Kamis, 11 Juni 2015

 101 Alasan Mengapa Harus Pakai Jilbab 

1. Menjalankan syi’ar Islam 

2. Berniat untuk ibadah 
3. Menutup aurat dan pintu maksiat bagi lelaki yang memandang
4. Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya
5. Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah beliau wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus
6.Mode terbaik bagi wanita karena dari Alloh
7.Jilbab tidak mengurangi keanggunan dan kecantikan wanita
8. Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib.
9. Agar kaum wanita menutup auratnya
10. Bukan karena gaya-gayaan.
11. Bukan karena mengikut trend.
12. Bukan karena berlagak sok suci
13. Lebih baik sok suci dari pada sok zholim
14. Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain.
15. Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan.
16. Jilbab cocok untuk semua wanita yang mau menjaga dirinya dari objek nafsu semata.
17. Saya ingin menjadi wanita solihah.
18. Saya tengah berusaha mencapai derajat taqwa.
19. Jilbab adalah pakaian taqwa.
20. Jilbab adalah identitas wanita muslimah
.21. Diawali dengan mengenakan jilbab, saya ingin menapak jalan ke surga
.22. Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian
.23. Istri-istri Rasulullah berbusana muslimah.
24. Para sahabiah (sahabat Rasulullah yang wanita) juga berbusana muslimah
.25. Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya

.26. Semoga Allah memberikan kepada kita balasan jannah yang sama seperti mereka
.27. Untuk meninggikan izzah(kemuliaan) Islam
.28. Untuk meninggikan izzah (kemuliaan) diri sebagai wanita (muslimah).
29. Jilbab lebih melindungi diri.
30. Membuat saya lebih merasa aman
31. Menjaga diri dari gangguan lelaki usil
32. Menjaga diri dari obyek pandangan lelaki yang hanya ingin ‘cuci mata’.
33. Menjaga diri dari objek syahwat lelaki.
34. Menjaga diri dari mata lelaki yang jelalatan
.35. Menjaga diri dari tangan-tangan usil yang ingin menjamah
36. Menghindari zina mata dan zina hati.
37. Merupakan pencegahan dari perbuatan zina itu sendiri
38. Jilbab dapat menghindari saya dari sikap-sikap yang negatif.
39. Jilbab dapat menghapus keinginan-keinginan yang menyimpang
40. Membuat saya lebih bersahaja
41. Membuat saya lebih khusyu’.
42. Mejauhkan saya dari perbuatan dosa (insyaAllah)
43. Membuat saya malu bila berbuat dosa
44. Mendekatkan saya pada Allah.
45. Mendekatkan saya pada Rasulullah
46. Mendekatkan saya pada nabi-nabi-Nya
47. Mendekatkan saya pada sesama muslim
48. Mendekatkan saya pada ajaran Islam.
49. Membuat saya tetap ingin belajar tentang Islam.
50. Membuat saya selalu merasa haus akan ajaran Islam.
51. Membuat saya tetap ingin menjalankan ajaran Islam.
52. Ajaran Islam berlaku sepanjang masa, tidak ada yang kuno.
53. Berjilbab bukan sesuatu yang kuno.
54. Mengatakan berjilbab itu kuno berarti telah menggugat otoritas Allah.
55. Allah Yang Maha Mengetahui lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya.
56. Berjilbab, berarti menandakan kemajuan penerapan ajaran Islam di masa kini
57. Merupakan satu barometer telah terbentuknya suatu lingkungan yang Islami.
58. Membedakan diri dari penganut agama lain
59. Memudahkan dalam pengidentifikasian sesama saudari seiman.
60. Memperkuat tali silaturahmi dan ukuwah sesama muslimah.
61. Menghilangkan keraguan saya bila ingin menyapa saudari muslimah.
62. Memudahkan menanamkan rasa sayang-menyayangi sesama saudara/saudari seiman.
63. Membuat saya lebih terlihat anggun.
64. Membuat saya terlihat menyenangkan
65. Membuat saya lebih terlihat wanita.
66. Tidak terlihat seperti laki-laki
67. Membuat saya selalu berada dalam lingkungan yang Islami.
68. Jilbab menjaga saya dari pergaulan yang salah
69. Memudahkan saya, dengan ijin Allah, mengenal lelaki yang salih
70. Wanita yang baik (salihah) dengan lelaki yang baik (salih) pula.
71. Mudah-mudahan saya diberi jodoh lelaki yang salih.
72. Jodoh merupakan urusan Allah
73. Dengan keta’atan pada Allah, Allah akan memberikan kemudahan-Nya.
74. Memudahkan saya dalam beraktifitas.
75. Membuat lebih mudah bergerak.
76. Jilbab menjagaku sehingga tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh
77. Praktis
80. Longgar
78. Saya tidak suka memakai celana ,rok mini dan pakaian ketat
79.Hemat waktu dalam berpakaian
80.Cara Alloh melindungi kehormatan wanita
81. Menghemat waktu dalam berhias
82. Tidak perlu repot-repot selalu berusaha mengikuti trend mode yang berkembang.
83. Menghemat biaya untuk membeli pakaian yang sedang trend
84. Menghemat biaya untuk membeli make up.
85. Melindungi kulit wajah dari make up yang dapat merusak kulit.
86. Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.
87. Meminimalkan penyakit kanker kulit.
88. Sengatan matahari dapat mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit jadi kering
89. Meminimalkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit akibat perubahan pigmen di usia tertenu.
90. Melindungi rambut dari debu-debu yang berterbangan.
91. Debu-debu itu dapat mengotori rambut dan menyebabkan rambut mudah rontok yang berakibat kebotakan.
92. Menuntun saya untuk hidup lebih sederhana.
93. Menghindari hidup yang konsumtif.
94. Membuat diri tidak silau dengan kemegahan dunia dan segala perhiasannya.
95. Membuat saya lebih memikirkan hal lain selain mode dan perhiasan.
96. Menempatkan wanita menjadi subjek dalam proses pembangunan ummat.
97. Lebih mudah dalam menabung.
98. Memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji.
99. Memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinfaq dan sedekah.
100. Itu berarti lebih banyak beramal untuk bekal di hari kemudian.
101. Membuat saya merasa menjadi wanita seutuhnya

