Rabu, 03 Februari 2016

MAUKAH ANDA MENJADI ORANG-ORANG YANG TERMASUK DUA BELAS GOLONGAN YANG DIDOAKAN MALAIKAT ?

MAUKAH ANDA MENJADI ORANG-ORANG YANG TERMASUK DUA BELAS GOLONGAN YANG DIDOAKAN MALAIKAT ?

Alangkah bahagianya menjadi orang-orang yang dicintai para malaikat, mendapatkan pertolongan dan doannya. Inilah 12 golongan yang didoakan oleh malaikat. Semoga kita termasuk di dalamnya.

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci" Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci." (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat" Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'." (HR Imam Muslim dariAbu Hurairah, Shahih Muslim 469)..

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam solat berjamaah"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan." (Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang yang menyambung shaf solat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf)"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu berselawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf." (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu." (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukansolat"Para malaikat akan selalu berselawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat solat dimana ia melakukan solat, selama ia belum batal wudhunya,(para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia.'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan sholat shubuh dan 'asar secara berjama'ah" Para malaikat berkumpul pada saat solat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian merekaberkumpul lagi pada waktu solat 'asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.'"(HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikatyang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'" (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)

9. Orang-orang yang berinfak" Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil).'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari1442 dan Shahih Muslim 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur" Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah". (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit" Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh." (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain." (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

Sebarkan untuk meraih amal shalih.

Silahkan SHARE jika dirasa bermanfaat.....

APA YANG HILANG PASTI BERGANTI

APA YANG HILANG PASTI BERGANTI

Tidaklah Allah mengambil sesuatu darimu melainkan Dia telah mempersiapkan ganti yang lebih baik untukmu.

Kuncinya jangan sampai engkau sedih dan berputus asa. Apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik dari apa yang ada dalam benakmu.

Boleh jadi kebahagiaan hidup yang anda rasakan saat ini adalah buah dari kesabaran anda atas musibah yang pernah menimpa anda.

Percayalah pada janji Allah. Berprasangka baiklah kepada Allah, sebab Dia sebagaimana prasangka hamba-Nya terhadap-Nya.

Bila seseorang jujur dengan Allah, mentauhidkan-Nya dan yakin bahwa Allah akan mengobati perih dalam hidupnya, maka Allah pasti akan mengobati perih hidupnya.

Bila anda ditimpa musibah, maka jangan beri ruang untuk musibah itu di hati anda, bandingkan dengan karunia Allah yang selama ini anda nikmati. Yakinilah… apa yang hilang pasti berganti.

