swt. akan memberinya keimanan, sebagaimana rasa manis yang diperolehnya dari dalam hati. " (H.r. al Hakim, hadis shahih). Jabir meriwayatkan dari Anas, bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, “Ada lima hal yang dapat membatalkan puasa seseorang: berdusta, mengurnpat, menyebar isu (fitnah), bersumpah palsu dan memandang dengan penuh nafsu."

2. Menjaga Ucapan
Menjaga lidah (lisan) dari perkataan sia-sia, berdusta, mengumpat, menyebarkan fitnah, berkata keji dan kasar, melontarkan kata kata permusuhan (pertentangan dan kontroversi); dengan lebih banyak berdiam diri, memperbanyak dzikir dan membaca [mengkaji] al-Qur'an. Inilah puasa lisan. Said Sufyan berkata, "Sesungguhnya mengumpat akan merusak puasa! Laits mengutip Mujahid yang berkata, 'Ada dua hal yang merusak puasa, yaitu mengumpat dan berbohong."
Rasulullah saw. bersabda, "Puasa adalah perisai. Maka barangsiapa di antaramu sedang berpuasa janganlah berkata keji dan jahil, jika ada orang yang menyerang atau memakimu, katakanlah, Aku sedang berpuasa! Aku sedang berpuasa'!" (H.r. Bukhari Muslim).

3. Menjaga Pendengaran
Menjaga pendengaran dari segala sesuatu yang tercela; karena setiap sesuatu yang dilarang untuk diucapkan juga dilarang untuk didengarkan. Itulah mengapa Allah swt. tidak membedakan antara orang yang suka mendengar (yang haram) dengan mereka yang suka memakan (yang haram). Dalam al Qur'an Allah swt. berfirman, "Mereka gemar mendengar kebohongan dan memakan yang tiada halal." (Q.s. 5: 42).
Demikian juga dalam ayat lain, Allah swt. berfirman, "Mengapa para rabbi dan pendeta di kalangan mereka tidak melarang mereka dari berucap dosa dan memakan barang terlarang?" (Q.s. 5: 63).
Oleh karena itu, sebaiknya berdiam diri dan menjauhi pengumpat. Allah swt. berfirman dalam wahyu Nya, 'Jika engkau (tetap duduk bersama mereka), sungguh, engkaupun seperti mereka ..." (Q.s. 4: 140). Itulah mengapa Rasulullah saw. mengatakan, "Yang mengumpat dan pendengarnya, berserikat dalam dosa." (H.r. at Tirmidzi).

4. Menjaga Sikap Perilaku
Menjaga semua anggota badan lainnya dari dosa: kaki dan tangan dijauhkan dari perbuatan yang makruh, dan menjaga perut dari makanan yang diragukan kehalalannya (syubhat) ketika berbuka puasa. Puasa tidak punya arti apa apa bila dilakukan dengan menahan diri dari memakan yang halal dan hanya berbuka dengan makanan haram. Barangsiapa berpuasa seperti demikian, bagaikan orang membangun istana, tetapi merobohkan kota. Makanan yang halal juga akan menimbulkan kemudharatan, bukan karena mutunya tetapi karena jumlahnya. Maka puasa dimaksudkan untuk mengatasi hal tersebut. Karena didera kekhawatiran, atau karena sakit yang berkepanjangan, seseorang dapat memakan obat secara berlebihan.

Tetapi jelas tidak masuk akal jika kemudian ada yang menukar obat dengan racun. Makanan haram adalah racun berbahaya bagi kehidupan beragama; sedang makanan halal ibarat obat, yang akan memberikan kemanfaatan apabila dimakan dalam jumlah cukup, tidak demikian halnya dalam jumlah berlebihan. Memang, tujuan puasa adalah mendorong lahirnya sikap pertengahan.

Bersabda Rasulullah saw, "Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan sesuatu, kecuali lapar dan dahaga saja!" (H.r. an Nasa'i, Ibnu Majah). Ini ada yang mengartikan pada orang yang berpuasa namun berbuka dengan makanan haram. Tetapi ada pula yang menafsirkan dengan orang yang berpuasa, yang menahan diri dari makanan halal tetapi berbuka dengan daging dan darah manusia, dikarenakan mereka telah merusak puasanya dengan mengumpat orang lain. Lainnya lagi menafsirkan bahwa mereka ini berpuasa tetapi tidak menjaga anggota tubuhnya dari berbuat dosa.

5. Menghindari Makan Berlebihan

Berbuka puasa dengan makan yang tidak berlebihan, sehingga rongga dadanya menjadi sesak. Tidak ada kantung yang lebih tidak disukai Allah swt. selain perut yang penuh (berlebihan) dengan makanan halal. Dapatkah puasa bermanfaat sebagai cara mengalahkan musuh Allah swt. dan mengendalikan hawa nafsu, bila kita berbuka menyesaki perut dengan apa yang biasa kita makan siang hari? Terlebih lagi, biasanya di bulan puasa masih disediakan makanan tambahan, yang justru di hari-hari biasa tidak tersedia.