MUTIARA KATA







CIRI  HATI  YANG  BAIK  ADALAH,CEPAT  MENYADARI  SEBUAH  KESALAHAN 
SESUATU  YANG  TIDAK  LAYAK  UNTUK  DIUCAPKAN WALAU BENAR ADALAH,MEMUJI DIRI SENDIRI

KEASYIKAN  DAN  TINDAKAN  MEMBUAT  WAKTU  TERASA SINGKAT
KITA  DAPA MENGUSIR  GELISAH  DENGAN  TERSENYUM BUKAN  DENGAN  CEMBERUT

PANDAI  PANDAILAH  MENSYUKURI  YANG  SEDIKIT KARENA  YANG  BANYAK  AKAN  MENGIRINGI
KEBANYAKAN  KITA  TIDAK  PANDAI  MENSYUKURI  YANG  DIMILIKI,TETAPI  SELALU  MENYESALI  APA  YANG  BELUM DIPEROLEH
SIKSAAN  BAGI  PEMBOHONG  ADALAH ,IA TAK  DIDENGAR  LAGI OLEH ORANG  LAIN  SAAT  BERKATA JUJUR

PINTU RUMAH YANG TERTUTUP UNTUK ORANMISKIN,AKAN TERBUKA UNTUK DOKTER
UCAPAN  ISTIGHFAR  DAPAMENGURAI APA YANG TERKUNCI,MELAPANGKAN  DADA  SERTA MENYINARI KEGELAPAN HATI