Insyaallah

Selasa, 02 Februari 2016

Qadha Puasa

Para ulama berbeda pendapat apakah qadha’ (mengganti) puasa mesti dilakukan dengan berurutan atau tidak. Sebagian ulama menyatakan boleh memilih kedua-duanya (berurutan maupun terpisah-pisah harinya). Rasulullah Saw bersabda:“Qadha’ puasa Ramadhan boleh dilakukan dengan berurutan maupun terpisah-pisah harinya.” [HR. ad-Daruquthni].Imam Bukhâri berkata, “Tidak mengapa mengqadha’ puasa dengan terpisah-pisah, sebagaimana firman Allah SWT, “Maka sempurnakan puasa kalian pada hari yang lain.” Imam asy-Syaukani, Nailul Authar, Kitab ash-Shiyâm, hal. 299.Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, “Turun ayat,” Maka sempurnakan puasa kalian pada hari yang lain dengan berturut-turut (harinya).” HR. ad-Daruquthni, dan mengatakan isnadnya shahih.Para ulama berbeda pendapat dalam berhujjah dengan hadits ini. Sebab, riwayat ini adalah ahad yang diklaim sebagai al-Qur’an. Pendapat yang lebih rajih dalam hal ini adalah sebagaimana diungkapkan oleh jumhur ulama, yakni boleh mengqadha’ puasa dengan berturut-turut harinya, atau dengan terpisah-pisah. Oleh karena seseorang, misalnya memiliki hutang puasa lima hari, maka ia boleh mengqadha’ puasanya dengan berturut-turut, atau terpisah-pisah yang penting terhitung lima hari.Waktu Mengqadha’ PuasaBatas waktu mengqadha’ puasa adalah hingga menjelang bulan Ramadhan (Sya’ban). Pendapat ini didasarkan pada hadits riwayat ‘Aisyah ra, bahwa ia berkata:“Aku memiliki tanggungan puasa dari bulan Ramadhan, maka aku tidak mengqadha’nya sehingga datanglah bulan Sya’ban.” [HR. Bukhâri].Bila seseorang tidak mengqadha’ puasanya hingga datang bulan Ramadhan berikutnya, maka sebagian ulama mewajibkan orang tersebut membayar fidyah selain kewajiban mengqadha’ puasanya. Sebagian ulama berpendapat bahwa orang tersebut tetap wajib qadha’ namun tidak diwajibkan membayar fidyah, baik karena udzur atau tidak. Ini adalah pendapat al-Hasan, dan ulama Hanafiyyah. Sedangkan Imam Malik, Syafi’i, Ahmad dan Ishaq sependapat dengan ulama Hanafiyyah, jika orang tersebut mempunyai udzur, namun ia wajib membayar fidyah bila tidak ada udzur. Menurut ahli tahqiq pendapat ulama Hanafiyyah lebih bisa dipegang.Bila seseorang mati dengan menyisakan puasa Ramadhan, maka walinya tidak wajib membayar fidyah. Bila si mati bernadzar maka si walinya harus melaksanakan nadzar si mati.  Ulama yang mengharuskan bagi wali untuk membayar fidyah bagi si mati berpegang kepada hadits-hadits berikut ini:Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa meninggal dan atasnya ada puasa Ramadhan yang telah ditinggalkan, maka hendaklah diberi makan atas namanya sehari seorang miskin.” (HR. Titmidzi) Dari Ibn ‘Abbas ia berkata, “Apabila seseorang sakit dalam bulan Ramdlan kemudian mati, padahal ia tidak berpuasa, maka walinya harus memberikan fidyah atas nama si mati. Tidak ada qadha’ atasnya, akan tetapi jika si mati bernadzar maka walinya harus mengqadha’ puasanya.” (HR. Abu Dawud) Oleh karena itu, para pentahqiq berkesimpulan bahwa dua hadits ini tidak bisa digunakan argumentasi untuk membangun pendapat mereka, sebab hadits di atas adalah hadits dha’if, sementara riwayat dari Ibn ‘Abbas adalah hadits mauquf. Berpegang dengan kaidah “al-barât al-ashliyyah”, maka hadits dha’if dan hadits mauquf tidak bisa digunakan hujjah. Oleh karena itu, pendapat ulama Hanafiyyah lebih utama untuk diikuti. (Imam asy-Syaukani, Nailul Authar, Kitab ash-Shiyâm)

Sepenggal Kisah Dari Cairo Sebuah Kota Indah Dipinggir Sungai Nil

Sepenggal Kisah Dari Cairo Sebuah Kota Indah Dipinggir Sungai Nil

Seorang Syekh yang bijak dan alim lagi berjalan-jalan santai bersama salah seorang di antara murid-muridnya di sebuah taman…

Di tengah-tengah asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh.

Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang bertugas di sana, yang sebentar lagi akan segera menyelesaikan pekerjaannya.

Sang murid melihat kepada syekhnya sambil berujar:“Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pohon-pohon?

Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangannya. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas!”

Syekh yang alim dan bijak itu menjawab:“Ananda, tidak pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yang kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya.

Sekarang kamu coba memasukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian kamu saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu”.Sang murid sangat takjub dengan usulan gurunya.

Dia langsung saja berjalan dan memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu.

Setelah itu ia bersembunyi di balik semak-semak bersama gurunya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun.Tidak beberapa lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas-ngibaskan kotoran dari pakaiannya.

