Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Desember 2015

Arisan Keyakinan

Arisan Keyakinan: Haram.

Pernah mengikuti arisan…?

Secara umum arisan diperbolehkan..

Selama tidak ada unsur gharar (penipuan), pengurangan hak, dan lainnya dari pelanggaran syariat.

Namun ada satu arisan yang dilarang selama-lamanya..

Yaitu arisan keyakinan.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)

“Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

Dan kamu bukanlah penyembah Tuhan yang aku sembah.

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

Bagimu agamamu, dan bagiku, agamaku” (QS. al-Kaafirun: 1-6)

Ada banyak penegasan berulang di surat ini..

Juga penutup ayat yang sangat lugas:

“Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku..”

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnu Katsir dan banyak ahli tafsir rahimahumullah menyampaikan asbabun nuzul (sebab turunnya) ayat ini:

Dahulu orang-orang musyrik dengan kebodohannya, mereka meminta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar beliau mau menyembah sesembahan-sesembahan mereka selama setahun..

Kemudian..

Nanti bergantian mereka akan menyembah Rabb yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sembah (Allah) selama setahun berikutnya..

Maka turunlah ayat ini..

Itulah bentuk arisan keyakinan..

Saling sembah saling ucap selamat atas tuhan yang berbeda bergantian..

Saat orang kafir berkata,

“Kita bertoleransi dalam berhari raya..

Bila bulan lalu kami ucapkan selamat Idul Fithri, besok kalian harus menyampaikan selamat Natal padaku..”

Katakan tidak..!!

Ingat..!!!

Seorang Muslim hanya mengakui satu sesembahan yang hak, yaitu Allah..

Tidak mendua apalagi tiga (trinitas)

Maka tidak selayaknya kaum Muslimin turut serta dalam Natal..

Walau hanya sekedar mengucap selamat..

@sahabatil

Senin, 11 Mei 2015

Memahami Hakikat Tuhan Lewat Kelapa

Sebenarnya tidak ada bahasa yang bisa mengungkapkan misteri tentang Tuhan dan tidak ada pula pembahasan yang bisa dengan sempurna menggambarkan hakikat Tuhan. Tuhan, dalam sepanjang sejarah peradaban manusia akan menjadi misteri dan akan terus misteri kalau proses pencariannya hanya dengan menggunakan ilmu akal semata. Untuk memudahkan manusia memahami hakikat Tuhan, maka di dalam kitab suci Tuhan memberikan perumpamaan-perumpamaan agar manusia lebih akrab mengenal-Nya.