TRIK SUSES DUNIA AKHERAT DG BAKTI KE OR-TU

Dua perkara yang (adzabnya) disegerakan oleh Allah di dunia yaitu zina dan menyakiti kedua orang tua. (Hadits Riwayat Thabrani melalui Ibnu Abu Bakrah)
ALLOH (MEWAJIBKAN) AKAN MENYEGERAKAN SIKSA DAN BALASANNYA LANGSUNG DIDUNIA BAGI  PE-ZINA DAN ANAK YANG DURHAKA KEPADA ORANG TUA,JIKA KITA INGIN BERHASIL HIDUP DI DUNIA DAN DI AKHIRAT, MAKA KERJAKANLAH BEBERAPA TIP BERIKUT:
Berbicaralah kepada kedua orangtuamu dengan sopan santun, jangan Mengucapkan “ah” kepada mereka, jangan hardik mereka dan berkatalah kepada mereka de-ngan ucapan yang sopan.
Ta’atilah selalu kedua orangtuamu selama tidak dalam maksiat, karena tidak ada kewajiban taat pada makhluk untuk bermaksiat kepada Allah.
Berlemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, jangan bermuka masam di depannya, dan janganlah memelototi mereka dengan marah.
Jaga nama baik, kehormatan dan harta benda kedua orangtua. Dan janganlah mengambil sesuatu pun tanpa seizin keduanya.
Lakukanlah hal-hal yang meringankan meski tanpa perintah mereka. Seperti membantu pekerjaan mereka, membelikan beberapa keperluan mereka dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu.
Musyawarahkan segala pekerjaanmu dengan orangtua dan mintalah maaf kepada mereka jika terpaksa kamu berselisih pendapat.
Bersegeralah memenuhi panggilan mereka dengan wajah berseri-seri sambil berkata, “Ada apa, Ibu!” atau “Ada apa, Ayah!”
Hormatilah kawan dan sanak kerabat mereka ketika mereka masih hidup dan sesudah mati.
Jangan membantah mereka dan jangan pula menyalahkan mereka, tapi usahakan dengan sopan kamu dapat menjelaskan hal yang sebenarnya.
Jangan membantah perintah or-tu, jangan mengeraskan suaramu kepada mereka. Dengarkanlah pembicaraan mereka, bersopan santunlah terhadap mereka.
Bantulah ibumu di rumah dan jangan terlambat membantu ayahmu di dalam pekerjaannya.
Jangan pergi jika mereka belum memberi izin, meski untuk urusan penting, jika terpaksa harus pergi maka mintalah maaf kepada keduanya dan jangan sampai memutuskan komunikasi dengan mereka.
Jangan masuk ke kamar or-tu kecuali setelah mendapat izin terutama pada waktu tidur dan istirahat.
Jangan makan sebelum mereka dan jangan mencela mereka jika berbuat sesuatu yang tidak kamu sukai.
Jangan utamakan isterimu atau anakmu atas mereka. Mintalah restu dan ridha mereka sebelum melakukan sesuatu, karena ridha Allah terletak pada ridha kedua orangtua dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan mereka.
Jangan duduk di tempat yang lebih tinggi dari keduanya dan jangan menyelonjorkan kedua kakimu dengan congkak di depan orang tua.
Jangan congkak terhadap orang tua, dan usahakan tidak pernah mengecilkan kebaikan keduanya atau menyakiti nya, meski hanya satu kata.
Jangan kikir memberikan bantuan  kepada orang tua sebelum mereka mengadu padamu, itu merupakan kehinaan bagimu. Dan kelak saat engkau jadi tua anakmupun akan membalas kebaikanmu itu.
Perbanyaklah melakukan kunjungan kepada kedua orangtua dan memberi hadiah, sampaikan terima kasih atas pendidikan dan jerih payah keduanya, dan ambillah pelajaran dari anak-anakmu yaitu engkau merasakan be-ratnya mendidik mereka.
Orang yang paling berhak mendapat penghormatan adalah ibumu, kemudian ayahmu. Ketahuilah bahwa Surga berada di bawah telapak kaki ibu.
Usahakan untuk tidak menyakiti kedua orangtua dan menjadikan mereka marah sehingga kamu merana di dunia dan akhirat, kelak anak-anakmu akan memperlakukan kamu sebagaimana kamu memperlakukan kedua orang-tuamu.
Jika meminta sesuatu dari kedua orang tuamu maka berlemah lembutlah, berterima kasihlah atas pemberian mereka, maafkanlah mereka jika menolak permintaanmu, dan jangan terlalu banyak meminta agar tidak memberatkan beban keduanya.
Jika kamu mampu mencari rizki maka bekerjalah dan bantulah kedua orangtuamu.
Kedua orangtuamu mempunyai hak atas kamu, dan isterimu mempunyai hak atas kamu, maka berilah hak mereka. Jika keduanya berselisih usahakan kamu mem-pertemukan mereka dan berilah masing-masing hadiah secara diam-diam.
Jika kedua orangtuamu bertengkar dengan isterimu, maka bertindaklah bijaksana, dan berilah pengertian kepada isterimu bahwa kamu berpihak padanya jika ia benar, hanya kamu terpaksa harus mendapatkan ridha kedua orangtua.
Jika kamu berselisih dengan kedua orangtua tentang perkawinan maka kembalikan pada hukum Islam, karena hal itu merupakan penolong yang paling baik.
Do’a orangtua untuk kebaikan dan kejelekan diterima Allah, maka hati-hatilah terhadap do’a mereka untuk kejelekan.
Di antara dosa-dosa besar adalah cacian seseorang terhadap kedua orangtuanya; ia mencaci orang tua orang lain maka orang itu akan mencaci ayahnya, ia mencaci ibu orang lain maka orang itu akan mencaci ibunya.”
Kunjungilah kedua orangtuamu ketika masih hidup dan sesudah matinya, bersedekahlah atas nama mereka dan perbanyaklah berdo’a untuk keduanya.