Dia menuju tempat sepatunya ia tinggalkan sebelum bekerja. Ketika ia mulai memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu di dalamnya. Saat ia keluarkan ternyata…….uang.

Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang. Dia memandangi uang itu berulang-ulang, seolah-olah ia tidak percaya dengan penglihatannya.

Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tidak melihat seorangpun.

Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dalam sakunya, lalu ia berlutut sambil melihat ke langit dan menangis. Dia berteriak dengan suara tinggi, seolah-olah ia bicara kepada Allah ar rozzaq :“Aku bersyukur kepada-Mu wahai Robbku.

Wahai Yang Maha Tahu bahwa istriku lagi sakit dan anak-anakku lagi kelaparan.Mereka belum mendapatkan makanan hari ini.Engkau telah menyelamatkanku, anak-anak dan istriku dari celaka”.

Dia terus menangis dalam waktu cukup lama sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah.

Sang murid sangat terharu dengan pemandangan yang ia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dapat ia bendung.Ketika itu Syekh yang bijak tersebut memasukkan pelajaran kepada muridnya :“

Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”

Sang murid menjawab:“Aku sudah mendapatkan pelajaran yang tidak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku. Sekarang aku baru paham makna kalimat yang dulu belum aku pahami sepanjang hidupku:“

Ketika kamu memberi kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih banyak dari pada kamu mengambil”.Sang guru melanjutkan pelajarannya.Dan sekarang ketahuilah bahwa pemberian itu bermacam-macam :•

Memaafkan kesalahan orang di saat mampu melakukan balas dendam adalah suatu pemberian.•

Mendo’akan temanmu muslim di belakangnya (tanpa sepengatahuannya) itu adalah suatu pemberian.• Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya juga suatu pemberian.•

Menahan diri dari membicarakan aib saudaramu di belakangnya adalah pemberian lagi.Ini semua adalah pemberian, supaya kesempatan memberi tidak dimonopoli oleh orang-orang kaya saja. jadikanlah semua ini pelajaran.

Sumber: Kajian Kisah dan Sejarah Islam via Status Nasehat

Minggu, 24 Januari 2016

Prasangka Buruk

Prasangka Buruk

Di sebuah negeri zaman dulu kala, seorang pelayan raja tampak gelisah. Ia bingung kenapa raja tidak pernah adil terhadap dirinya. Hampir tiap hari, secara bergantian, pelayan-pelayan lain dapat hadiah. Mulai dari cincin, kalung, uang emas, hingga perabot antik. Sementara dirinya tidak.

Hanya dalam beberapa bulan, hampir semua pelayan berubah kaya. Ada yang mulai membiasakan diri berpakaian sutera. Ada yang memakai cincin di dua jari manis, kiri dan kanan. Dan, hampir tak seorang pun yang datang ke istana dengan berjalan kaki seperti dulu. Semuanya datang dengan kendaraan. Mulai dari berkuda, hingga dilengkapi dengan kereta dan kusirnya.

Ada perubahan lain. Para pelayan yang sebelumnya betah berlama-lama di istana, mulai pulang cepat. Begitu pun dengan kedatangan yang tidak sepagi dulu. Tampaknya, mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing.

Cuma satu pelayan yang masih miskin. Anehnya, tak ada penjelasan sedikit pun dari raja. Kenapa beliau begitu tega, justru kepada pelayannya yang paling setia. Kalau yang lain mulai enggan mencuci baju dalam raja, si pelayan miskin ini selalu bisa.

Hingga suatu hari, kegelisahannya tak lagi terbendung. "Rajaku yang terhormat!" ucapnya sambil bersimpuh. Sang raja pun mulai memperhatikan. "Saya mau undur diri dari pekerjaan ini," sambungnya tanpa ragu. Tapi, ia tak berani menatap wajah sang raja. Ia mengira, sang raja akan mencacinya, memarahinya, bahkan menghukumnya. Lama ia tunggu.