Sesungguhnya hakikat puasa adalah melemahkan tenaga yang biasa dipergunakan setan untuk mengajak kita ke arah kejahatan. Oleh sebab itu, lebih penting (esensial) bila mampu mengurangi porsi makan malam dalam bulan Ramadhan dibanding malam malam di luar bulan Ramadhan, saat tidak berpuasa. Karenanya, tidak akan mendapatkan manfaat di saat berpuasa bila tetap makan dengan porsi makanan yang biasa dimakan pada hari hari biasa. Bahkan dianjurkan mengurangi tidur di siang hari, dengan harapan dapat merasakan semakin melemahnya kekuatan jasmani, yang akan mengantarkannya pada penyucian jiwa.

Oleh karena itu, barangsiapa telah "meletakkan" kantung makanan di antara hati dan dadanya, tentu akan buta terhadap karunia tersebut. Meskipun perutnya kosong, belum tentu terangkat hijab (tabir) yang terbentang antara dirinya dengan Allah, kecuali telah mampu mengosongkan pikiran dan mengisinya dengan mengingat kepada Allah swt. semata. Demikian adalah puncak segalanya, dan titik mula dari semuanya itu adalah mengosongkan perut dari makanan.

6. Menuju kepada Allah Swt. dengan Rasa Takut dan Pengharapan
Setelah berbuka puasa, selayaknya hati terayun ayun antara takut (khauf) dan harap [raja']. Karena siapa pun tidak mengetahui, apakah puasanya diterima sehingga dirinya termasuk orang yang mendapat karunia Nya sekaligus orang yang dekat dengan Nya, ataukah puasanya tidak diterima, sehingga dirinya menjadi orang yang dicela oleh Nya. Pemikiran seperti inilah yang seharusnya ada pada setiap orang yang telah selesai melaksanakan suatu ibadah.

Dari al Hasan bin Abil Hasan al Bashri, bahwa suatu ketika melintaslah sekelompok orang sambil tertawa terbahak bahak. Hasan al Bashri lalu berkata, 'Allah swt. telah menjadikan Ramadhan sebagai bulan perlombaan. Di saat mana Para hamba Nya saling berlomba dalam beribadah. Beberapa di antara mereka sampai ke titik final lebih dahulu dan menang, sementara yang lain tertinggal dan kalah. Sungguh menakjubkan mendapati orang yang masih dapat tertawa terbahak bahak dan bermain di antara (keadaan) ketika mereka yang beruntung memperoleh kemenangan, dan mereka yang merugi memperoleh kesia-siaan. Demi Allah, apabila hijab tertutup, mereka yang berbuat baik akan dipenuhi (pahala) perbuatan baiknya, dan mereka yang berbuat cela juga dipenuhi oleh kejahatan yang diperbuatnya." Dengan kata lain, manusia yang puasanya diterima akan bersuka ria, sementara orang yang ditolak akan tertutup baginya gelak tawa.

Dari al Ahnaf bin Qais, bahwa suatu ketika seseorang berkata kepadanya, "Engkau telah tua; berpuasa akan dapat melemahkanmu." Tetapi al Ahnaf bahkan menjawab, "Dengan berpuasa, sebenarnya aku sedang mempersiapkan diri untuk perjalanan panjang. Bersabar dalam menaati Allah swt. tentu akan lebih mudah daripada menanggung siksa Nya.."
Demikianlah, semua itu adalah makna signifikan puasa.

Pentingnya Memenuhi Aspek aspek (Syarat) Batin

Sekarang Anda mungkin mengatakan, "Dengan menahan makan, minum dan nafsu seksual, tanpa harus memperhatikan syarat batin itu sudah sah. Menurut pendapat para ahli fiqih juga demikian, bahwa puasa yang bersangkutan sudah dapat dikatakan memenuhi syarat, sudah sah. Lalu mengapa kita harus repot repot?"

Anda harus menyadari bahwa para ulama fiqih telah menetapkan syarat-syarat lahiriah puasa dengan dalil-dalil yang lebih lemah dibanding dalil dalil yang menopang perlunya ditepati syarat syarat batiniah. Misalnya saja tentang mengumpat dan yang sejenis. Bagaimanapun perlu diingat, bahwa para ulama fiqih memandang batas kewajiban puasa dengan hanya mempertimbangkan pada kapasitas orang awam yang sering lalai, mudah terperangkap dalam urusan duniawi.

Sedangkan bagi mereka yang memiliki pengetahuan tentang hari Akhir, akan memperhatikan sungguh-sungguh dan memenuhi dengan syarat batin, sehingga ibadahnya sah dan diterima.

Hal demikian itu mereka capai dengan melaksanakan syarat-syarat yang akan mengantarkannya pada tujuan. Menurut pemahaman mereka, berpuasa adalah salah satu cara untuk menghayati salah satu akhlak Allah Swt, yaitu tempat meminta (shamadiyyah), sebagaimana juga contoh dari para malaikat, dengan sedapat mungkin menghindari godaan nafsu, karena malaikat adalah makhluk yang terbebas dari dorongan serupa.