Keajaiban Yang Sangat Menakjubkan


Dalam sebuah kamar berisi tiga ranjang putih, seorang laki-laki yang tidak sadarkan diri terbaring di ranjang paling tengah, dia tidak mengetahui apapun yang terjadi di sekelilingnya berupa alat-alat bantu pernafasan, detak jantung dan selang-selang pernafasan.
Setiap hari LEBIH DARI SETAHUN LAMANYA DAN TAK PERNAH BERHENTI, ada seorang wanita dan seorang anak berumur empat belas tahun bersamanya menjenguk laki-laki tersebut dengan penuh rasa kasih sayang dan cinta. Mereka berdua mengganti pakaiannya, menanyakan kondisinya dan menanyakan tentang kemajuan kesehatannya, namun tidak ada perkembangan baru tentang kondisinya. Kondisi laki-laki tersebut seperti biasanya, tidak baik dan tidak memburuk. Ketidaksadaran yang total, dan hilangnya harapan kesembuhan baginya.
Sebelum wanita dan anak itu meninggalkannya, mereka berdua mengangakat kedua tanganya seraya berdoa kepada Allah, kemudian mereka berdua meniggalkan rumah sakit. Dan mereka menjenguknya kembali kepada ziarah kali kedua pada hari itu juga, dan begitulah seterusnya.
Para pasien, para perawat dan para dokter sangat heran dengan kunjungan wanita dan anak itu, walaupun tidak ada hal yang baru dan kondisi yang baru dengan pasiennya.
Apa hakikat ketetapan hati yang menakjubkan sehari dua kali walau pasiennya tetap tidak menyadari segala yang terjadi di sekelilingnya dan berada dalam kondisi tidak sadarkan diri secara total…???
Mereka memberitahukan kepada wanita tersebut bahwa kunjungannya itu tidak ada gunanya sama sekali dan menyarankan untuk mengunjunginya seminggu sekali, namun wanita itu tidak menjawab kecuali dengan kalimat “hanya Allah saja sebagai penolong, hanya Allah saja sebagai penolong .”
Demikianlah, pada suatu hari sebelum waktu berkunjung wanita beserta anak itu, laki-laki yang berbaring tanpa sadarkan diri tersebut bergerak diatas ranjangnya, bergerak dari sisi yang satu ke sisi yang lainnya kemudian dia membuka tangannya dan menjauhkan dari alat oksigen, lalu duduk tegak, kemudian dia memanggil perawat yang datang dengan sangat heran, dan meminta kepada perawat untuk menjauhkan alat-alat bantu dokter dari tubuhnya. Namun perawat itu menolak dan memanggil dokter yang ikut keheranan. Lalu dilakukanlah pemeriksaan yang intesif kepadanya yang akhirnya dokter tersebut mendapatkannya telah sembuh dan sehat walafiat serta meminta kepada perawat untuk menjauhkan alat-alat tersebut dan membersinkan bagian tubuh dimana alat-alat itu ditancapkan padanya.
Dan tibalah waktu kunjung, lalu wanita dan anak itu masuk. Dan tidaklah keduanya terperangah melihat kondisi laki-laki tersebut hingga bercampurlah air mata dan senyum kebahagiaan dari mereka. Tangisan, doa, dan pujian serta sanjungan hanya untuk Allah yang telah menyempurnakan kesehatan suaminya tersebut.
Disaat itu dokter bertanya kepada wanita itu “apakah anda berharap bisa mendapatkan suami anda dalam kondisi seperti ini?”
dia menjawab “ya, demi Allah, saya dahulu berharap ketika saya mengunjunginya suatu hari, saya akan mendapatkannya duduk menunggu kami”
Lalu dokter itu berkata kepadanya “sesungguhnya ada sesuatu yang terjadi, yang tidak ada peran sama sekali dari rumah sakit atau dokter dalam hal ini, atas nama Allah saya memohon kepadamu, beritahukanlah kepadaku, mengapa anda mengunjunginya sehari dua kali? Dan apa yang telah anda lakukan?”
Dia menjawab, “karena anda telah memintaku atas nama Allah, maka saya menjawab,’dahulu saya mengunjungi suami saya ini pada kunjungan pertama untuk mengetahui kondisinya dan berdoa untuknya, kemudian saya pergi bersama anak saya kepada fakir miskin disuatu tempat, lalu kami memberikan sedekah dengan maksud beribadah kepada Allah untuk kesembuhannya’”
= = = = = = = =
Masyaallah… la haula wa laa kuwwata illah billah….
Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah semata….
Sebuah amal yang membutuhkan kekuatan iman, bersedekah dengan istiqamah…. LALU ALLAH MENYEMBUHKAN Suaminya dengan keajaiban yang sangat menakjubkan…
Sungguh benarlah sabda Nabi Sallallahu ‘alaihi wasallam :
“obatilah orang-orang sakit dengan bersedakah”
(HR. Baihaqi No. 6832)
Saudara-saudariku di manapun berada…
Terkadang kita putus asa dan berhenti di tengah perjalanan sebelum kesuksesan diraih… sebagai mana terkadang kita terlalu cepat mengharap faidah sedekah setelah kita bersedekah satu atau dua kali bersedekah….
Lalu bagai mana dengan kesabaran istri dan anak tadi dibanding kita yang hanya beberapa kali beramal soleh…??
TETAPLAH ISTIQAMAH DALAM BERAMAL SOLEH, karena lambat ataupun cepat Hikmah kan didapat…!!!
Kisah-Kisah Keajaiban Sedekah