Salah satu ungkapan hakikat Tuhan dalam al-Qur’an ada di dalam surat An-Nur, 35 :
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat per­umpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Mahamengetahui segala sesuatu.
Ayat ini kalau kita perhatikan dengan seksama menjelaskan kepada kita tentang hakikat cahaya Allah dalam bentuk perumpamaan, sesuatu yang dikenal oleh umat di zaman itu yaitu pohon zaitun. Tentu yang dimaksud poho zaitun bukanlah pohon zaitun dalam makna harfiah, tapi itu hanyalah symbol atau perumpamaan. “Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki”, Guru Sufi menjelaskan bahwa cahaya di atas cahaya itu tidak lain adalah para Rasul dan Para Wali, mereka berada di dalam cahaya dan mereka tidak lain terbit dari cahaya Allah SWT. Allah dengan Pengasih dan Penyayang membimbing manusia kepada cahaya-Nya, membimbing manusia untuk meng-imani Rasul-Nya, mengambil semua pelajaran dari Rasul dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ulama di tanah air menceritakan tentang hakikat seperti dalam surat An-Nur, 35 bukan dalam bentuk pohon zaitun karena masyarakat di tanah air tidak mengenal sama sekali pohon zaitun, para ulama member perumpamaan tentang hakikat dengan bentuk Buah Kelapa.
Buah kelapa sebagaimana kita ketahui mempunyai lapisan, mulai dari kulit terluar, sabut kelapa, batoknya yang keras sampai kepada daging yang berisi santan. Santan secara alamiah mudah membusuk, harus diproses terlebih dulu agar bisa menjadi minyak. Setelah menjadi minyak barulah kelapa tadi menjadi “Abadi”, tahan lama, ikan dalam kondisi setengah busuk pun kalau di goring dengan minyak yang telah di proses akan menjadi harum dan enak di makan.
Struktur buah kelapa yang berlapis dijadikan oleh ulama zaman dulu untuk menjelaskan tentang agama yang juga mempunyai lapisan-lapisan. Kulit terluar kelapa bisa di gambarkan sebagai syariat. Kulit kelapa berfungsi untuk melindungi lapisan dalam, melindungi terhadap benturan. Kulit dan sabut kelapa juga berfungsi untuk penyebaran buah kelapa, ketika buah kelapa jatuh ke air atau ke laut dia akan mengapung. Itulah sebabnya kelapa bisa dijumpai di pulau yang tidak berpenghuni di tengah laut, proses penyebarannya karena buah kelapa mengapung di bawa arus dan terdampar di pulau terasing kemudian tumbuh. Kulit dan sabut kelapa ini sangat penting kedudukannya karena berfungsi sebagai penyebar kelapa, sama halnya dengan syariat yang berfungsi untuk menyebarkan agama keseluruh muka bumi.
Batok kelapa yang keras berada di dalam kulit dan sabut kelapa bisa di ibaratkan dengan Tarekat, keras dan juga tidak ada santan di dalamnya, fungsinya melindungi secara langsung daging buah kelapa dari gangguan-gangguan dari luar. Batok kelapa ini sebagai tempat melekat dari daging kelapa dan juga sebagai penghubung antara daging kelapa dengan kulit terluar. Untuk bisa menembus batok kelapa yang keras diperlukan kesungguhan, usaha yang istiqamah. Berbeda dengan kulit terluar kelapa dan sabut kelapa yang lebih mudah di tembus dan lebih mudah dijumpai karena memang terlihat. Karena di batok kelapa tidak ada daging apalagi santan, maka seorang yang hanya menempel di tarekat tanpa mau melaksanakan zikir, melaksanakan perintah Guru dan istiqamah beramal maka sama seperti dia berada di kulit luar, sama dengan syariat, tidak mendapatkan apa-apa. Maka mustahil orang yang mala mini menekuni tarekat besok langsung ke tahap makrifat, itu tidak mungkin. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Tarekat itu adalah perbuatanku”, atau bisa disebut Hakikat itu metodeku, caraku untuk berhubungan dengan Allah di Terakat pula tersimpan amalan dzikir dan ubudiah untuk mendekatkan diri kepada Allah, untuk menembus sampai kepada daging kelapa. Itulah sebabnya di dalam tarekat terdapa suluk, intensif beramal dalam sekian hari, ada adab-adab yang harus dipatuhi dengan ketat, aturan yang keras, begitulah yang harus dilakukan agar bisa melewati tempurung kelapa yang keras.