"Kenapa kamu ingin undur diri, pelayanku?" ucap sang raja kemudian. Si pelayan miskin itu diam. Tapi, ia harus bertarung melawan takutnya. Kapan lagi ia bisa mengeluarkan isi hati yang sudah tak lagi terbendung. "Maafkan saya, raja. Menurut saya, raja sudah tidak adil!" jelas si pelayan, lepas. Dan ia pun pasrah menanti titah baginda raja. Ia yakin, raja akan membunuhnya.

Lama ia menunggu. Tapi, tak sepatah kata pun keluar dari mulut raja. Pelan, si pelayan miskin ini memberanikan diri untuk mendongak. Dan ia pun terkejut. Ternyata, sang raja menangis. Air matanya menitik.

Beberapa hari setelah itu, raja dikabarkan wafat. Seorang kurir istana menyampaikan sepucuk surat ke sang pelayan miskin. Dengan penasaran, ia mulai membaca, "Aku sayang kamu, pelayanku. Aku hanya ingin selalu dekat denganmu. Aku tak ingin ada penghalang antara kita. Tapi, kalau kau terjemahkan cintaku dalam bentuk benda, kuserahkan separuh istanaku untukmu. Ambillah. Itulah wujud sebagian kecil sayangku atas kesetiaan dan ketaatanmu."

***

Betapa hidup itu memberikan warna-warni yang beraneka ragam. Ada susah, ada senang. Ada tawa, ada tangis. Ada suasana mudah. Dan, tak jarang sulit.

Sayangnya, tak semua hamba-hamba Yang Maha Diraja bisa meluruskan sangka. Ada kegundahan di situ. Kenapa kesetiaan yang selama ini tercurah, siang dan malam; tak pernah membuahkan bahagia. Kenapa yang setia dan taat pada Raja, tak dapat apa pun. Sementara yang main-main bisa begitu kaya.

Karena itu, kenapa tidak kita coba untuk sesekali menatap ‘wajah’Nya. Pandangi cinta-Nya dalam keharmonisan alam raya yang tak pernah jenuh melayani hidup manusia, menghantarkan si pelayan setia kepada hidup yang kelak lebih bahagia.

Pandanglah, insya Allah, kita akan mendapati jawaban kalau Sang Raja begitu sayang pada kita.

Jumat, 22 Januari 2016

Tips untuk Jomblowati yang Mencari Jodoh

Tips untuk Jomblowati yang Mencari Jodoh

Cari suami itu jangan muluk-muluk, biar seru menikmati pernikahan..
ngerasain ngontrak.. ngerasain roller coaster kehidupan sambil nangis, ketawa, nangis lagi, ketawa lagi.. sambil saling berpelukan menguatkan..

*indah tauuukkk itu!

Kalo ujug-ujug.. kalian mo cari suami yg muda, ganteng, sholeh, mapan, pinter..
Kalian butuh beberapa strategi dan kemungkinan...

Setidaknya ada 2 Fakta yg perlu kalian tau..

Pertama,
Kalian butuh energi dan mental yg cukup kuat untuk memasuki persaingan maha ketat.. karena pria SINGLE jenis ini, pastilah amat sangat langka, dan peminatnya bisa saja berjumlah ribuan.
Saingan kalian adalah wanita yg bisa jadi jauh lebih cantik, lebih muda, dan lebih oke

Kedua,
besar kemungkinan, pria jenis ini banyak.. tapi sudah jadi SUAMI ORANG.. Karena Pria-pria jenis ini, dibelakangnya sudah ada istri-istri hebat yg merawat dan membuat suaminya tampil mempesona.
Kalo kalian ga punya nyali untuk jadi perebut suami orang, atau belum siap ilmu dan iman untuk jadi perempuan lain di tengah keluarga bahagia orang lain..

ada 2 TIPS JITU buat kalian

Pertama,
Berlapang hatilah menerima kedatangan pria single, sholeh, baik, meski sederhana asal tetap berpenghasilan (ga mesti berpenghasilan tetap), dan BERJUANGLAH bersamanya membangun keluarga bahagia, SAMARA.