Galilah Sumur, dan Sakitmu Akan Sembuh
Di dalam Siyar A’lamin Nubala’ 8/407 disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepada ‘Abdullah bin Mubarak rahimahullah tentang luka bernanah (bisul) yang keluar dari lututnya sejak tujuh tahun yang lalu. Ia telah mengobatinya dengan berbagai macam obat dan banyak bertanya kepada para dokter, tetapi belum sembuh juga. Maka beliau pun menjawab, “Pulanglah, lalu galilah sumur di tempat orang-orang yang membutuhkan air. Sesungguhnya aku berharap akan keluar mata air di sana, dan darahmu akan berhenti.” Lelaki itu pun melaksanakan perintah Ibnul Mubarok, maka ia pun sembuh.[Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah]

Penyakit Kanker Sembuh Dengan Sedekah
Disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang mengidap penyakit kanker. Ia sudah berkeliling dunia untuk mencari obat, namun ia belum mendapatkannya. Maka, ia pun bersedekah kepada ibu anak yatim, sehingga Allah memberikan kesembuhan kepadanya.[Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah]
Sembuh Karena Berinfak kepada Anak Yatim
Ada seorang wanita yang tinggal di Arab Saudi bercerita, “Aku menderita penyakit kanker beberapa tahun, dan aku yakin maut telah mendekat. Aku menginfakkan penghasilanku dari menjadi tukang bordir kepada anak-anak yatim. Setiap harta yang aku infakkan kepada mereka, maka Allah membalasku dengan berlipat ganda, dan akhirnya Dia memberikan kesembuhan dari penyakitku, karena disebabkan infakku kepada anak-anak yatim.”[Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah]
Wanita Mandul Itu Bisa Hamil
Ada seorang wanita yang mendapat cobaan dengan kemandulan, ia tak dikaruniai anak. Para dokter telah berputus asa dari kemungkinan ia bisa hamil, dan bahwa penyakit itu memang tidak ada obatnya. Maka, Allah Ta’ala memberikan taufik kepadanya agar ia bersedekah kepada seorang wanita fakir. Sesudah ia bersedekah kepada wanita itu, ia meminta kepadanya agar mendoakan dirinya dikaruniai anak shalih. Setelah berlalu tiga bulan, wanita itu pun mengandung dua anak kembar!![Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah]