Sedang manusia mempunyai derajat di atas hewan, karena dengan tuntunan akal yang dimilikinya akan selalu sanggup mengendalikan nafsunya; namun ia inferior (sedikit lebih rendah) dari malaikat, karena masih dikuasai oleh hawa nafsu, maka ia pun harus mencoba untuk mengatasi godaan hawa nafsunya.

Kapan pun manusia dikuasai oleh hawa nafsunya, maka ia akan terjatuh dalam tingkatan yang terendah, sehingga tidak ada tempat lagi selain bersama hewan. Kapan pun ia mampu mengatasinya, maka ia akan terangkat ke tingkatan para malaikat. Malaikat adalah makhluk yang paling dekat dengan Allah swt, karenanya malaikat pun menjadi contoh bagi makhluk yang ingin dekat dengan Allah. Tentu dengan segala ibadah akan menjadikan diri semakin dekat dengan Nya. Hanya saja bukan dalam pengertian dekat dalam dimensi ruang, tetapi lebih pada kedekatan sifat.

Jika demikian itu adalah rahasia puasa bagi mereka yang memiliki kedalaman pemahaman spiritual, apakah manfaat menggabungkan dua (porsi) makan pada waktu berbuka, seraya memuaskan nafsu lain yang tertahan ketika siang hari. Dan kalaulah demikian, lalu apa makna Hadis Nabi saw. yang berbunyi, "Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapat sesuatu selain lapar dan dahaga?"

Sumber : Milis MR



https://www.facebook.com/profile.php?id=100004675667868&_

Seputar Adab-Adab Berpuasa

1.    Menjauhi semua bentuk maksiat.
Dari Abu Hurairah  bahwa Nabi   bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ اَلزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ, وَالْجَهْلَ, فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ


“Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan beramal dengannya serta kejahilan, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Al-Bukhari no. 1903)

Ash-Shan’ani -rahimahullah- berkata dalam Subulus Salam (4/126), “Hadits ini merupakan dalil akan haramnya dusta dan beramal dengannya, serta menunjukkan haramnya orang yang berpuasa berbuat kejahilan. Kedua hal ini juga diharamkan atas orang yang tidak berpuasa, hanya saja keharamannya lebih kuat terkhusus bagi orang yang berpuasa, sebagaimana lebih kuatnya pengharaman zina atas seorang yang sudah tua dan pengharaman sombong atas orang yang fakir.”
2.    Membaca Al-Qur`an.
Allah Ta’ala berfirman, “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS. Al-Baqarah: 185) Dan juga Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur`an) pada lailatul qadr.” (Al-Qadr: 1)
Karenanya sudah sepantasnya seorang muslim menghabiskan waktunya di dalam bulan ramadhan untuk membaca Al-Qur`an, baik di dalam shalat maupun di luar shalat.
3.    Banyak bersedekah.
Dari Ibnu Abbas dia berkata:
“Rasulullah   adalah orang yang paling dermawan, dan saat dimana beliau menjadi lebih dermawan dari biasanya adalah pada bulan ramadhan tatkala Jibril menjumpai beliau.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
4.    Shalat lail/tarawih.
Dari Abu Hurairah  bahwa Nabi   bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا, غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


“Barangsiapa yang shalat (lail) pada bulan ramadhan karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni seluruh dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari no. 2009 dan Muslim no. 759)

Dan secara khusus pada lailatul qadr beliau bersabda, “Barangsiapa yang shalat (lail) pada lailatul qadr karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni seluruh dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dan dalam hadits yang shahih, Rasulullah   bersabda:

مَنْ صَلَّى مَعَ إِمَامِهِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ


“Barangsiapa yang shalat bersama imamnya sampai selesai, maka akan dituliskan baginya pahala shalat semalam suntuk.”

5.    Memperbanyak doa.
Dari Abu Hurairah  bahwa Nabi   bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ يُرَدُّ دُعَاؤُهُمْ: إِمَامٌ عَادِلٌ, الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ, وَدُعَاءُ الْمَظْلُوْمِ …


“Ada tiga orang yang tidak akan ditolak doa mereka: Imam yang adil, orang yang berpuasa hingga dia berbuka dan doa orang yang terzhalimi … .” al-hadits. (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’: 2/506)

6.    Menjaga lisan.
Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi   bersabda:

إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفَثْ وَلاَ يَصْخَبْ. إِذَا شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ


“Jika itu pada hari berpuasa salah seorang di antara kalian maka janganlah dia berbuat keji dan jangan pula berteriak. Jika ada seseorang yang mencelanya atau memukulnya maka hendaknya dia mengatakan: Sesungguhnya saya sedang berpuasa.”

https://www.facebook.com/profile.php?id=100004675667868&_