Kedua,
BUANG SEMUA KASET DVD Drama KOREA puluhan episode yang selalu menayangkan Pria Kaya, ganteng, putih, imut yang jatuh cinta dengan wanita biasa-biasa dan miskin..!

Ridwan kamil (Walikota Bandung) 2016

Yang Terjadi dalam Hati Manusia

Yang Terjadi dalam Hati Manusia

Dalam setiap kesempatan perjalanan hidup manusia, ada proses tarik-menarik yang dilakukan antara kebaikan dan keburukan. Dan dalam realitasnya "perebutan" itu diwakili oleh dua kekuatan besar. Bila yang menyeru kepada kebaikan, maka hal tersebut dilakukan oleh kekuatan yang diwakili oleh malaikat. Namun kalau yang menggiring dan membawa kekuatan tersebut adalah setan, maka dengan sendirinya akan menjerat manusia kepada aktivitas keburukan.

Sekali lagi, antara satu kekuatan dengan yang lain saling berebut pengaruh untuk menguasai jiwa / hati manusia. Persaingan untuk mempengaruhi antara keduanya sangat seru karena masing-masing ingin mendapatkan teman saat di hari akhir kelak.

Jika dalam berebut pengaruh itu malaikat bisa mengalahkan setan, maka malaikat itu menimbulkan goresan-goresan terpuji di hati manusia. Goresan itu kemudian kita kenal dengan sebutan ilham. Dan goresan-goresan yang ada akan menggerakkan berbagai keinginan positif. Dari keinginan ini yang akhirnya dapat memotivasi diri sehingga mampu menggerakkan anggota tubuh untuk berbuat hal-hal yang bermanfaat naik di dunia maupun saat di akhirat kelak. Sehingga apabila ini terjadi, maka manusia akan dengan mudah melakukan amal-amal shaleh, baik yang berhubungan dengan individu atau pribafi orang tersebut, maupun lingkungam dimana dia berada.

Keterangan tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam yang artinya: "Pada hati itu ada dua lintasan. Ada kalanya lintasan dari malaikat, yaitu berupa perjanjian dengan kebajikan dan pembenaran dengan yang benar. Maka hendaknya diketahui, bahwa itu dari Allah subhanahu wa ta'ala. Oleh sebab itu hendaknya ia memuji kepada-Nya.

Dan ada kalanya lintasan itu dari setan, yaitu berupa perjanjian dengan kejahatan dan pembohongan, dengan yang benar dan pencegahan dari kebaikan. Maka jika ia menentukan yang demikian, maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."

Apa yang disabdakan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam ini memiliki kesesuaian dengan firman Allah yang kemudian beliau baca:

"Setan menjanjikan kemiskinan kepada kamu, dan menyuruh berbuat pekerjaan keji."

Keterangan di atas diperkuat pula dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Jabir ibn Abdullah yang menceritakan bahwa ketika Nabi Adam alaihissalam diturunkan ke bumi, beliau berdo'a:

"Ya Tuhanku, antara aku dan iblis Engkau jadikan saling bermusuhan. Oleh sebab itu jika Engkau tidak menolongku, niscaya aku tidak sanggup menghadapinya."

Allah berfirman, "Apabila engkau melahirkan anak, maka diwakilkan malaikat kepadanya."

Nabi Adam berdo'a kembali, "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku."

Allah berfirman, "Aku balas satu kejahatan dengan satu dosa, dan aku balas satu kebaikan dengan sepuluh kali lipat sebanyak yang aku kehendaki."

Kembali Nabi Adam alaihissalam berdo'a, "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku."

Allah berfirman, "Pintu taubat itu tetap terbuka, selama nyawa masih dikandung badan."

Referensi: Saifulloh dan Abu Shofia (2003). Menyingkap Tabir Alam Malaikat. Surabaya: Karya Agung