Sedekah Mengobati Penyakit Jiwa
Ada seorang wanita yang menderita penyakit jiwa yang parah. Salah seorang kerabatnya bangkit dan segera bersedekah dengan meniatkan kesembuhan untuknya kepada seorang yang shalih namun fakir yang menanggung beban hidup dua keluarga, dan ia meminta agar orang shalih itu mendoakan saudaranya. Maka, Allah pun menyelamatkan wanita itu dari bala’, dan sedekah itu menjadi penyebab kesembuhannya.
Saudara yang bersedekah itu mengatakan, “Demi Allah, tidak ada seorang pun dari keluargaku yang tahu tentang sedekahku. Sesungguhnya aku ingin menjadikan sedekah itu ikhlas untuk menggapai keridhaan Allah Ta’ala.” Segala puji bagi Allah, yang telah menyembuhkan kerabatnya dari penyakit jiwa yang dideritanya.[Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah]
Sudah Masuk Ruang ICU, Mendadak Sembuh
Ada seorang wanita masuk ruang ICU (unit gawat darurat) karena penyakit parah yang dideritanya. Beberapa muhsinin (orang-orang yang suka berbuat kebaikan) mengetahui keadaannya, maka mereka pun menyembelih seekor unta dan meniatkan pahalanya untuk si wanita tersebut. Setelah itu, mereka mensedekahkan daging unta tersebut kepada para keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhannya dengan mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Beberapa hari kemudian, akhirnya Allah memberikan kesembuhan kepada wanita tersebut. Hanya bagi Allah-lah segala pujian dan karunia.[Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah]
Sedekah Menolak Gangguan Sihir
Dikisahkan, ada beberapa wanita yang berbincang-bincang tentang keajaiban sedekah. Dan belum selesai para wanita itu membicarakan tentang keutamaan sedekah, tiba-tiba salah seorang wanita yang ada di antara mereka –yang sedang terkena sihir– melepas kalungnya yang mahal harganya. Kalung itu kemudian ia berikan kepada salah seorang temannya agar dijual dan uangnya diberikan kepada para keluarga miskin.
Ketika temannya tersebut pergi ke tempat penjual emas dan sang penjual ingin menimbangnya, maka sang penjual mengeluarkan mata batu yang terletak di tengah kalung tersebut. Sang penjual begitu terheran-heran dan kebingungan dengan apa yang dilihatnya. Karena ia menyaksikan ada buhul sihir di dalam mata batu kalung itu. Sang penjual kemudian mengeluarkannya, dan alhamdulillah, akhirnya sembuhlah perempuan pemilik kalung tersebut dari penyakit yang selama ini dideritanya.[Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah]
Suami Bersedekah Emas, Isterinya Sembuh Seketika
Seorang dokter menelepon suami seorang wanita yang sedang terbaring sakit di sebuah rumah sakit. Dokter itu memberitahukan bahwa istrinya sedang mengalami masa kritis, dan dari tinjaun medis harapan untuk sembuh sangatlah tipis. Sang suami sangat terpukul dengan berita tersebut. Maka ia segera bergegas mengeluarkan sedekah berupa emas milik istrinya. Setelah itu, ia pergi ke rumah sakit. Beberapa saat kemudian, sang dokter memberitahukan kepadanya bahwa beberapa saat yang lalu (yakni saat bersamaan waktu sang suami bersedekah), nampak tanda-tanda membaik dan kesembuhan pada diri sang istri. Kemudian ia dipindahkan dari ruang ICU ke kamar perawatan biasa. Beberapa hari kemudian, ia telah keluar dari rumah sakit tersebut. Segala puji bagi Allah, Pemilik Keutamaan dan Kebaikan.
Gigi Gerahamnya Sembuh Total
Seorang juru dakwah wanita yang terkenal bercerita, “Aku berada di Al-Haram sejak beberapa tahun yang lalu. Suatu ketika gigi gerahamku sakit, yang aku agak terlambat dalam mengobatinya. Aku bahagia dengan keberadaanku di Al-Haram dan aku ingin menyibukkan diri dengan Al-Quran. Akan tetapi, jikalau penyakit itu terus terjadi, maka aku akan pergi ke dokter dan aku akan meluangkan waktuku.
Terlintas dalam benakku sebuah pikiran untuk menolak penyakit ini dengan sedekah. Akhirnya, aku pun bersedekah kepada seorang anak perempuan di Al-Haram. Demi Allah, hanya dalam waktu singkat, penyakitku menjadi sembuh. Dan sejak itu hingga waktu ini, aku tidak lagi membutuhkan dokter untuk mengobati penyakitku ini, karena penyakit itu tidak pernah lagi menyerangku.[Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah]
Sumber : Buku “Berobat Dengan Sedekah”, karya Muhammad Albani, Penerbit Insan Kamil, Solo, Cet. X, Juni 2009 via http://abunamira.wordpress.com/
ROK MINI DIMATAB PRIA