Daging kelapa itu ibarat Hakikat, disana tersimpan rahasia keabadian rohani dari manusia. Rasulullah mengatakan “Hakikat itu Kediamanku”, Beliau selama 24 jam berada dalam alam hakikat karena memang dalam diri Beliau telah ada Nur Allah SWT. Apa yang Beliau kerjakan sepenuhnya adalah “gerak” Allah yang bersemayam dalam diri Beliau. Di dalam santan itulah tersimpan minyak yang bersifat abadi. Rasulullah mengatakan, “Makrifat itu adalah Rahasiaku”, kenapa menjadi rahasia karena memang makrifat itu berada di dalam hakikat. Ibarat minyak tidak akan muncul dengan sendirinya tanpa diproses terlebih dulu.  
Perdebatan-perdebatan tentang Tuhan hanya terjadi pada tahap syariat dan tarekat, disana memang keras, kering dan tidak ada santan apalagi minyak. Memperdebatkan sesuatu yang tidak ada akan membuang energi, tapi manusia memang senang melakukannya. Ketika telah sampai ke alam hakikat dan Makrifat maka disana tidak ada lagi perdebatan, disana tidak ada lagi mempelihatkan kehebatan dan kelebihan karena orang-orang yang telah sampai disana sedang sibuk menikmati apa yang di dapat, sibuk menikmati keindahan pemandangan yang belum pernah di dapat seumur hidup. Karena semua telah memandang maka tidak aka nada lagi perdebatan, semua telah menjadi NYATA.
Perdebatan tentang Gajah hanya ada pada orang buta yang belum pernah melihat Gajah, tapi bagi pawang gajah atau orang-orang yang kesehariannya selalu bersama gajah, mereka tidak lagi berdebat tentang gajah, mereka sudah sibuk dengan melihat gajah yang ada di depan matanya.
Syariat ibarat orang yang mempelajari tentang cara melakukan perjalanan, menghapal rambu-rambu jalan, belajar cara mengendarai kenderaan dan semua aturan yang ada di dalamnya, namun tidak pernah melakukan perjalanan, hanya mempelajari saja. Tarekat yang bermakna jalan dan perjalanan adalah orang yang sedang berjalan menuju ke suatu tempat. Orang yang hanya menghapal cara berkendaraan dan rambu-rambu jalan dan belum pernah berjalan pada umumnya bersifat sok tahu dan merasa pandai. Perdebatan antara orang yang sudah berjalan dengan orang yang hanya menghapal tentang perjalanan sering kali terjadi, berselisih dari zaman Rasul sampai akhir zaman.
Ketika musafir yang telah mempelajari tentang perjalanan dan kemudian berjalan sampai mencapai tujuan maka inilah orang yang telah sampai ke tahap hakikat dan makrifat. Karena terlalu lelah dalam perjalanan dan terlena dengan pemandangan yang menakjubkan maka biasanya tidak lagi berselera untuk berdebat, bagi dia semua sudah jelas dan terang benderang.
Bagi yang masih senang mencari kesalahan orang lain, merasa benar sendiri, silahkan meneruskan perjalanan atau silahkan memulai perjalanan, bisa jadi belum pernah melangkahkan kaki tapi merasa sudah sampai, ini penyakit kebanyakan manusia. Tapi ada hal yang sangat penting yang harus anda ingat, Jangan pernah berjalan sendiri karena akan tersesat di jalan. Carilah seorang pemandu yang ahli yang sudah pernah bolak balik ke tempat tujuan, yang hapal luar kepala seluk beluk jalan, tikungan tajam, lembah yang terjal, pendakian yang membahakan semua sudah diketahui oleh pemandu, itulah cara teraman untuk selamat sampai ke tempat tujuan. Ketika sampai ke tempat tujuan, maka nikmatilah pemandangan yang indah, minumlah di telaga keabadian, disana hanya ada senyuman. Jangan banyak bersuara, karena orang-orang yang berada disana sedang menikmati kesunyian dan kesendiriannya bersama SANG PEMILIK TEMPAT.
Di hari Jum’at yang penuh berkah ini, mudah-mudahan tulisan tentang Kelapa ini bisa menjadi renungan untuk kita semua. Selamat menunaikan shalat Jum’at, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua.

Sumber :  http://sufimuda.net/2013/07/19/memahami-hakikat-tuhan-lewat-kelapa/

ILMU MENGENAL DIRI MENGENAL ALLAH



ILMU MENGENAL "DIRI"

PENGENALAN

Kebanyakkan  manusia pada hari ini menganggap bahawa  "Hidup" itu hanyalah makan, bergerak, mencari kemewahan, bekerja dan lain lain lagi, mereka mengangap bahawa jasad kasar mereka itu hidup dengan sendiri nya yang membolehkan mereka melakukan kerja kerja harian mereka itu, tapi pernah kah mereka terfikir bahawa jasad mereka itu sebenar nya ialah benda mati yang tidak dapat hidup dan bergerak dengan sendiri nya  tanpa ada sesuatu yang menghidupkan nya?

Ketahuilah tanpa yang hidup itu jasad tidak ada erti nya. Tetapi benda mati ini lah yang dijaga dan diutamakan orang di dunia ini. Sedangkan semua tahu bila mati kelak, jasad akan busuk dan di tanam atau di bakar. Ini menunjukkan mati ialah bila hidup yang menghidupkan jasad tadi meninggalakan jasad.

Dimanakah letaknya yang di panggil hidup itu? Yang mana dengan adanya yang hidup itu lah jasad kita ini hidup dan   sebenarnya ia diam di dalam jasad kita sendiri, dan dia lah yang di panggil "DIRI" sebenar "DIRI"  dan menghidupkan jasad kita ini. Tapi pernah kah kita terfikir tentang "DIRI" itu atau cuba mencari dan mengenal nya.

Tentu nya soal yang akan timbul ialah dari mana "DIRI" itu, dimana letaknya "DIRI" itu, terdiri dari apakah "DIRI" itu, dan kemanakah perginya "DIRI" itu apabila jasad mati atau dengan lain perkataan "DIRI" meninggalkan jasad???  dan yang penting sekali bolehkah kita mengenal "DIRI" sebenar "DIRI" kita itu.

BARANG SIAPA MENGENAL "DIRI" NESCAYA KENAL LAH IA AKAN TUHAN NYA

Benarkah bila kita mengenal "DIRI" maka kita akan mengenal Tuhan ??

Kita semua tahu bahawa ujud nya roh!  Tak ada sesiapa yang dapat menafikan kenyataan ini, Kerana semasa Tuhan bertanya kepada sekelian Roh  " siapa kah Tuhan kamu " dengan sepontan sekelian Roh menjawab " bahkan " yang membawa makna mereka telah pun mengenal Tuhan yang esa.:

Kisah Roh memasukki jasad Adam

Setelah jasad Adam terbaring maka Tuhan telah memerintahkan Roh memasukki ke jasad Adam, tetapi sebelum itu Roh  telah bertanya " dimanakah harus aku masukki, ya ALLAH "  dan ALLAH pun menjawab " masuk lah mana mana yang kamu senangi "  Maka masuk lah Roh melalui hidung dan dengan itu maka bernafaslah kita melalui hidung.

Ini menunjukkan bahawa sesudah Roh memasukki badan, maka barulah bermulanya kehidupan kepada jasad dan terbukti di sini bahawa Roh lah yang dikatakan penghidup kepada jasad, dan mati pada jasad ialah apabila Roh keluar apabila sampai ajal nya.




Jasad kasar kita ini terdiri dari 2 yaitu:

1. Dihidupkan

Apakah maksud dihidupkan dan bahagian mana?   Yang dihidupkan ialah Jasad kasar kita ini, ia nya di hidupkan oleh ""Roh"" yang berada di dalam Jasad. "Roh" memasukki jasad semasa kita 100 hari dalam rahim ibu kita. "Aku tiupkan sebagian dari roh ku" kata firman Allah. Sejak itu lah kita hidup di dalam rahim ibu kita dan kemudian di lahirkan kedunia dan terus menjalankan kehidupan dari bayi hingga lah akhir hayat.

2. Menghidupkan

Yang menghidupkan ialah roh, yang datangnya (diciptakan) dari Allah, yang memasuki jasad dan terus hidup, tugas roh ialah menghidupkan jasad tetapi sayang nya jasad tidak langsung terfikir bahawa roh lah yang hidup sebenar benar hidup dan menghidupkan jasad yang bila mana roh meninggalkan nya maka matilah dia di panggil orang dan di tanam atau di bakar.


MATI  IALAH  APABILA  ROH MENINGGALKAN  JASAD

Jadi siapakan yang berkepentingan disini, tentunya jasad kerana tanpa roh maka jasad tidak bermaana langsung.

Jasad perlukan roh untuk hidup tapi kenapa roh tidak dipedulikan semasa hidup nya

Perlukah roh di kenali?

Sebelum mengenal Roh  haruslah kita mengenal "DIRI"


"BARANG  SIAPA  MENGENAL  "DIRI" MAKA  KENALLAH  DIA  AKAN  TUHAN NYA"

APA  KAH  "DIRI" ITU"

Untuk pengetahuan semua bahawa "DIRI" itu mendatang kemudian setelah roh memasukki jasad, bagaimana ini berlaku?

Apabila Roh berada di dalam Jasad maka perkembangan cahaya Roh itu yang memenuhi dalaman Jasad keseluruhan nya, ini telah menyebabkan ujudnya "Diri" yang  berupa saperti jasad nya memenuhi ruang dalaman jasad nya..


Maka ujudlah "Diri" sebenar "Diri" dan "DIRI"  ini lah yang harus di kenal. 
(kenal lah diri maka kenal tuhan)

BAGAIMANA  MENGENAL "DIRI" SEBENAR "DIRI"

Ada berbagai cara dan kaedah digunakan untuk mengenal "DIRI" ini, bergantung kepada perguruan dan kaedah guru guru mengajar kepada murid murid nya. Semua perguruan ini betul dan cara apa sekali pun di gunakan, tujuan nya satu ya itu untuk mengenal "DIRI" sebenar "DIRI" .

Untuk mengenal "DIRI" ini ada 3 cara:

  1. Terbuka dengan sendiri nya
  2. Ushakan sendiri untuk membukanya
  3. Dibukan oleh guru. (guru guru yang berpengalaman)

Apakah yang di maksudkan “dibuka”

Di buka maksudnya ialah membukakan jalan jalan pancaran cahaya "DIRI" itu hingga keluar dari jasad dan terpancarlah cahaya "DIRI" itu keluar dari jasad melalui jalan jalan nya dan dengan rasa yang bergetar getar pada jalan keluar nya, rasa ini dapat dirasakan dengan nyata oleh murid murid yang mempelajari ilmu ini.

Ini lah rahsia hidup kita dan "DIRI" ini lah yang menghidupkan jasad selagi ada hayatnya di dunia ini, "DIRI" ini harus di kenal dan dirasai sepenuh nya oleh kita, kerana ia mengandungi banyak rahsia dan serba guna, di dunia dan akhirat, Insyaallah.

Kenal kah "DIRI" tadi kepada Tuhan nya? Sudah tentu kerana dia datang dari sana, dari MAHA pencipta dan MAHA besar.

Banyak lag persoalan yang akan timbul apabila kita dapat mengenal "DIRI" kita yang sebenar benar "DIRI" ini, kita harus belajar dari "DIRI" ini:

Dia mengetahui kerana dia datang dari yang MAHA mengetahui
Dia bijak kerana datang dari yang MAHA bijaksana
Dia lah sebaik baik Guru
Kehidupan sebenar ialah di dalam, dan kehidupan dunia ini mendatang kemudian

Kesimpulan nya kenali lah "DIRI" kita ini yang dia lah sebenar benar "DIRI" dan kemukakan lah dia dalam segala urusan kita di dunia ini sementara menunggu hari yang kekal abadi, kerana dia kekal kerana di kekalkan.

Ilmu Mengenal "DIRI" ialah satu ilmu pengetahuan yang harus di ketahui oleh semua orang kerana tiap tiap maanusia membawanya di dalam jasad kasar mereka, harus kah penghidup jasad kita ini kita biarkan begitu saja tanpa mengenali dan merasakan nya, hanya semasa maut hampir datang menjemput baru kita sedar yang dia akan meninggalkan kita?????


Sumber : http://rahsiaalif.tripod.com/

MENGENAL DIRI MENGENAL ALLAH

:: MENGENAL JATI DIRI DALAM ISLAM ::
Sejauh mana kita mengenal diri kita. Apakah selama ini kita menjalani kehidupan tanpa mengenal diri kita, tidak tahu apa tugas kita, dan tidak tahu kemana tujuan kita. Betapa penting mengenal diri sendiri sebelum kita mengenal arti kehidupan yang lain. Sulit bagi orang yang tidak memahami dirinya untuk menggapai hidup dalam ketenangan dan kesejahteraan.
Bagaimana konsep jati diri kita, apakah sudah benar ataukah salah? Jika salah maka itu sangat berbahaya bagi diri kita. Maka dari itu penting dalam penulisan pada lembaran pertama saya ini mengenai Jati Diri. Sejauhmana kita mengenal diri ini. Begitu banyak konsep-konsep jati diri menurut para pakar pengembangan diri. Namun sebagai muslim yang baik kita kembalikan pertanyaan, dan persoalan hidup ini kepada Al-Qur’an karena di sanalah kita akan menemukan konsep jati diri yang sebenarnya menurut Islam.
1. Apa Itu Jati Diri.
Secara umum dalam mengenal jati diri selalu dikaitkan oleh 3 pertanyaan seperti ini :
A. Siapa aku ?
B. Dari mana aku ?
C. Dan aku mau kemana ?
Pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang simple namun, tidak semua orang mampu menjawabnya. Karena membutuhkan pemikiran yang sangat mendalam agar tidak salah dalam memahami dan mengenal diri ini.
2. Apakah kita boleh mengabaikan Jati Diri.
Tidak, kita tidak boleh mengabaikan siapa diri kita sebenarnya. Karena sesungguhnya setelah kita mengenal diri kita maka kita akan mengetahui makna dan tujuan hidup kita di dunia. Mereka yang mengabaikan masalah jati diri adalah orang-orang yang tidak memiliki keberanian untuk memahami hidupnya. Maka jadilah mereka orang-orang yang labil, ikut-ikutan, dan berjalan tanpa arah.
Mereka berkata “Jalani saja hidup ini”. Maukah kalian menjalani kehidupan ini tanpa arah dan tujuan? Yang nantinya berakhir dengan kesedihan. Saya pribadi tidak mau. Saya ingin hidup saya ini bisa sejahtera, dan berakhir dengan senyuman indah. Maka kita harus tahu dan harus menemukan jati diri kita agar kita tahu arah tujuan hidup kita.
3. Dimana kita bisa menemukan Jati Diri.
Jati diri selalu di identikkan dengan bakat, potensi dan keunikan yang ada dalam diri kita. Tidak ada yang salah dalam opini tersebut, karena opini tersebut berguna untuk mengetahui potensi kerja kita di mata masyarakat. Pengenalan diri kita kepada masyarakat. Karena notabene manusia diciptakan dengan keunikan, bakat dan potensi masing-masing. Namun ada hal yang lebih utama dari keotentikan diri seperti bakat, potensi dan keunikan. Dan mereka yang telah menemukan bakat, potensi dan keunikan itu bahkan belum menemukan jati diri mereka sesungguhnya. Tak jarang banyak mereka yang sukses dalam hidup namun masih merasa tak puas dalam menjalani hidup, tak tenang, tak tenram dan tak bahagia.
Hanya Allah yang tahu siapa kita, untuk apa kita ada, dan mau kemana kita. Karena Allah yang menciptakan kita. Dan kita sering tak sadar dalam mencari konsep jati diri sesungguhnya sebagai manusia, selain hanya mengejar kesuksesan di dunia ini. Mari kita mulai mengenal jati diri yang sesungguhnya.
A. Siapa aku ?
Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dari saripati tanah yang di beri potensi hati, akal dan jasad. Sehingga Allah menetapkan manusia sebagai makhluk tertinggi kedudukannya di antara makhluk lainnya, karena kita memiliki potesi tersebut. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman :
As-Sajdah Ayat :7
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
As-Sajdah Ayat : 8
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.
As-Sajdah Ayat : 9
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.
Jadi terjawab sudah pertanyaan pertama, Aku adalah manusia yang diciptakan Allah dari sebaik-baiknya ciptaan melaui permulaannya dari saripati tanah, yang kemudian menjadikan keturunan ku dari saripati air hina, kemudian ditiupkan roh kedalam jasad, dibuatnya kita mendengar, melihat dan merasakan melalui hati.
Jika kita mengenal siapa kita, maka kita akan bersyukur atas penciptaan kita kepada Allah. Namun sayang kebanyakan kita lupa hingga sedikit sekali kita bersyukur atas perlakuan Allah kepada kita. Kita adalah Manusia yang di ciptakan Allah dari air hina dan di beri potensi yang sangat luar biasa hingga kita derajatnya lebih tinggi di bandingkan makhluk ciptaan Allah lainnya. Alhamdulillah.
B. Untuk apa aku ada ?
Manusia diciptakan memiliki dua tujuan dari Allah yaitu Sebagai Khalifah di muka bumi dan Beribadah kepada Allah SWT. Tak ada tujuan lain, semua aktifitas kehidupan kita sebagai manusia harus berlandaskan 2 tujuan yang di berikan Allah tersebut. Dalam segala hal, baik dari segi pekerjaan, bergaul, dan segala macamnya harus berlandaskan 2 tujuan tersebut. Maka dari itu kita diberikan Allah Akal, Hati dan Jasad agar mampu memikul beban dari ke 2 tujuan tersebut agar berjalan dengan baik.
Seperti Firman Allah SWT :
Adz-Dzaariyat Ayat : 56
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Al-Baqarah Ayat : 30
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Jadi aku ada sebagai khalifah dan beribadah kepada Allah SWT.
C. Dan mau kemana aku ?
Bukan hanya sebagai orang yang tak sukses menjadi orang yang sukses, bukan hanya dari miskin menjadi kaya. tetapi tujuan kita sebagai makhluk ciptaan Allah adalah Kampung Akhirat, yang hanya ada 2 pilihan Syurga atau Neraka.
Kesuksesan, kekayaan, banyak anak, dan mempunyai istri/suami yang cantik/ganteng hanyalah hiasan-hisan dunia yang semu dan akan kita tinggalkan. Karena sesungguhnya kita ini adalah makhluk kampung akhirat. Disanalah rumah kita sesungguhnya, di syurga atau neraka. Sekarang pilihan berada di tangan kita, kita mau memilih yang mana ? dan pasti sebagian banyak manusia memilih Syurga toh ?. untuk menggapai syurga itulah Allah memberika hukum-hukumnya di dalam Al-Quran. Mau kita taati atau malah kita ingkari. Bila kita taati maka syurga adalah rumah kita. Bila kita ingkari maka nerakalah rumah kita (Tujuan kita).
Adapun Firman Allah dalam meluruskan tujuan perjalanan kita di bumi adalah sebagai berikut :
As-Sajdah Ayat : 19
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan.
As-Sajdah Ayat : 20
Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya."
Akhirnya kita pun tahu Siapa kita ? Dari mana kita ? dan Mau kemana Kita ? yang sesungguhnya. Bahwa kita adalah manusia yang berasal dari saripati air hina, di ciptakan sebagai khalifah dimuka bumi untuk beribadah kepada Allah, agar mendapatkan kesenangan yang abadi di Syurga nan Indah di kampung akhirat.
Bila kita mengetahui konsep Jatidiri menurut islam ini maka kita akan menjalani kehidupan ini dengan tenang dan tawakal kepada Allah. Bahwa apa yang telah kita dapat, apa yang telah kita lakukan adalah untuk membantu sesama dan beribadah kepada Allah demi mencapi tujuan syurga. Dan bila kita mengenali dari apa kita di ciptakan maka kita akan menjadi manusia yang tak berjalan dengan kesombongan di muka bumi dan senantiasa kita menjadi hambanya yang benar2 bersyukur karena telah menjadi salah satu makhluk yang sempurna di bandingkan makhluk Allah lainnya. Jazzakallah