          Soal rok mini ini memang menggelitik. Saya sendiri di dalam dilema
yang besar. Alasannya, pertama karena saya laki-laki. Kedua, karena saya belum
pernah memakai rok mini. Sebagai orang berpendidikan, saya khawatir perspektif
saya terhadap rok mini ini menjadi sangat subyektif, dipenuh asumsi, dan ngawur.

          Tapi sebenarnya saya selalu ingin mengajukan pertanyaan kepada setiap
pengguna rok mini atau celana super pendek di area publik demi mendapat sudut
pandang yang obyektif dari si pemakai agar saya tidak salah sangka:

          1. “Mbak-mbak, boleh tau apakah dengan rok mini yang mbak pakai itu,
saya atau kami boleh menikmati paha mbak?”
          2. “Kalau boleh, apakah mbak memang sengaja agar kami melihatnya?
atau malah risih kalau kami melihatnya?”
          3. “Atau tolong jelaskan kepada kami, bagaimana seharusnya kami boleh
menikmati paha mbaknya biar mbak merasa nyaman dan kita bisa sama-sama
menikmati, agar saya merasa aman dalam menikmati, dan mbaknya nikmat juga
dilihati?”

          Pertanyaan ini sebenarnya penting untuk ditanyakan sebagai dasar
ilmiah untuk mengambil kesimpulan, tapi belum kesampaian saya tanyakan sampai
saat ini. Malu nanyanya. Dan saya memilih untuk menikmati rok mini tersebut
dengan diam-diam, dengan “etika” yang saya karang sendiri agar tidak berdampak
sosial yang buruk.

          Ada yang bilang ini soal iman. Kalau iman kuat, rok mini lewat. Saya
kira setiap orang beriman yang jujur, kalau ditanya pasti menjawab akan timbul
pikiran bukan-bukan ketika menjumpai perempuan muda berpaha indah memakai rok
mini atau celana pendek sekali di tempat umum.

          Tidak usah jauh-jauh, saya sendiri akan mengaku beriman, sholat tidak
pernah lewat, kadang-kadang juga ngaji, tapi rok mini is rok mini, daya
tariknya sungguh sering melewati daya tangkal iman. Kalau ada yang bilang
“Pikiran situ saja yang jorok“, duh, ingin sekali saya jawab “Saya sudah susah
payah membersihkan pikiran dari yang nggak-nggak, tapi situ lewat sambil
menjorok-jorokkan paha …. memaksa untuk dilihat“.

          Soal hak, semua memang punya hak masing-masing. Selama masih berada
di tempatnya, hak menjadi sesuatu yang aman bagi dirinya maupun orang lain.

          Contohnya merokok. Saya yakin itu adalah hak. Tidak seorangpun
kecuali keluarga dan orang-orang yang bergantung hidupnya pada perokok boleh
melarang orang untuk merokok. Tetapi ketika merokok di tempat umum, hak itu
jadi tidak aman untuk orang lain. “Tolong ya mas, merokoknya di ruang merokok,
atau menggunakan helm full face saja biar asapnya tidak terhirup oleh saya“.
Gimana kalau perokok menjawab, “Ya situ saja jangan hirup asap saya kalau
memang tidak suka bau asap“. Kira-kira Anda mau langsung mengajak adu hantam
tidak?

          Mamainkan musik adalah hak. Tetapi ketika bertetangga,
genjrang-genjreng di jam dua pagi di depan rumah orang, kira-kira akan membuat
tidur orang terganggu tidak? Gimana kalau ketika ditegur si penggitar menjawab
“Tolong ya Bu, kalau memang tidak suka dengan suara gitar saya, ibu jangan
dengerin suaranya, gitar-gitar saya kok ibu yang repot“. Kira-kira si ibu akan
melempar sandal atau tidak? Kalau bermainnya di dalam kamarnya sendiri, di
studio musik kedap suara, saya kira volume sebesar apapun tidak akan jadi
masalah. Minimal tidak jadi masalah untuk orang lain.

          Sama jadinya dengan rok mini dan hot pant. Di rumah, rok mini akan
menjadi sangat asik. Aman, dan nyaman buat semuanya. Apalagi di kamar, tidak
pakai rok pun akan semakin menambah suasana jadi lebih sesuatu banget Dan,
semua orang akan merasa happy dan dijamin aman.

          Tapi di boncengan sepeda motor, di busway, di jalanan … duuuh biyung,
please mbak, bu, kalau sekadar saya yang lihat dijamin akan aman. Karena nafsu
dan pikiran saya akan saya manage sedemikian rupa sehingga akan hanya meledak
tanpa melukai Anda. Tapi kalau yang nafsunya meledak itu lelaki yang sedang
sakit parah jiwanya dan tak tau tempat?

          Pemerkosa adalah orang yang sedang sakit jiwanya. Dan kata orang tua,
mencegah lebih mudah dan murah dari pada mengobati. Mengobati mereka tetap
harus dilakukan karena bisa membahayakan orang lain, berapapun biaya material
dan sosial yang dibutuhkan, termasuk kita memberi makan mereka di penjara
seumur hidup.

          Tapi sambil mengobati, akan lebih cerdas, mudah, dan murah kalau kita
semua juga ikut mencegah, salah satunya dengan tidak mengguanakn rok mini di
tempat umum. Masih banyak pilihan busana yang lain, yang tetap menarik (tanpa
menggoda) dan pantas.

          Cara ini pasti lebih murah sebelum ada yang menjadi korban lelaki
sakit jiwa. Kecuali, kalau memang rok mini telah menjadi sumber penghasilan
pengenanya.

          Mbak-mbak, ibu-ibu. Sebagai lelaki, saya selalu mengagumi perempuan.
Dalam teori saya, perempuan itu setiap inchi kulitnya adalah fashion. Karena
itu, benang dililit-lilit pun ke beberapa bagian tubuh, sudah seperti keindahan
yang menyeluruh. Perempuan juga sangat ekspresif. Mereka suka bicara, suka
berdandan, suka “menunjukkan” keindahan dirinya. Itu memang kodratnya.

          Dan sedikit ini komentar lelaki. Kami-kami ini juga sangat ekspresif.
Tapi berbeda caranya dengan perempuan. Kami tidak terlalu suka bicara, suka
berdandan, menunjukkan keindahan diri sendiri. Tapi langsung bertindak.

          Sebagian yang lain, ekspresinya malah tidak terlihat sama sekali.
Tetapi sesuatu di balik celananyalah yang langsung bereaksi.

          Maka, seperti Bang Napi bilang, kejahatan terjadi bisa bukan karena
niat pelakunya, tetapi ketika ada kesempatan.
Aku Malu Menatap Wajah Suamiku


Pernikahan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.
Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.
Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.
Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.
Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.
Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.
Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.
Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.
Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.
Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: “Wahai fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”. Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.
Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.
Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”.
Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.
Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal.
Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”.
Sang istri pun bad rest di rumah sakit.
Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”.
“Haah, pergi?”. Kata sang istri.
“Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.
Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.
Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi”.
Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.
Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.
Dan subhanallah …
Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.
Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.
Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan. Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.
Hampir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.
Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.
Sumber: